Postingan

Menampilkan postingan dengan label Penguatan Tusi

Pasca Corona

--- (Ditulis tanggal 29 April 2020) --- Siapa yang pernah menduga di jaman modern begini ada pageblug? Jaman yang kita bangga-banggakan sebagai era industri 4.0. Yang kadang banyak orang juga tidak terlalu paham kenapa tiba-tiba sudah sampai ke nomor 4. Kemana itu angka 3, 2 dan 1. Bahwa sejatinya, inilah yang waktu itu sudah ada dalam visi banyak orang dan diidam-idamkan. Masa ketika tak ada lagi pengguna layanan datang ke kantor. Tidak ada layanan tatap muka. Diganti dengan daring atau melalui aplikasi. Bahkan, kantor cukup dijalankan dengan 1, 2 atau sampai 5 orang saja. Dan sekarang, itu sudah nyata terjadi. Saya ingat, sudah ada sebelum jaman corona ini satu edaran agar untuk kegiatan monitoring cukup menggunakan TI dalam rangka efisiensi. Dan itu terbukti, sekarang benar-benar dilakukan bahkan semua kegiatan meeting, sosialisasi dilakukan melalui vidcon. Dulu, kita memimpikan bisa bekerja cukup dari rumah. Karena di era 4.0 semuanya sudah sangat memungkinkan. Dan itu juga terjad...

Kantor Vertikal Yang Mengurusi PNBP

Ditulis: 20 Oktober 2018 Sudah saatnya kita lebih serius. Mengelola PNBP. Dan memang kini pemerintah semakin serius. UU PNBP yang baru sebagai buktinya. Barangkali inilah momen yang tepat. Untuk mendudukkan tugas pada tempatnya. Yang memang sejatinya itu tugasnya. Yang jika tepat tempatnya akan berdampak pada tata kelola PNBP yang lebih optimal. Ada unit yang namanya pelaksanaan anggaran. Tentu yang dimaksudkan adalah APBN. Yang di dalamnya mencakup penerimaan dan pengeluaran. Unit ini bertugas menyusun kebijakan terkait pelaksanaan anggaran. Yang selama ini lebih banyak ke soal kebijakan pelaksanaan pengeluaran. Lalu, bagaimana perumusan kebijakan atas pelaksanaan penerimaan? Nah, inilah saat yang pas. Untuk mulai memikirkan. Kebijakan apa yang tepat agar pelaksanaan penerimaan berdampak pada kebaikan. Bagi negara. Dan rakyatnya. Di dalam DIPA selama ini, ada unsur belanja dan pendapatan. Dalam ranah pelaksanaan mestinya tidak melulu soal belanja yang ditangani. P...

Kehumasan & Keranjang Mangga

Ditulis: antara Jakarta- Jogja, 9 Juni 2018 Betapa pentingnya kehumasan di era kekinian, biarlah jangan saya yang bicara. Berikut kata-kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung: "Era sudah berubah, kita tak bisa gunakan andalkan sisi kehumasan seperti dulu, harus berubah, harus inovasi, harus kekinian." Betapa media sosial perlu dimanfaatkan, ini ucapannya: "Presiden Joko Widodo kerap menggunakan media sosial sebagai sarana sosialisasi program-program pemerintah. Karena tidak dapat lagi mengandalkan media mainstream." Betapa cara komunikasi yang digunakan tidak terbatas satu saluran, ini pendapatnya: "Tantangan era digital ini tidak ada lagi informasi yang bersifat tunggal, harus ada cara berkomunikasi yang lebih smart dan ada elemen of surprises, tidak lagi bisa monoton." Betapa tantangan besar kehumasan saat ini adalah ketika berhadapan dengan generasi milenial, Gubernur Jabar Aher berujar: "Mereka adalah generasi yang harus didekati de...

Layanan "Kelas Jauh"

Ditulis di Angkasa, 10 Mei 2018 Seluruhnya menyatakan kegembiraan atas rencana berdirinya kantor cabang pembantu kami di kota senja indah yang menurut mereka sudah dijanjikan sejak lama oleh entah siapa yang sejatinya mereka sangat berharap secepatnya beroperasi agar kesulitan transportasi tak lagi mereka alami dimana seorang perempuan yang kami panggil kakak bercerita dengan penuh semangat atas kisah perjalanannya ke kantor induk kami yang hanya bisa ditempuh dari kota itu dengan pesawat seminggu sekali atau jalur laut paling cepat 8 jam tanpa ada pilihan melalui jalan darat. Suatu ketika dia berangkat ke kantor induk dan kembali dengan menggunakan kapal laut yang saat pulangnya terjadi musibah yang mana satu mesin kapal itu rusak dan di kala teknisi masuk ke ruang mesin untuk memperbaiki justru tiba-tiba teknisi itu meninggal dunia karena rakus makan durian pada waktu kapal bersandar yang memang kota dimana kantor induk itu berada terkenal dengan durian dan buah pala dan lan...

Tugas Pembinaan

Ditulis di atas Rel Kereta, 5 Mei 2018 Begini-begini saya dulu aktivis dakwah. Sekarang, entahlah?  : Ketika masih kuliah di kampus kedinasan, seminggu 3-4 kali saya mendatangi satu kampung binaan. Pada satu periode, malah saya ditunjuk sebagai ketuanya. Di kampung itu ada mushola. Habis ashar kami mengajari ngaji dan hal-hal baik lainnya pada anak-anak. Selepas Maghrib, ada orang tua dan remaja yang juga belajar ngaji. Kami mendampingi mereka sampai sholat isya. Lepas sholat isya, kami tutup dengan kultum. Lalu, sebelum kami pulang ke kost biasanya kami berkeliling silaturahmi ke rumah warga. Hari ini berkunjung ke rumah keluarga A dan B, besoknya keluarga C dan D, terus bergantian. Inti dari semua yang kami lakukan adalah mengajak warga pada kebaikan. Mengapa kami lakukan itu? Karena kami merasa ada kewajiban melaksanakan hal itu, yaitu berdakwah mengajak pada kebaikan. Tetapi, apakah warga merasa terikat untuk kami bina? Tentu tidak. Semua berangkat dari kesadaran salin...

Mengawal APBN

Ditulis di Angkasa, 28 April 2018 Saya hanya bisa tersenyum dan mengangguk. Pak Sekda itu protes dengan persyaratan penyaluran DAK fisik yang menurutnya memberatkan Pemda dan malah menjebak, khususnya terkait dana talangan dari APBD. Setidaknya bagi daerahnya. Tentu saya tidak bisa membantah dan menjelaskan lebih jauh. Meski sebenarnya pada proses pengalihan penyaluran DAK fisik saya juga terlibat. Bukan itu tujuan kami bertemu Sekda. Ada maksud lain yang menjadi tujuan utama. Saya khawatir jika saya membantah komplain itu, justru akan berpengaruh pada niat baik Pak Sekda itu kepada kami. Pak Sekda juga menjelaskan tentang kondisi geografis daerahnya yang berbatasan dengan negara tetangga selain dengan kekayaan alam berupa hutan konservasi yang sangat luas. Beliau bercerita ada satu kawasan dimana orang bisa menambang emas cukup dari permukaan tanah, apalagi kandungan di dalamnya. Dengan bangga Pak Sekda menjelaskan tentang pohon besar di hutan itu yang membutuhkan 7 orang...

Rumah Yang Lebih Besar

Ditulis: 14 April 2018 Wiken minggu lalu ada hal yang tidak biasa dengan diri saya. Tumben-tumbennya saya mau membersihkan dan merapikan tanaman pekarangan rumah, termasuk menata interior rumah. Mantan pacar yang kini tinggal serumah sempat berkomentar: "Kayaknya hari ini mau hujan deras." Saya tertawa cengengesan. Rumah. Tempat dimana kita berteduh, bernaung, istirahat. Selain juga bagian dari harta, kebanggaan, simbol kelas sosial. Sehingga, bila punya uang, sebagian kita berusaha merenovasinya agar lebih bagus dan megah. Meski sebenarnya dari sisi kebutuhan tidak terlalu diperlukan. Biasanya komposisi rumah terdiri dari ruang tamu, kamar tempat rehat, kamar mandi, dapur, ruang keluarga, ruang ibadah. Pada umumnya, penambahan atau renovasi yang dilakukan lebih pada penambahan kamar tempat istirahat karena pertimbangan jumlah anggota keluarga yang bertambah atau keinginan agar kamar rehat makin luas. Namun, bisa jadi keinginan lainnya. Renovasi atau penambah...

Senjata & Keberanian

Ditulis: 7 April 2018 Adakalanya di masa lampau kita melakukan hal-hal yang tergolong nekat dan ketika mengingatnya, batin kita berkata: "bagaimana bisa saya melakukan itu?" Lalu kita pun tersenyum meski miris. Karena kita menyadari, bila itu dilakukan hari ini, rasanya tidak mungkin, sebab tidak ada lagi keberanian. Keberanian lahir dari beberapa hal. Pertama, berani karena ilmu atau kemampuan. Ada orang yang berani menangkap ular, karena dia sudah punya ilmunya. Kedua, berani karena keadaan. Acapkali keadaan genting alias kepepet memunculkan keberanian. Ketiga, berani karena kekuasaan. Merasa dekat dengan pimpinan, kadang membawa kita pada sebuah keberanian untuk menekan lawan. Keempat, berani karena sembunyi. Sejatinya ini keberanian semu, yang wujud ketika merasa orang lain tidak tahu. Selingkuh misalnya. Kelima, berani karena nekat. Ini lahir dari kesadaran atas keadaan yang dianggapnya sudah paling buruk, hingga resiko yang mungkin akan dihadapi, tak ada yang...

Perkembangan TI & Pengembangan Organisasi

Gambar
Ditulis: 24 Maret 2018 Mengapa dengan perkembangan TI kita malah mengembangkan organisasi? Ini alasannya. Sebuah organisasi yang terus memanfaatkan TI dalam proses bisnis, adakalanya dihadapkan pada sebuah pertanyaan dan pengambilan keputusan: bertahan, menjadi ramping atau malah mengembangkan organisasi. Sepintas orang akan berpikir dan ini sepertinya menjadi logika umum, bahwa dengan perkembangan TI dimana tenaga manusia tergantikan oleh mesin, aplikasi, semestinya berdampak pada perampingan struktur organisasi. Mengapa muncul pemikiran demikian? Karena inilah cara berpikir linear. Logika kebanyakan dan sudah umum. Hal yang biasa. Sekarang, kita coba dengan cara berpikir yang tidak lagi linear. Mari kita zigzag. Apalagi bila ini instansi pemerintah. Hitungannya bukan profit, worted atau tidak. Kenapa kalau dengan perkembangan TI, organisasi harus ramping? Siapa yang mewajibkan begitu? Tuhan pun tidak. Apalah manusia.  :) Apa iya, kalau dengan banyakny...

Kawal, Mengawal

Ditulis: 4 Pebruari 2018 Menurut KBBI, kawal artinya jaga, mengawal artinya menjaga, mengiring untuk menjaga. Pernahkah anda nonton film the bodyguard atau the bodyguard from beijing atau the hitman bodyguard? Inti dari ketiga film itu adalah bodyguard yang berusaha mati-matian menjaga seseorang yang menjadi tanggung jawabnya. Untuk film yang terakhir, si bodyguard membawa, mengawal dan menjaga agar si saksi kunci dapat hadir di persidangan meski banyak rintangan yang mereka hadapi . Saya kira gambaran dari ketiga film itu bisa memberikan definisi yang benar tentang arti mengawal. Intinya, bahwa mengawal itu memastikan apa yang kita kawal itu selamat, sampai pada tujuannya. Dan itu kadang memang ada resikonya. Apalagi kalau yang dikawal itu jatuh atau tiba di tempat yang bukan semestinya. Yang itu artinya kita kesasar. Siapa yang mesti bertanggung jawab? Si pengawal bukan?

Program Menulis

Gambar
Ditulis: 21 Januari 2018 Mulailah dengan membisikan mantra ini 3 kali: "menulis itu mudah." Sudah? Lalu tulislah semua yang tergambar dalam pikiran. Seperti saat saya menuliskan ini. Saya sedang membayangkan semua pejabat bisa menulis tentang pengalamannya bekerja, pengalamannya di suatu daerah, pengalamannya menghadapi masyarakat dan adat setempat. Kisah pengalaman itu kemudian dikirimkan ke unit yang akan menggabungkan semua tulisan menjadi sebuah buku. Jadilah apa yang saya sebut w awasan local wisdom. Apa manfaat buku ini? Banyak. Selain untuk meningkatkan kompetensi sosiokultural bagi pembacanya, setidaknya kita bisa menulis. Bila masih kesulitan untuk menuliskan apa yang ada dalam pikiran, coba gunakan cara ini. Saya yakin semua memiliki smartphone yang di dalamnya ada fitur perekam. Buka fitur itu. Lalu silakan anda ngomong pengalaman anda seharian tadi, misalnya anda baru saja bertemu dengan mitra kerja dan berhasil memberikan saran atas masalah yang dihadap...

Literasi & Agen Organisasi

Program Literasi Organisasi Ditulis: 20 Agustus 2017 Pernahkah Anda ke Toko Buku? Beberapa kali saya kesana dan mencoba mengecek buku buku di lapak ekonomi, hukum dan pemerintahan. Saya berusaha menemukan buku yang terkait institusi saya atau setidaknya ditulis oleh tokoh tokoh ternama di organisasi saya. Saya kesulitan menemukan buku buku itu. Padahal sejatinya banyak tema/kebijakan menarik yang sangat layak untuk ditulis menjadi buku dan dikonsumsi serta menjadi referensi masyar akat. Sebenarnya tidak hanya buku, pun sedikit saja yang menulis di media mainstream (atau malah belum ada). Mungkin karena kita belum sadar literasi. Bila kini kita mengenal program literasi sekolah, barangkali itu bisa ditiru menjadi program literasi kantor. Percayalah, menulis itu investasi. Bisa jadi kedepan setiap Anda tes untuk naik ke jabatan lebih tinggi, Anda akan diminta untuk menulis. Sumpah..., bila Anda mampu menulis dan menerbitkan buku, sungguh itu keren sekali. Dan sekarang kami berusaha...

Perbendaharaan Go Green

Perbendaharaan Go Green . Konsepnya adalah green office . Kantor-kantor modern dengan visi lingkungan sudah menerapkannya. Lihatlah kantor Google atau barangkali Anda punya contoh lainnya. Keren bukan? Saya pengen punya kantor seperti itu. Ada 6 program: penghematan listrik, penghematan air, penghematan kertas, peningkatan kenyamanan, program kebersihan dan program penghijauan. Sejatinya itu bukan sesuatu yang benar benar baru. Dikemas kembali dengan momentum yang tepat untuk memberikan gaung yang besar dan menjalar. Kita bikin pemantik di Hari Bakti, lalu menerbitkan surat edaran dan menggemakan saat Rapimnas.  Kita daulat Menteri untuk melaunching. Beliau mengapresiasi sekaligus memberikan tantangan: efisiensi listrik, air dan kertas. Rewardnya nanti untuk meningkatkan kenyamanan yang identik dengan kebahagiaan serta kegembiraan. Bagaimana caranya?  Bukan tugas anda untuk memikirkan itu. Mungkin kalimat barusan agak sinis. Karena kebanyakan orang akan  menanggap...

Pengembangan Organisasi

Belum juga saya duduk di kursi baru, saya sudah dihantui oleh pertanyaan: apa yang akan saya lakukan dengan organisasi ini? Di inbox juga ada pesan singkat: “saya nitip organisasi dalam mengawal transformasi kelembagaan TANPA melupakan kondisi pegawai.” Saya mulai mencari tahu tentang jabatan baru saya, apa tugas dan wewenangnya. Saya awali dengan menemukan arti paduan kata “pengembangan organisasi”. D i KBBI, “ pengembangan ” dimaknai: proses, cara, perbuatan mengembangkan. Sedangkan “ mengembangkan ” artinya: membuka lebar-lebar; membentangkan; menjadikan besar (luas, merata dsb); menjadikan maju (baik, sempurna dsb). Kata “o rganisasi ” di KBBI artinya : kesatuan (susunan dsb) yang terdiri atas bagian-bagian (orang dsb) dalam perkumpulan dsb; kelompok kerja sama antara orang-orang yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama. Lalu, apakah “pengembangan organisasi” secara simpel bisa diartikan sebagai pembesaran organisasi. Mestinya begitu. Jadi, bila sebaliknya, orga...