Postingan

Menampilkan postingan dengan label Paradigma

Ramadhan Istimewa

 - (Ditulis tanggal 28 April 2022) - Ini adalah ramadhan istimewa. Setidaknya bagi saya. Tidak hanya target amalan ramadhan, saya punya target duniawi lainnya. Yang sebenarnya terkait erat dengan puasa. Dulu, saya kerap balas dendam disaat berbuka. "Coba tengok kerongkonganku, akan nampak makanan," bercanda saya pada istri untuk menggantikan kalimat "saya kekenyangan". Dulu, saya heran kenapa berat badan saya tak turun-turun kendati sudah berpuasa sebulan penuh, tak satu hari pun saya puasa mbedug, atau puasa tutup kendang hanya di awal dan di akhir, atau pura-pura puasa ketika ada orang, lantas menyelinap ke warung jika sepi orang. Sumpah, saya berpuasa sebulan penuh. Hanya saja, berat badan saya tetap. Dulu, sebelum berbuka saya minta disiapkan atau beli sendiri: kolak, gorengan, dawet, donat, kue, teh manis atau es buah atau es degan dan segala panganan lainnya. Dulu, disaat makan sahur, saya ambil nasi satu piring penuh, karena takut kelaparan disaat puasa. Bahk...

Turis

Gambar
   - (Ditulis tanggal 24 Juli 2022) - Ketika di sebuah pasar lokal, dimana orang-orang di pasar itu sudah saling kenal, kemudian melintas seorang turis, apa yang akan terjadi? Nyaris semua mata akan tertuju pada turis itu. Orang baru dengan perawakan dan mungkin dengan dandanan yang berbeda dari umumnya warga disitu, sudah tentu akan menarik perhatian. Barangkali orang-orang di pasar itu bertanya-tanya, siapa turis itu, mau apa dia, apa yang sedang ia cari, ia mau kemana, mau lihat apa, dst. Apalagi tiba-tiba turis itu masuk ke sebuah kedai, memesan makanan, lalu dengan santainya menikmati sarapan. Yang tak berapa lama kemudian, beberapa warga lokal berdatangan ikut memesan makanan di kedai itu. Yang orang-orang itu lalu memperhatikan atau melirak-lirik turis itu. Lantas, apa respon sang turis saat ia sadar banyak mata tertuju padanya? Barangkali ia akan tersipu malu, lalu berusaha bersikap sopan, menyapa orang-orang dengan kata-kata yang umum. Lalu, ia akan segera pergi setel...

Mind Blowing

Gambar
   - (Ditulis tanggal 23 Juli 2022) - Apa yang Anda bayangkan ketika mendengar kata "kerupuk"? Kebanyakan orang tentu akan berpikir seperti ini. Kerupuk adalah satu jenis panganan yang bentuknya lempengan, kering wujudnya dan akan berbunyi kriuk saat digigit. Setidaknya itu yang ada di benak saya. Bagi sebagian orang, kerupuk adalah lauk wajib saat ia makan. Tanpa kerupuk dan bunyi kriuk, sarapannya, makan siangnya atau makam malamnya akan terasa belum sempurna nikmatnya. Karena itu, bagi penggemar kerupuk, dia selalu sediakan satu toples penuh berisi kerupuk sebagai lauk pelengkap. Malahan, di beberapa tempat kerja, sekelompok pegawai urunan untuk berlangganan kerupuk, yang toples kaca isi kerupuk itu selalu disembunyikan saat akan ada pejabat sidak ke ruangan. Kerupuk ada banyak jenisnya. Ada yang berbentuk bundar putih atau kuning, dengan sebutan kerupuk bandung. Ada pula kerupuk lempeng, yang orang Madiun menyebut begitu, tapi orang Sragen menyebutnya karak. Ada pula keru...

Bekerja Berdasarkan Data

Gambar
 - (ditulis tanggal 17 Juli 2022) -  Ada satu pelajaran berharga yang saya peroleh dari seorang senior. Yaitu: memulai tugas baru dengan menganalisis data. Di awal tahun lalu, saat sang senior ini akan memulai tugas barunya, barangkali dia tidak bertanya pada pendahulunya tentang orang-orang disitu, bagaimana kinerja dan perilakunya. Akan tetapi, dia memilih bertanya tentang user password OMSPAN. Kami baru paham setelah hari pertama perkenalan, dia memaparkan hasil olah data. Dia tunjukan visualisasi data dan analisisnya. Saya terkaget-kaget. "Oh.. sampai kesana pemikirannya." Sejak itulah, saya terpicu untuk mencontoh apa yang dia lakukan. Menggeluti data. Lewat pergumulan dengan data itu kemudian saya melahirkan beberapa artikel. Pada intinya adalah bekerja berdasarkan data. Ini yang selalu dia tekankan. Dia tunjukan hipotesa-hipotesa berdasarkan data yang dia olah. Seperti: jumlah hari yang dilalui pemda dalam proses perekaman data kontrak atau SP2D BUD sampai dengan revi...

Menunggu

Gambar
 - (Ditulis tanggal 7 Juli 2022) -  Ketika naik bus antar kota antar provinsi, saya tak pernah sanggup untuk melihat handphone. Saya masuk golongan orang lemah jika membaca di bus atau mobil yang sedang melaju. Bisa parah kalau memaksakan diri. Mual-mual dan mabok darat. Berbeda dengan ketika naik kereta api atau pesawat, saya bisa habiskan waktu dengan membaca atau menulis. -Tetap santai dan sehat meski sedang pegang HP atau laptop di mobil itu- merupakan kelebihan atau kehebatan yang tidak semua orang miliki. Karena itu, saya kagum dengan seorang senior saya dulu yang tetap tenang selama naik mobil sembari coding. Maka, yang saya lakukan di bus adalah menjadi pengamat. Bukan mengamati secara serius, karena objek yang diamati cepat berganti. Saya amati pemandangan di pinggir-pinggir jalan yang dilalui bus. Saya amati video musik koplo yang diputer di bus. Saya amati lirik lagu yang dinyanyikan. Pun tentu saya amati sang penyanyi yang berlenggak lenggok yang tangannya seolah t...

Sawo, Nostalgia dan Imunitas

Gambar
  --- (Ditulis tanggal 15 Agustus 2021) --- "Ia manis, kulitnya sawo matang." Begitu orang mendiskripsikan warna kulit seseorang dengan warna buah sawo. Tujuannya: agar mudah memberikan gambaran tentang ciri-ciri seseorang pada orang lain. Saya tidak sedang membicarakan soal warna kulit. Yang belakangan ini, kulit tangan saya berubah menjadi gosong, karena mandi sinar matahari untuk menyerap vitamin D, yang katanya untuk memperkuat imunitas. Entah apalagi setelah susu itu, air kelapa muda itu, daun kelor itu, bahagia itu, dan lain-lain itu, yang akan viral dan diburu orang untuk menjaga diri dari pandemi. Jadi, bukan tentang warna kulit, tapi mengenai buah sawo. Yang hari-hari ini adalah musim panen buah sawo. Yang dulu saat saya masih belia, berlomba dengan teman sebaya, "luru" buah sawo di halaman mesjid. Karena jatuh dari pohonnya, buah sawo yang kami ambil itu kadang sudah tidak utuh lagi. Malah sudah ada bekas gigitan codot semalam. Yang justru bekas codot itu ...

Ceroboh

Gambar
  --- (Ditulis tanggal 23 Oktober 2021) --- Kamis pagi itu, sepeda motor terasa oling. Memang sudah beberapa hari ini, saya ingin tambah angin ban. Setelah kurang lebih 1,5 km dari rumah dinas, saya temukan kios tambal ban yang sudah buka. Saya berhenti. Saya "jagang" sepeda motor dengan standar tengah. Agar si Bapak lebih mudah memutar roda mencari pentil ban. "Tambah angin, Pak.. depan belakang," kata saya. Dengan gesit si Bapak menyelesaikan tugasnya. Lalu, saya berikan lembaran uang sebagai ongkos tambah angin. Saat saya men-starter sepeda motor, saya melihat botol-botol bensin. Ada yang berbisik dalam batin saya. "Ga sekalian isi bensin?" Entahlah, saya tak acuh dengan lintasan kata-kata itu dan terus ngeloyor melanjutkan perjalanan ke kantor. Saya merasa beberapa hari kemarin sudah mengisi bensin. *** Karena kadung asyik mengedit satu Bab di KFR, sore itu saya memutuskan pulang kantor habis maghrib. Saya punya dua pilihan. Pulang naik motor atau mobi...

Masa Bodoh

Gambar
Pernahkah Anda resah dengan anggapan atau omongan orang lain terhadap diri Anda? Yang orang lain itu bisa atasan, bawahan, saudara, teman, tetangga atau komunitas kita. Yang keresahan itu membuat kita overthinking dan stres. Yang karena kuatir dengan persepsi orang itu, lalu membuat kita berusaha meyakinkan mereka atas sesuatu. Yang kegelisahan atas persepsi orang itu, membuat kita menjadi tidak nyaman dan tidak bahagia. Dan seterusnya. Hampir semua orang mengalaminya. Apalagi bagi mereka yang berambisi karir, dimana ingin selalu dianggap positif dan perform oleh pimpinan. Apalagi juga bagi mereka yang pengen selalu dianggap baik oleh teman-temannya. Termasuk mereka yang takut dibulli, takut dibilang kuno, ndeso, takut distigmakan dengan sebutan-sebutan negatif lainnya. Itulah yang sebagian besar terjadi pada diri kita. Dimana ketakutan akan persepsi orang, anggapan buruk pada kita, telah membebani pikiran dan membuat kita tidak nyaman. Jika hal itu tidak menjadi soal dan terus meneru...