Postingan

Menampilkan postingan dengan label Perbendaharaan

Revisi Anggaran untuk Optimalisasi Belanja

Gambar
 Dimuat di Koran Pontianak Post, Selasa 27 September 2022 ------------------------------------------------------------------------- Tak bisa dipungkiri, APBN memiliki peranan yang sangat penting. Dalam acara puncak Rakernas Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2022 tanggal 22 September 2022 lalu, Menteri Keuangan mengatakan bahwa APBN harus tetap berfungsi sebagai penjaga negara dan bangsa yang memiliki fungsi alokasi, distribusi, dan stabilisasi. Bahwa pemerintah menggunakan APBN sebagai  shock absorber  yang berkeadilan. APBN sebagai instrumen kebijakan fiskal mempunyai siklus yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pertanggungjawaban. Pada tahapan perencanaan, setiap kementerian/lembaga (K/L) melakukan penyusunan rencana kerja anggaran kementerian/lembaga atau RKAKL, yang merupakan dokumen rencana keuangan tahunan kementerian/lembaga. Mengingat pentingnya dokumen RKAKL sebagai bagian dari dokumen perencanaan, pemerintah terus memberikan perh...

Mendorong BLU Dalam Meningkatkan Kualitas Layanan Publik

Gambar
 Dimuat di Koran Pontianak Post, Sabtu 27 Agustus 2022 ---------------------------------------------------------------------- Undang-undang nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan Undang-undang nomor 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara telah memberikan peluang kepada instansi pemerintah untuk menjadi badan layanan umum (BLU). Instansi pemerintah yang dimaksud adalah terutama instansi yang memiliki tugas memberikan pelayanan kepada masyarakat, seperti rumah sakit dan perguruan tinggi. Model pengelolaan keuangan BLU memberikan kesempatan kepada pengelola untuk menggunakan pendapatan BLU secara langsung tanpa harus disetorkan ke Kas Negara terlebih dahulu. Merujuk definisi pada UU Perbendaharaan Negara, BLU merupakan instansi di lingkungan pemerintah yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang dan/ atau jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan prod...

Menilik Pengelolaan Hibah dalam Pelaksanaan APBN

Gambar
 Dimuat di Koran Pontianak Post, Senin 12 September 2022 ------------------------------------------------------------------------ Undang-Undang nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara pasal 22 menjelaskan bahwa pemerintah pusat dapat memberikan pinjaman dan/atau hibah kepada pemerintah daerah atau sebaliknya. Hal ini berarti pemerintah pusat juga diperkenankan untuk menerima hibah dari pemerintah daerah. Bahkan dalam peraturan lebih lanjut, yaitu Peraturan Pemerintah (PP) nomor 10 tahun 2011 tentang Tata Cara Pengadaan Pinjaman Luar Negeri dan Penerimaan Hibah, menegaskan bahwa hibah dalam negeri dapat berasal dari lembaga keuangan dalam negeri, lembaga non keuangan dalam negeri, pemerintah daerah, perusahaan asing yang berdomisili dan melakukan kegiatan di Indonesia, lembaga lainnya, dan perorangan. Dengan amanat di atas, maka kemudian dalam struktur APBN terdapat salah satu komponen pendapatan negara, yaitu penerimaan hibah. Selain itu dalam pelaksanaan belanja telah pula dia...

Pembiayaan SBSN Pada Proyek Infrastruktur

Gambar
Dimuat di Koran Pontianak Post, Senin 27 Juni 2022 dan website Pontianak Post tanggal 29 Juni 2022 pada link:  https://pontianakpost.jawapos.com/opini/29/06/2022/pembiayaan-sbsn-pada-proyek-infrastruktur/ ------------------------------------------------------ Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) telah menjadi salah satu instrumen anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Sejak tahun 2013 pemerintah menggunakan SBSN sebagai salah satu alternatif pembiayaan infrastruktur. Tentu, infrastruktur yang dimaksudkan adalah proyek infrastruktur yang bersifat prioritas dan memiliki output dan outcome yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Berdasarkan rilis Kementerian Keuangan, perkembangan pembiayaan proyek SBSN menunjukkan angka yang signifikan. Tahun 2021 nilai proyek yang dibiayai SBSN mencapai Rp27,58 triliun, padahal pada tahun 2013, yaitu saat pemerintah baru memulai menggunakan SBSN, proyek yang dibiayai SBSN hanya sebesar Rp800 miliar. Hal ini juga menunjukan kepercayaan m...

Program Literasi ASN: Upaya Menggugah PNS untuk Produktif Menulis

Gambar
Dimuat di https://jateng.idntimes.com/ pada link:  https://jateng.idntimes.com/opinion/social/dhana-kencana-1/program-literasi-asn-upaya-menggugah-pns-untuk-produktif-menulis/full  (25 Februari 2022) ------------------------------------------------------------------------- Pada peringatan Hari Bakti Perbendaharaan Tahun 2018, Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) Kementerian Keuangan mengangkat tema literasi. Tema ini kemudian menjadi inspirasi lahirnya ide-ide baru, inovasi, kreatifitas pegawai dan kegiatan-kegiatan di seputar tema tersebut. Inti dari lahirnya tema literasi adalah organisasi ingin mendorong para pegawainya tidak hanya cakap berbicara tetapi juga mampu menuangkan gagasan dalam sebuah tulisan populer yang dapat dinikmati oleh masyarakat. Tujuan yang diinginkan adalah agar program dan output yang dihasilkan pemerintah, khususnya dari Kemenkeu dapat diketahui oleh masyarakat. Bagi pegawai sendiri, program literasi ini juga akan memberikan motivasi untu...

Tantangan Literasi

Ditulis: 28 Desember 2019 Percayalah IKU Literasi itu IKU yang  keren .  Pertama, ia mendorong setiap pejabat untuk mampu menuangkan informasi dan gagasan dalam bentuk tulisan. Yang dengan begitu, pejabat itu akan punya warisan. Apalagi jika tulisannya bagus dan jadi buku. Orang itu akan dikenang. Kita mengingat banyak tokoh karena tulisan atau buku-buku yang ia karang. Kedua, dengan implementasi jabatan fungsional, IKU literasi menjadi sangat relevan. Seorang pejabat fungsion al dituntut untuk bisa menuliskan laporan, membuat analisis dan menyusun rekomendasi. Persyaratan dan penilaian angka kredit -di banyak jabatan fungsional- dan untuk naik ke jenjang yang lebih tinggi, juga mewajibkan untuk membuat buku. IKU ini sedikit demi sedikit akan mendorong orang untuk belajar menulis. Jika tulisannya terkumpul dan banyak, bisa menjadi satu buah buku. Sebelum menulis, juga dituntut untuk membaca buku. Ketiga, dengan model penilaian saat ini, dimana ada iming-iming...

Perkembangan TI & Pengembangan Organisasi

Gambar
Ditulis: 24 Maret 2018 Mengapa dengan perkembangan TI kita malah mengembangkan organisasi? Ini alasannya. Sebuah organisasi yang terus memanfaatkan TI dalam proses bisnis, adakalanya dihadapkan pada sebuah pertanyaan dan pengambilan keputusan: bertahan, menjadi ramping atau malah mengembangkan organisasi. Sepintas orang akan berpikir dan ini sepertinya menjadi logika umum, bahwa dengan perkembangan TI dimana tenaga manusia tergantikan oleh mesin, aplikasi, semestinya berdampak pada perampingan struktur organisasi. Mengapa muncul pemikiran demikian? Karena inilah cara berpikir linear. Logika kebanyakan dan sudah umum. Hal yang biasa. Sekarang, kita coba dengan cara berpikir yang tidak lagi linear. Mari kita zigzag. Apalagi bila ini instansi pemerintah. Hitungannya bukan profit, worted atau tidak. Kenapa kalau dengan perkembangan TI, organisasi harus ramping? Siapa yang mewajibkan begitu? Tuhan pun tidak. Apalah manusia.  :) Apa iya, kalau dengan banyakny...

Kawal, Mengawal

Ditulis: 4 Pebruari 2018 Menurut KBBI, kawal artinya jaga, mengawal artinya menjaga, mengiring untuk menjaga. Pernahkah anda nonton film the bodyguard atau the bodyguard from beijing atau the hitman bodyguard? Inti dari ketiga film itu adalah bodyguard yang berusaha mati-matian menjaga seseorang yang menjadi tanggung jawabnya. Untuk film yang terakhir, si bodyguard membawa, mengawal dan menjaga agar si saksi kunci dapat hadir di persidangan meski banyak rintangan yang mereka hadapi . Saya kira gambaran dari ketiga film itu bisa memberikan definisi yang benar tentang arti mengawal. Intinya, bahwa mengawal itu memastikan apa yang kita kawal itu selamat, sampai pada tujuannya. Dan itu kadang memang ada resikonya. Apalagi kalau yang dikawal itu jatuh atau tiba di tempat yang bukan semestinya. Yang itu artinya kita kesasar. Siapa yang mesti bertanggung jawab? Si pengawal bukan?

Program Menulis

Gambar
Ditulis: 21 Januari 2018 Mulailah dengan membisikan mantra ini 3 kali: "menulis itu mudah." Sudah? Lalu tulislah semua yang tergambar dalam pikiran. Seperti saat saya menuliskan ini. Saya sedang membayangkan semua pejabat bisa menulis tentang pengalamannya bekerja, pengalamannya di suatu daerah, pengalamannya menghadapi masyarakat dan adat setempat. Kisah pengalaman itu kemudian dikirimkan ke unit yang akan menggabungkan semua tulisan menjadi sebuah buku. Jadilah apa yang saya sebut w awasan local wisdom. Apa manfaat buku ini? Banyak. Selain untuk meningkatkan kompetensi sosiokultural bagi pembacanya, setidaknya kita bisa menulis. Bila masih kesulitan untuk menuliskan apa yang ada dalam pikiran, coba gunakan cara ini. Saya yakin semua memiliki smartphone yang di dalamnya ada fitur perekam. Buka fitur itu. Lalu silakan anda ngomong pengalaman anda seharian tadi, misalnya anda baru saja bertemu dengan mitra kerja dan berhasil memberikan saran atas masalah yang dihadap...

Literasi & Agen Organisasi

Program Literasi Organisasi Ditulis: 20 Agustus 2017 Pernahkah Anda ke Toko Buku? Beberapa kali saya kesana dan mencoba mengecek buku buku di lapak ekonomi, hukum dan pemerintahan. Saya berusaha menemukan buku yang terkait institusi saya atau setidaknya ditulis oleh tokoh tokoh ternama di organisasi saya. Saya kesulitan menemukan buku buku itu. Padahal sejatinya banyak tema/kebijakan menarik yang sangat layak untuk ditulis menjadi buku dan dikonsumsi serta menjadi referensi masyar akat. Sebenarnya tidak hanya buku, pun sedikit saja yang menulis di media mainstream (atau malah belum ada). Mungkin karena kita belum sadar literasi. Bila kini kita mengenal program literasi sekolah, barangkali itu bisa ditiru menjadi program literasi kantor. Percayalah, menulis itu investasi. Bisa jadi kedepan setiap Anda tes untuk naik ke jabatan lebih tinggi, Anda akan diminta untuk menulis. Sumpah..., bila Anda mampu menulis dan menerbitkan buku, sungguh itu keren sekali. Dan sekarang kami berusaha...

Perbendaharaan Go Green

Perbendaharaan Go Green . Konsepnya adalah green office . Kantor-kantor modern dengan visi lingkungan sudah menerapkannya. Lihatlah kantor Google atau barangkali Anda punya contoh lainnya. Keren bukan? Saya pengen punya kantor seperti itu. Ada 6 program: penghematan listrik, penghematan air, penghematan kertas, peningkatan kenyamanan, program kebersihan dan program penghijauan. Sejatinya itu bukan sesuatu yang benar benar baru. Dikemas kembali dengan momentum yang tepat untuk memberikan gaung yang besar dan menjalar. Kita bikin pemantik di Hari Bakti, lalu menerbitkan surat edaran dan menggemakan saat Rapimnas.  Kita daulat Menteri untuk melaunching. Beliau mengapresiasi sekaligus memberikan tantangan: efisiensi listrik, air dan kertas. Rewardnya nanti untuk meningkatkan kenyamanan yang identik dengan kebahagiaan serta kegembiraan. Bagaimana caranya?  Bukan tugas anda untuk memikirkan itu. Mungkin kalimat barusan agak sinis. Karena kebanyakan orang akan  menanggap...