Berani bertanya
-(Senin, 1 Juni 2026)- Ada kalanya saya merasa manusia terlalu cepat menerima sesuatu sebagai kewajaran. Sesuatu diulang terus-menerus, diwariskan dari generasi ke generasi, lalu perlahan berubah menjadi aturan yang nyaris tak boleh dipertanyakan. Padahal mungkin, kemajuan justru lahir dari keberanian untuk bertanya ulang terhadap hal-hal yang dianggap paling normal. Saya sering memikirkan hal-hal sederhana semacam ini: mengapa pesawat harus berlari panjang di landasan sebelum akhirnya terbang? Mengapa sebuah benda yang dirancang untuk mengudara justru membutuhkan hamparan beton yang begitu luas hanya untuk bisa meninggalkan tanah? Tidakkah mungkin suatu hari manusia menemukan cara agar pesawat dapat naik secara otomatis tanpa ancang-ancang panjang seperti sekarang? Barangkali pertanyaan itu terdengar naif. Namun bukankah banyak penemuan besar bermula dari pertanyaan yang mula-mula dianggap aneh? Dari sana pikiran saya bergerak ke hal lain yang tak kalah lazim: birokrasi. Mengapa pelay...