Rumus tabungan

-(Selasa, 9 September 2025)-

Ketika kita ingin membeli HP, pertanyaan yang sering muncul adalah: dari pos keuangan mana sebaiknya dana diambil? Jawaban yang paling tepat tentu dari pos tabungan. Membeli HP dengan dana tabungan jauh lebih aman daripada mengganggu anggaran kebutuhan pokok, apalagi sampai berutang.

Namun, sebelum membicarakan cara membeli HP, kita perlu memahami terlebih dahulu bagaimana tabungan itu terbentuk. 

Rumusnya: penghasilan - pengeluaran = tabungan. 

Rumus ini adalah sebuah keniscayaan. Jika penghasilan lebih besar daripada pengeluaran, maka tabungan akan bertambah. Sebaliknya, jika pengeluaran lebih besar daripada penghasilan, tabungan bisa minus, bahkan membuat kita harus berutang untuk menutup kekurangan.

Dengan pemahaman ini, kita bisa lebih mudah mengambil keputusan. Katakanlah kita ingin membeli HP dengan harga tertentu, sementara tabungan belum mencukupi. Pilihan yang muncul biasanya ada dua: menunggu hingga tabungan terkumpul atau langsung meminjam uang untuk menutup kekurangan.

Pilihan meminjam memang paling instan, tetapi tidak selalu bijaksana. Jika HP yang ingin dibeli adalah perangkat utama untuk bekerja sehingga langsung menunjang produktivitas dan penghasilan, meminjam mungkin bisa dianggap tepat. Namun, jika HP itu hanya sekadar HP kedua—dibeli karena dorongan gaya hidup atau sekadar ikut-ikutan—maka berutang adalah sebuah kesalahan.

Oleh karena itu, pilihan yang paling bijak adalah membeli HP dengan uang tabungan. Masalahnya, bagaimana jika tabungan belum cukup? Di sinilah strategi diperlukan. Ada dua cara utama untuk menambah tabungan. Pertama, dengan menambah pemasukan, misalnya melalui pekerjaan sampingan, proyek tambahan, atau gig job. Jika memungkinkan, cara ini adalah yang paling sehat karena menambah arus kas tanpa mengorbankan kebutuhan yang ada. Kedua, dengan mengurangi pengeluaran.

Mengurangi pengeluaran bisa dilakukan dengan membedakan kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan adalah hal yang benar-benar harus dipenuhi, sementara keinginan sering kali hanya bersifat emosional atau sesaat. Selain itu, ada pula cara-cara klasik yang diwariskan orang tua zaman dulu, yaitu dengan menjalani hidup sederhana atau frugal living. Bentuknya bisa berupa mengurangi konsumsi makanan berlebih, yang sekaligus bisa diselaraskan dengan upaya menjaga pola makan sehat: berhenti merokok, mengurangi camilan tinggi karbohidrat, serta lebih disiplin dalam penggunaan listrik, air, hingga kuota data. Dengan pola hidup seperti ini, kita bukan hanya berhemat demi menambah tabungan, tetapi juga memperoleh manfaat tambahan berupa kesehatan dan kualitas hidup yang lebih baik.

Jika dua cara ini dipahami dan dijalankan, maka pengelolaan keuangan pribadi akan menjadi lebih sehat. Kita terhindar dari jebakan pinjaman konsumtif yang tidak produktif, dan bahkan bisa memindahkan sebagian tabungan menjadi investasi yang menambah pemasukan. Setelah kebutuhan dasar tercukupi, langkah menuju investasi ini adalah fase berikutnya yang akan memperkuat kondisi finansial kita.

Bukankah inilah situasi yang selalu kita harapkan?

Populer

The Last Kasi Bank dan Manajemen Stakeholder

DAK Fisik dan Dana Desa, Mengapa Dialihkan Penyalurannya?

Menggagas Jabatan AR di KPPN

Setelah Full MPN G2, What Next KPPN?

Perbendaharaan Go Green

Everything you can imagine is real - Pablo Picasso

Pengembangan Organisasi

"Penajaman" Treasury Pada KPPN

Agar Regional Chief Economist Menghasilkan Rekomendasi yang "Handal"