Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2026

Puasa tenang

-(Rabu, 1 Juli 2026)- Belakangan ini saya mulai menjalani puasa Dawud: satu hari berpuasa, satu hari tidak. Dalam praktiknya, saya sering berhadapan dengan situasi yang menarik. Ketika hari tidak berpuasa itu jatuh pada hari Senin atau Kamis, saya kerap berpikir ulang—apakah sebaiknya tetap berpuasa? Artinya, saya menggabungkan puasa Dawud dengan puasa Senin-Kamis. Seperti hari ini. Saya sedang berpuasa, dan besok adalah hari Kamis. Ada dorongan kuat dalam diri saya untuk tetap berpuasa besok, meskipun itu berarti saya akan berpuasa dua hari berturut-turut. Yang membuat saya terus bertanya adalah: mengapa saya justru merasa ingin kembali pada lapar dan haus? Barangkali pertanyaan yang lebih tepat bukan sekadar tentang lapar, melainkan tentang apa yang lahir dari lapar itu sendiri. Sebab, alih-alih merasa tersiksa, saya justru merasakan sesuatu yang sulit dijelaskan dengan sederhana: ketenangan. Ada semacam keheningan batin yang muncul ketika tubuh tidak segera menuruti setiap dorongan....