2020 MDPL
-(Selasa, 31 Maret 2026)- Dan kami pun bergeser. Istilah itu, yang belakangan akrab di telinga anak muda, terasa pas untuk menggambarkan perpindahan kecil setelah sebuah pengalaman dianggap cukup—atau justru belum selesai, sehingga perlu ruang lain untuk melanjutkan percakapan. Siang itu, setelah puas menikmati kafe di hutan pinus dengan air terjunnya yang sunyi, kami memutuskan untuk bergerak lagi. Bukan sekadar berpindah tempat, tetapi seperti membuka bab berikutnya dari perjalanan yang sama. Jika sebelumnya kami berada di wilayah Jawa Timur, kali ini kami ingin menyeberang rasa ke Jawa Tengah. Sekali lagi, insting mengambil alih peran peta. Tanpa banyak perencanaan, kami menemukan sebuah kafe yang mengklaim dirinya sebagai yang tertinggi di Jawa Tengah—berdiri di ketinggian 2020 mdpl. Klaim itu mungkin bisa diperdebatkan, tetapi bagi kami, angka itu sudah cukup menjadi undangan. Tempat-tempat baru memang selalu membawa semacam energi yang sulit dijelaskan. Ada kesegaran yang buka...