Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2026

Jam karet

-(Minggu, 3 Mei 2026)- Saya selalu menyimpan keraguan terhadap kinerja pemerintah daerah, sekeras apa pun dorongan yang datang dari pemerintah pusat maupun tekanan dari masyarakat. Keraguan itu bukan lahir dari prasangka, melainkan dari pengamatan yang berulang. Saya sering bertanya dalam hati: mengapa perubahan di tubuh pemda terasa begitu lambat? Apakah mereka masih bisa berbenah dan meningkatkan kinerjanya? Mungkin bisa. Namun, setiap kali saya berhadapan dengan satu indikator sederhana ini, harapan itu seperti perlahan memudar. Indikator itu terdengar sepele: disiplin waktu. Barangkali ini tampak terlalu sederhana untuk dijadikan ukuran kinerja. Tetapi justru dalam hal-hal yang tampak remeh, sering tersembunyi persoalan yang paling mendasar. Selama berinteraksi dengan beberapa pemerintah daerah dalam tugas saya, saya berulang kali menjumpai pola yang sama: acara hampir selalu molor, bahkan lebih dari satu jam dari jadwal yang tercantum di undangan. Ironisnya, undangan itu sering ka...

Logika rezeki

-(Sabtu, 2 Mei 2026)- Jalan pagi sering memberi saya hal-hal kecil yang tampaknya biasa, tetapi diam-diam memantik renungan panjang. Kadang saya menemukan pemandangan yang baru pertama kali terlihat, kadang justru sesuatu yang sudah berkali-kali lewat di depan mata—namun baru benar-benar saya perhatikan belakangan ini. Beberapa pagi terakhir, perhatian saya tertuju pada sebuah kios penjual bensin eceran yang berdiri tepat di depan SPBU. Bukan sekadar keberadaannya yang membuat saya berhenti berpikir, melainkan logika di balik keputusan itu. Di kepala saya, pertanyaan sederhana segera muncul: mengapa seseorang memilih berjualan BBM persis di depan tempat yang menjual produk sama, dengan harga lebih murah, takaran lebih pasti, dan jaminan kualitas yang lebih dipercaya? Secara bisnis, keputusan itu tampak seperti menanam pohon di bawah bayang-bayang pohon yang jauh lebih besar. Peluang hidupnya terlihat tipis. Pengendara motor, tentu saja, secara rasional akan memilih mengisi bensin di SP...

Resafel kabinet

-(Jumat, 1 Mei 2026)- Entah sudah berapa kali reshuffle kabinet terjadi. Menteri diganti, kepala badan dipindahkan, pimpinan lembaga dirotasi. Wajah-wajah baru datang membawa harapan, sementara wajah lama bergeser ke kursi lain dengan tugas yang berbeda. Barangkali itu memang diperlukan ketika presiden melihat ada kinerja yang belum optimal, atau merasa ada orang lain yang lebih tepat mengisi posisi tertentu. Di balik setiap pergantian itu, selalu ada asumsi yang terdengar masuk akal: bahwa orang baru akan membawa energi baru, cara kerja baru, dan pada akhirnya hasil yang lebih cepat terasa oleh masyarakat. Seolah-olah persoalan negara bisa diselesaikan dengan mengganti nakhoda di atas kapal. Namun, di titik inilah saya sering merasa ada sesuatu yang luput dibicarakan. Benarkah seorang menteri bekerja sendirian? Tentu tidak. Di belakang seorang menteri, kepala badan, atau kepala lembaga, ada mesin birokrasi yang panjang, berlapis, dan sering kali rumit. Mesin itulah yang sesungguhnya m...