Tetap tekun

-(Jumat, 11 September 2026)-

Ada banyak nasihat tentang bagaimana seseorang seharusnya mempersiapkan diri menghadapi masa depan. Sebagian terdengar terlalu besar untuk dilakukan sekaligus, sebagian lainnya terasa seperti daftar kewajiban yang tidak pernah selesai. Tetapi jika dipikir-pikir, mungkin yang dibutuhkan pemuda—dan sebenarnya siapa pun, pada usia berapa pun—bukanlah kemampuan untuk mengetahui semuanya, melainkan kemauan untuk terus bertumbuh.

Kalau saya harus memberi beberapa nasihat sederhana kepada pemuda, saya akan memulainya dari hal-hal yang kelihatannya biasa.

Pelajarilah bahasa Inggris. Dunia semakin terbuka, dan banyak pengetahuan yang tersedia lebih dahulu dalam bahasa itu. Pelajarilah pemrograman, bukan semata-mata agar menjadi programmer, tetapi agar terbiasa memahami cara berpikir yang sistematis dan memecahkan masalah. Pelajarilah keuangan, karena kemampuan menghasilkan uang tidak otomatis membuat seseorang mampu mengelolanya.

Belajarlah berbicara di depan orang lain. Gagasan yang baik tetap membutuhkan jalan agar sampai kepada orang lain. Dan salah satu jalannya adalah kemampuan berkomunikasi.

Belajarlah juga hidup di bawah kemampuan. Jangan membelanjakan seluruh penghasilan hanya karena kita mampu membelinya. Ada perbedaan antara mampu membeli sesuatu dan mampu menanggung konsekuensinya. Uang yang tidak kita habiskan hari ini mungkin menjadi ruang bernapas ketika keadaan berubah besok.

Jaga tubuh, pikiran, dan ruh. Kita sering sibuk membangun karier sampai lupa bahwa tubuh adalah tempat kita menjalani seluruh pencapaian itu. Pikiran perlu dirawat agar tidak mudah keruh, sementara ruh membutuhkan sesuatu yang lebih dalam daripada sekadar kesibukan dan pencapaian.

Bacalah buku-buku yang baik. Tidak semua buku harus diselesaikan, tetapi biasakan diri berjumpa dengan gagasan yang lebih besar daripada pengalaman kita sendiri. Menulis juga perlu dilatih. Kemampuan menulis bukan hanya soal menghasilkan kalimat yang indah, tetapi kemampuan menyusun pikiran dengan jernih. Sering kali, ketika kita tidak mampu menjelaskan sesuatu dengan baik, persoalannya bukan pada kemampuan berbicara, melainkan karena kita sendiri belum selesai memahami apa yang kita pikirkan.

Dan yang paling penting: jangan pernah berhenti belajar.

Dunia tidak pernah berhenti berubah hanya karena kita merasa sudah cukup tahu. Pengetahuan yang kita miliki hari ini bisa menjadi usang beberapa tahun kemudian. Karena itu, belajar bukan lagi tahap kehidupan yang selesai ketika seseorang meninggalkan sekolah atau memperoleh gelar. Belajar adalah cara untuk tetap relevan.

Namun, dari semua nasihat itu, ada satu hal yang menurut saya jauh lebih menentukan.

Ketekunan.

Kalau suatu hari saya hanya boleh mengajarkan satu hal kepada anak-anak muda tentang kesuksesan, kegagalan, dan kebahagiaan, saya ingin mengajarkan mereka untuk tidak mudah berhenti.

Bukan karena saya menganggap bakat tidak penting. Bakat jelas membantu. Orang yang memiliki bakat tertentu mungkin bisa berlari lebih cepat sejak awal. Tetapi bakat tanpa ketekunan sering kali hanya menjadi potensi yang tidak pernah selesai menjadi sesuatu.

Begitu juga dengan kecerdasan. Kita sering mengagumi orang-orang yang dianggap jenius, seolah kecerdasan adalah tiket menuju keberhasilan. Padahal kehidupan dipenuhi orang-orang cerdas yang tidak sampai ke mana-mana karena tidak memiliki kemauan untuk terus berjalan ketika keadaan menjadi sulit.

Pendidikan pun demikian. Pendidikan penting, bahkan sangat penting. Tetapi ijazah tidak pernah menjadi jaminan bahwa seseorang akan menggunakan pengetahuannya dengan baik. Kita bisa menemukan begitu banyak orang berpendidikan yang hidupnya tidak berkembang karena berhenti belajar, takut mencoba, atau terlalu cepat menyerah.

Di sinilah ketekunan menjadi penting.

Ketekunan bukan berarti terus melakukan hal yang sama secara membabi buta. Ketekunan berarti memiliki cukup kesabaran untuk bertahan, sekaligus cukup kerendahan hati untuk memperbaiki cara ketika cara lama tidak berhasil. Ia bukan keras kepala. Ia adalah kesediaan untuk kembali mencoba setelah kegagalan membuat kita malu, kecewa, atau bahkan meragukan diri sendiri.

Ada orang yang memulai dengan keunggulan besar, tetapi berhenti di tengah jalan. Ada pula yang memulai dengan kemampuan biasa-biasa saja, tetapi terus berjalan ketika yang lain sudah menyerah. Pada akhirnya, jarak sering kali tidak ditentukan oleh siapa yang berlari paling cepat pada kilometer pertama, tetapi oleh siapa yang masih bersedia berlari ketika perjalanan terasa panjang dan tidak ada seorang pun yang bertepuk tangan.

Karena itu, yang saya khawatirkan adalah ketika anak-anak muda menjadi orang yang mudah menyerah hanya karena sekali gagal.

Sebab kegagalan sesungguhnya bukan selalu ketika kita jatuh. Kadang kegagalan justru terjadi ketika kita memutuskan bahwa jatuh adalah alasan untuk tidak pernah bangun lagi.

Maka, jangan biarkan rasa takut mengambil terlalu banyak ruang dalam hidup. Jangan pula membiarkan kemalasan membuat kita menunda terlalu banyak hal yang sebenarnya penting. Dan jangan membawa dendam terlalu jauh. Dendam mengikat kita pada masa lalu, sementara hidup terus bergerak ke depan.

Kita tidak selalu bisa menentukan bakat yang kita miliki, tempat kita dilahirkan, kesempatan yang datang, atau berapa kali kehidupan akan membuat kita jatuh. Tetapi kita masih memiliki sesuatu yang sangat berharga: keputusan untuk bangkit dan mencoba lagi.

Mungkin itulah salah satu bentuk kesuksesan yang paling sederhana sekaligus paling sulit.

Bukan selalu menjadi yang terbaik.

Bukan selalu menjadi yang pertama.

Melainkan tetap berjalan ketika alasan untuk berhenti terasa jauh lebih mudah ditemukan.

Pada akhirnya, bakat bisa membuka pintu. Pendidikan bisa menunjukkan arah. Kecerdasan bisa membantu menemukan jalan. Tetapi ketekunanlah yang sering kali membuat seseorang tetap berada di jalan itu cukup lama untuk sampai ke tujuan.

Dan untuk hal yang satu ini, saya kira tidak ada batas usia.

Populer

Mutasi (lagi)??

Tepian Samudra Berenergi Hijau

Materi kebersihan

Belum berhasil

Berburu Sunrise

2020 MDPL

KUR malam minggu

Pasar kaget

Sungai coklat

Pergaulan global