Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kuliner Pontianak

Mind Blowing

Gambar
   - (Ditulis tanggal 23 Juli 2022) - Apa yang Anda bayangkan ketika mendengar kata "kerupuk"? Kebanyakan orang tentu akan berpikir seperti ini. Kerupuk adalah satu jenis panganan yang bentuknya lempengan, kering wujudnya dan akan berbunyi kriuk saat digigit. Setidaknya itu yang ada di benak saya. Bagi sebagian orang, kerupuk adalah lauk wajib saat ia makan. Tanpa kerupuk dan bunyi kriuk, sarapannya, makan siangnya atau makam malamnya akan terasa belum sempurna nikmatnya. Karena itu, bagi penggemar kerupuk, dia selalu sediakan satu toples penuh berisi kerupuk sebagai lauk pelengkap. Malahan, di beberapa tempat kerja, sekelompok pegawai urunan untuk berlangganan kerupuk, yang toples kaca isi kerupuk itu selalu disembunyikan saat akan ada pejabat sidak ke ruangan. Kerupuk ada banyak jenisnya. Ada yang berbentuk bundar putih atau kuning, dengan sebutan kerupuk bandung. Ada pula kerupuk lempeng, yang orang Madiun menyebut begitu, tapi orang Sragen menyebutnya karak. Ada pula keru...

Bekerja Berdasarkan Data

Gambar
 - (ditulis tanggal 17 Juli 2022) -  Ada satu pelajaran berharga yang saya peroleh dari seorang senior. Yaitu: memulai tugas baru dengan menganalisis data. Di awal tahun lalu, saat sang senior ini akan memulai tugas barunya, barangkali dia tidak bertanya pada pendahulunya tentang orang-orang disitu, bagaimana kinerja dan perilakunya. Akan tetapi, dia memilih bertanya tentang user password OMSPAN. Kami baru paham setelah hari pertama perkenalan, dia memaparkan hasil olah data. Dia tunjukan visualisasi data dan analisisnya. Saya terkaget-kaget. "Oh.. sampai kesana pemikirannya." Sejak itulah, saya terpicu untuk mencontoh apa yang dia lakukan. Menggeluti data. Lewat pergumulan dengan data itu kemudian saya melahirkan beberapa artikel. Pada intinya adalah bekerja berdasarkan data. Ini yang selalu dia tekankan. Dia tunjukan hipotesa-hipotesa berdasarkan data yang dia olah. Seperti: jumlah hari yang dilalui pemda dalam proses perekaman data kontrak atau SP2D BUD sampai dengan revi...

Target Tercapai

Gambar
 - (Ditulis tanggal 16 Juli 2022) -  Yess...!!! nilai IKPA kuartal dua bisa mencapai target 89. Data kemarin menunjukkan angka 89,27. Dengan capaian triwulan I yang masih dibawah target, tentu raihan triwulan II ini menjadi prestasi yang daebak. Karena tak mudah meraihnya. Ada drama disana. Yang memang drama itu dibutuhkan agar bekerja tak terjebak pada rutinitas yang monoton. Seluruh pihak harus peduli dan dilibatkan. Itulah kuncinya. Tak mungkin Kanwil bekerja sendiri. Dan juga mustahil KPPN berusaha mandiri. Pada akhirnya peran satker adalah utama. Disitulah dibutuhkan kesungguhan Kanwil dan KPPN untuk memberikan bimbingan, pendampingan dan konsultasi secara intens. Kunci berikutnya adalah alat monitoring. Ini diperlukan agar Kanwil dan KPPN bisa mengontrol dan memberikan evaluasi, mana-mana yang mesti didorong, satker mana yang mesti dikejar dan sekaligus sarana bagi Kanwil dan KPPN untuk mengetahui medan laga. Karena itu, alat monitoring ini tidak cukup yang hanya bisa me...

Defisit Kalori

Gambar
 - (Ditulis tanggal 25 Juni 2022) -  Inilah yang berusaha dilakukan oleh orang-orang modern sekarang ini. Berbagai cara dilakukan untuk menurunkan kandungan "kalori" di dalam tubuhnya. Entah sebagai life style, agar good looking atau memang untuk kesehatan. Salah satu cara yang dilakukan adalah berolah raga, baik lari, gowes, nge-gym atau olah raga lainnya. Intinya: agar timbunan karbo itu terbakar dan sedikit demi sedikit menipis. Begitu kira-kira saran dari berbagai youtuber sembari memamerkan badan ramping atau berotot itu. Mereka bilang: "cukup 5 menit setiap hari" atau "cukup lakukan ini di rumah" atau "berat badan turun dalam satu minggu" dan beragam kalimat lainnya yang provokatif itu. Percayalah. Itu tak pernah semudah yang kita tonton di youtube. Tak sedikit yang akhirnya putus asa, lalu berkata "terserah!". Yang artinya bisa macam-macam. Bisa bermakna sudah pasrah dan menerima keadaan serta percaya itu sudah takdirnya. Atau bi...

Asal Usul (Capaian Output)

Gambar
- (Ditulis tanggal 24 Juni 2022) -  Di tengah upaya menggenjot nilai IKPA dan setelah merampungkan novel Sepatu Dahlan, saya menemukan buku berisi asal usul benda-benda di sekeliling kita. Seperti: asal usul rumah, baju, kaos, sarung, handuk, dll. Seiring aktivitas monitoring capaian output, beberapa halaman buku itu sudah saya baca. Yang menarik dari buku ini adalah selain tambahan pengetahuan tentang sejarah benda-benda itu, saya suka dengan gaya bahasa penulisannya. Saya merasa tidak asing dengan gaya menulis seperti itu. Gaya bertutur. Saya senang, seolah mendapat justifikasi dengan gaya saya selama ini. Maka, output yang kelak saya peroleh setelah mengkhatamkan buku itu adalah pengayaan pengetahuan, kosa kata, gaya kalimat, yang semua itu akan mempertajam kompetensi saya. Dan inilah mungkin yang disebut outcome. Yang semuanya itu barangkali bisa disebut sebagai momen mengasah gergaji. Begitulah. Apapun, output dan outcome senantiasa menjadi tujuan. Maka, perhatian kita hari-ha...

Pepaya Madu

Gambar
  - (Ditulis tanggal 17 Juni 2022) - Makna kata "buah-buahan" sudah pasti berbeda dengan "mobil-mobilan" atau "uang-uangan." Yang pertama artinya beragam buah, yang kedua dan ketiga berarti tiruan atau bukan mobil atau bukan uang sebenarnya. Ahli gizi mengatakan atau buku-buku pelajaran sekolah menuliskan bahwa buah-buahan sangat bagus untuk dikonsumsi. Buah menjadi bagian dari "4 sehat 5 sempurna". Buah mengandung anti oksidan, banyak serat, berbagai vitamin, yang semuanya dibutuhkan oleh tubuh supaya tetap sehat. Kesimpulannya: buah itu sehat. Tak ada lagi perdebatan soal ini. Sesuatu yang sudah mutlak. Kalau pun ada yang ingin mendebat, ujung-ujungnya adalah debat kusir. Sebagaimana yang sering terjadi ketika semua pihak bertahan dengan ego masing-masing. Bahkan ketika terjadi debat kusir, "Bruaakk!" Meja terbelah. Sang Kuda naik pitam dan lepas kendali. Dua kusir tertunduk memegang cemeti. Begitulah. Absurd. Sebuah fiksi yang ...

Pisang Srikaya

Gambar
 - (Ditulis tanggal 16 Juni 2022) - Ketika dulu ada PPKM, dimana warga dilarang berkegiatan yang mengundang kerumunan, harga pisang di kampung saya anjlok. Ini bisa dipahami. Setiap hajatan warga, tak lepas dari kebutuhan akan pisang. Sehingga saat tak ada lagi hajatan, kebutuhan terhadap pisang menurun. Ketika permintaan melemah, sedangkan stok melimpah maka harga pun turun. Maka, pada masa itu, pisang-pisang yang kami panen dari kebun, lebih banyak kami konsumsi sendiri. Digoreng, direbus, atau dibikin semacam "barongko" atau untuk campuran isi kolak. Sekarang, hajatan warga sudah kembali marak. Seiring kebutuhan pisang meningkat, harga pisang pun naik. Sebenarnya tak hanya buah pisang yang punya nilai ekonomi. Daun pisang pun bisa dijual dan menghasilkan duit. Ya tentu harganya tak pernah selangit harga dedaunan gelombang cinta atau jenmani kala itu. Tapi, ungkapan: "Mau bayar pake apa? Pake daun pisang?", barangkali sudah jadi kenyataan. Ada lagi jantung pisang....

Capaian Output

Gambar
 - (Ditulis tanggal 14 Juni 2022) - Di benak saya, capaian output itu menggambarkan output-output strategis yang dihasilkan dari pelaksanaan APBN. Seperti: pembangunan gedung, pemeliharaan jalan, pembangunan jembatan, bendungan, pengadaan alkes, perangkat IT, dll. Rabaan saya, semua ini berawal dari keinginan pemerintah, yang gampangnya termaktub dalam pertanyaan ini: apa saja sih yang sudah dihasilkan dari APBN kita ini? Berapa kilometer jalan yang sudah dibangun? Berapa bendungan yang telah dibangun? Berapa orang warga yang sudah menerima bansos? Dan seterusnya. Dengan adanya capaian output ini, tidak saja kita mengetahui trilyunan uang APBN yang sudah dikucurkan pemerintah, tetapi juga diperoleh informasi hasil kerja pemerintah selama ini. Kaitannya dengan hasil kerja ini, tentu yang layak diekspos adalah output-output strategis yang berimpact bagi perekonomian. Yang sebagian besar dihasilkan dari pelaksanaan belanja modal dan sebagiannya dari belanja barang serta belanja bansos...

Ngemong

Gambar
 - (Ditulis tanggal 12 Juni 2022) -  Tema obrolan kami malam itu, lebih banyak porsinya tentang bagaimana menumbuhkan ikatan batin antar pegawai, terutama hubungan antar generasi. Satu hal yang bisa saya simpulkan: ikuti apa kemauan anak-anak muda itu. Apa seleranya, mainannya atau tempat yang mereka senangi? Artinya: kaum senior hendaknya bersikap demokratis. Kesimpulan itu saya ambil dari saripati pengalaman seorang senior yang jago dalam interpersonal communication. Memang tidak semua orang bisa melakukan itu. Dibutuhkan kebesaran hati, ngalah, rendah hati dan ikhlas. Atau istilahnya bisa "ngemong". Yang kadang ngemong ini tidak hanya dilakukan oleh senior kepada yunior, oleh atasan kepada bawahan, tapi kerap juga dilakukan oleh bawahan kepada atasan, atau oleh yunior kepada senior. Tentunya, dengan perkembangan jaman dan adanya celah generasi ini, yang ngemong mestinya kaum senior. Dan salah satu tanda senior itu bisa ngemong para yunior adalah kesediaan dan kelegaan hat...

Mengejar Target

Gambar
 -  (Ditulis tanggal 5 Juni 2022) - Tersisa kurang dari satu bulan dari sekarang, kita akan segera melewati periode triwulan II atau semester I 2022. Ada beberapa target yang perlu diraih sampai dengan triwulan II ini. Khususnya bagi satker K/L, melihat angka realisasi belanja saat ini, mesti dilakukan untuk mengevaluasi apakah sudah tercapai target penyerapan anggaran. Atau kalau memang belum dan pasti belum teraih, masih kurang berapa persen lagi yang harus direalisasikan. Atau jika dinominalkan, berapa miliar atau juta lagi yang harus dibelanjakan untuk mewujudkan target itu, dalam waktu sampai dengan akhir Juni. Sesuai reformulasi IKPA, target realisasi belanja ditetapkan setiap triwulan untuk masing-masing jenis belanja. Pada triwulan II, target penyerapan belanja pegawai 50%, belanja barang 50%, belanja modal 40% dan belanja bantuan sosial 50%. Setelah menghitung nominal anggaran yang mesti direalisasikan untuk sampai pada target, langkah berikutnya adalah mengidentifik...

Andai Semua Das Des Sat Set

Gambar
 - (ditulis tanggal 11 Juni 2022) - Nampaknya mengejar target realisasi penyerapan anggaran triwulan II ini akan menghadapi tantangan. Terutama untuk belanja modal, yang sesuai reformulasi IKPA, target di triwulan II ditetapkan 40%. Hampir setiap tahun tantangan penyerapan belanja modal ini selalu berulang. Tak saja pada belanja modal yang ada di satker K/L, termasuk DAK fisik -yang notabene merupakan belanja modal- juga menghadapi persoalan yang sama. Artinya, baik di satker K/L maupun pemda, masalah lambatnya penyerapan belanja modal sudah merupakan hal yang klise. Atau jangan-jangan memang sudah menjadi nature-nya belanja modal. Setiap tahun pola penyerapannya selalu ajeg. Selalu landai di awal, lalu melonjak di periode triwulan IV, jika digambarkan dalam satu grafik. Padahal, semua sudah sepakat, semakin cepat realisasi semakin baik. Alias, jika kegiatan belanja modal itu cepat dilaksanakan dan cepat selesai, tentu outputnya yang berupa infrastruktur bisa segera dimanfaatkan o...

Simbiosis Senior-Yunior

Gambar
 --(Ditulis tanggal 4 Juni 2022)-- Cerita film Top Gun baru-baru ini bisa merefleksikan kondisi lingkungan kerja. Terutama pada bagian bagaimana membangun tim yang kompak antara generasi senior dengan para yunior. Kuncinya, tim solid beda generasi itu mesti dibangun berdasar pondasi kompetensi dan kemampuan setiap elemen tim. Istilahnya, simbiosis mutualisme. Bukan sebagiannya menjadi parasit. Kompetensi itu tidak harus sama dan pasti berbeda. Seorang senior, rasanya sulit menyamai kegesitan dan kemampuan para yunior di bidang teknologi. Tapi, biasanya yang senior lebih kaya akan pengalaman. Ibaratnya, senior sudah beberapa kali naik pangkat, puluhan kali KGB, dan telah sekian kali beradaptasi dengan lingkungan, pimpinan dan tugas-tugas baru. Sepatutnya, pengalaman-pengalaman itu menjadi value atau nilai lebih bagi para senior. Berkat banyaknya pengalaman dan didukung wawasan yang luas, seorang senior seyogyanya mampu menjadi visioner, yang bisa memprediksi segala kemungkinan yang ...

Membaca

Gambar
Saya selalu tertarik dengan buku-buku. Karenanya, di setiap kota saya berusaha mencari lokasi perpustakaan daerah dan mendaftar menjadi anggota. Termasuk dulu di perpustakaan nasional, saya sudah memiliki kartu anggota disana. Selain untuk menambah wawasan, membuka cakrawala baru, membaca buku dapat menambah perbendaharaan kata. Sehingga, ketika kita menulis akan lebih kaya kosa katanya. Tidak setiap paragraf diawali kata "terkait" atau "dalam rangka" atau "sehubungan" atau "berkenaan". Karena ada pilihan kata lainnya. Membaca buku juga menjadi sarana hiburan. Misalnya membaca novel atau cerpen, dimana kadang kita ikut terbawa dalam cerita dan berimajinasi tentang para tokoh dan latar cerita. "Ini jenis buku yang bikin candu! Saya tak mampu berhenti membalik halaman sampai tamat," tulis A. Fuadi pada cover novel Sepatu Dahlan. Yang itu berarti membaca novel mampu memberikan hiburan dan membuat ketagihan untuk segera mengkhatamkan. Adaka...

Kesadaran

Gambar
Ada yang bilang pikiran manusia itu seperti tingkah monyet. Maksudnya, dia suka loncat kesana kemari, tidak pernah bisa diam. Sekarang memikirkan tentang pekerjaan, semenit kemudian beralih pada keluarga. Tiba-tiba ingat tagihan, sejurus berikutnya mikirin tentang status medsos teman yang piknik atau kumpul bersama komunitas, yang membuat kita menjadi FOMO. Lantas, beralih lagi pada keinginan bisa ini, bisa itu. Nanti begini, besok begitu. Atau menyeruak memori silam, coba dulu begini, tidak begitu dan seterusnya, dimana bisa banyak hal memenuhi otak manusia. Seperti itulah cara kerja pikiran. Silakan dibuktikan. Sudah berapa hal yang Anda pikirkan hari ini? Dalam 24 jam, akan banyak hal yang berkecamuk dalam pikiran manusia. Mungkin akan berhenti saat manusia itu tidur. Kadang tidak juga, karena apa yang dipikirkan terbawa dalam mimpinya. Jadi, andai misalnya pikiran itu muncul dalam bentuk suara, akan terdengar sangat berisik. Tidak bisa tenang. Yang karena tidak tenang itu, membuat ...

Pemakan Segala

Gambar
Ada sebagian orang yang tidak suka makan durian. Bagi yang suka, akan merasa aneh dengan orang-orang ini. Sebaliknya, yang tidak suka juga merasa heran dengan mereka yang maniak durian. Termasuk pada beberapa jenis makanan lainnya. Ada orang yang tidak suka makan sayuran. Di piringnya hanya ada nasi dan lauk. Nasi plus ati ampela, nasi dan ayam goreng, nasi dan telur ceplok, tempe, tahu atau lauk lainnya. Bahkan ada juga orang yang tidak suka minum air putih. Baginya yang namanya minum itu harus manis. Teh manis, air sirup, susu, softdrink, dll. Ada pula orang yang perbendaharaan makanannya terbatas. Dia hanya bisa makan masakan etnis tertentu, hanya masakan Jawa, misalnya. Sudah sampai Sulawesi, Sumatera atau Kalimantan, yang dicari tetap saja masakan Jawa. Atau hanya bisa makan dengan tempe, tahu, telur, ayam dan daging. Ketika ketemu ikan, apalagi ikan laut, dia tidak tahan dengan bau amisnya dan karenanya menjadi tidak suka. Apalagi ketemu ikan yang disayur tanpa digoreng. Menyentu...