Jam karet
-(Minggu, 3 Mei 2026)- Saya selalu menyimpan keraguan terhadap kinerja pemerintah daerah, sekeras apa pun dorongan yang datang dari pemerintah pusat maupun tekanan dari masyarakat. Keraguan itu bukan lahir dari prasangka, melainkan dari pengamatan yang berulang. Saya sering bertanya dalam hati: mengapa perubahan di tubuh pemda terasa begitu lambat? Apakah mereka masih bisa berbenah dan meningkatkan kinerjanya? Mungkin bisa. Namun, setiap kali saya berhadapan dengan satu indikator sederhana ini, harapan itu seperti perlahan memudar. Indikator itu terdengar sepele: disiplin waktu. Barangkali ini tampak terlalu sederhana untuk dijadikan ukuran kinerja. Tetapi justru dalam hal-hal yang tampak remeh, sering tersembunyi persoalan yang paling mendasar. Selama berinteraksi dengan beberapa pemerintah daerah dalam tugas saya, saya berulang kali menjumpai pola yang sama: acara hampir selalu molor, bahkan lebih dari satu jam dari jadwal yang tercantum di undangan. Ironisnya, undangan itu sering ka...