Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2026

Kambing perantau

-(Minggu, 2 Agustus 2026)- Siang tadi saya makan nasi kebuli dengan lauk kambing. Sebelum makanan itu datang, saya membayangkan potongan daging kambing yang melimpah. Ternyata yang tersaji hanya beberapa potong kecil. Mungkin memang harga daging kambing di daerah ini relatif mahal sehingga porsinya dibuat lebih hemat. Pengalaman sederhana itu membuat saya mulai memperhatikan pola kuliner di sekitar. Dari berbagai rumah makan dan warung yang saya temui, menu berbahan daging ayam, sapi, dan ikan jauh lebih mudah ditemukan. Sebaliknya, masakan berbahan daging kambing terasa seperti barang langka. Bahkan untuk sekadar mencari sate kambing pun tidak semudah yang saya bayangkan. Sejauh ini saya baru menemukan warung sate Madura yang menjual sate ayam dan, sepertinya, sate sapi. Saya memang belum sempat mencobanya. Dari percakapan yang sempat saya dengar di sana, daging yang digunakan tampaknya memang daging sapi, bukan kambing. Tentu saya masih harus memastikan sendiri. Namun kesan pertama y...

Gubernur BI

-(Sabtu, 1 Agustus 2026)- Mungkin saya sedang tiba di sebuah tembok dalam perjalanan menulis. Bukan karena tidak ingin menulis, melainkan karena benar-benar merasa kehabisan ide. Saya sudah berusaha memeras pikiran, membongkar ingatan, bahkan memaksa diri mencari tema yang layak dituangkan. Namun rasanya seperti berada di sebuah ruangan yang lampunya mendadak padam. Saya tahu masih ada banyak benda di dalamnya, tetapi saya tak lagi mampu melihatnya. Selama ini, ketika kehabisan gagasan, saya punya cara sederhana untuk mengatasinya: menulis tentang kenyataan bahwa saya sedang kehabisan ide. Aneh memang. Namun sering kali, begitu jari mulai mengetik, pikiran perlahan ikut bergerak. Kalimat pertama memancing kalimat berikutnya. Sebuah paragraf membuka jalan bagi paragraf setelahnya. Seolah-olah mesin yang semula mogok kembali hidup hanya karena dipaksa berputar. Hari ini ternyata berbeda. Saya benar-benar merasa kehabisan bahan bakar. Saya lalu berpikir, mungkin saya terlalu lama tidak me...