Imam sholat
-(Rabu, 17 Juni 2026)- Saya masih ingat imam masjid di dusun saya ketika saya remaja. Dalam setiap salat berjamaah, beliau hampir selalu membaca surat-surat pendek. Yang paling panjang yang saya ingat adalah Surah Al-A'la dan Al-Ghasyiyah saat salat Jumat atau hari raya. Selebihnya, bacaan beliau berkisar pada surat-surat pendek di Juz Amma. Cara beliau memimpin salat juga sederhana. Al-Fatihah dibaca dengan tempo yang wajar, tidak diperlambat untuk menciptakan kesan khusyuk. Bacaan surat, rukuk, sujud, hingga duduk di antara dua sujud mengalir dalam ritme yang tenang dan proporsional. Tidak tergesa-gesa, tetapi juga tidak dibuat berlama-lama. Bahkan ketika memimpin tarawih dua puluh rakaat, temponya sedikit dipercepat. Mungkin karena beliau memahami bahwa di belakang imam selalu ada beragam manusia dengan keadaan yang berbeda-beda: ada yang lelah setelah bekerja, ada yang sudah lanjut usia, ada yang membawa anak kecil, ada pula yang memiliki urusan yang harus segera diselesaikan. ...