Eksperimen ketakutan

-(Rabu, 3 September 2025)-

Dalam film The Dark Knight Rises, diceritakan bagaimana Joker menebar teror dan kekacauan untuk menciptakan ketakutan di tengah warga kota. Baginya, ketakutan adalah target utama.

Ketika rasa takut itu berhasil menyebar dan menyelimuti hati setiap orang, Joker kemudian melakukan sebuah eksperimen sosial. Ia adalah sosok yang tidak percaya pada etika dan nilai moral. Sebagai seorang nihilistis, ia memandang kehidupan semata-mata sebagai absurditas. Responnya terhadap absurditas itu hanyalah menertawakannya.

Eksperimen pertamanya terbukti berhasil. Ia berhasil mengubah Harvey Dent—seorang penegak hukum yang idealis—menjadi sosok yang bertindak melawan hukum, etika, dan norma karena dorongan balas dendam. Padahal sebelumnya Harvey adalah simbol keteguhan hukum.

Fenomena ini barangkali bisa pula terjadi. Misalnya, ketika ada pihak-pihak yang mengatasnamakan protes terhadap perilaku korup, tetapi justru melakukan perusakan fasilitas publik yang dibiayai negara. Pada akhirnya, kedua tindakan itu sama-sama merugikan keuangan negara.

Eksperimen kedua dilakukan Joker melalui dua kapal dengan penumpang yang berbeda. Kapal pertama ditumpangi warga umum yang dianggap bermoral. Kapal kedua diisi para narapidana yang dipandang abai terhadap moral. Pada masing-masing kapal dipasang detonator bom yang saling berlawanan. Joker berasumsi bahwa pada akhirnya kedua kelompok tersebut akan sama saja: berusaha menyelamatkan diri sendiri dengan meledakkan kapal lain.

Namun kali ini Joker keliru. Para penumpang di kedua kapal tetap berpegang pada moralitas. Meskipun dihantui ketakutan, mereka memilih untuk tidak mencelakakan pihak lain.

Pada akhirnya kita perlu menjaga agar teror dan kekacauan tidak terjadi. Setiap orang harus mampu menjadi pelindung bagi keluarga dan lingkungannya agar tidak terseret dalam aksi serupa.

Barangkali pihak-pihak tersebut tidak seideologis Joker yang hanya ingin menertawakan absurditas. Namun kita tahu, mungkin saja mereka memiliki agenda tersembunyi. Apa itu? Entahlah.

Populer

The Last Kasi Bank dan Manajemen Stakeholder

DAK Fisik dan Dana Desa, Mengapa Dialihkan Penyalurannya?

Menggagas Jabatan AR di KPPN

Setelah Full MPN G2, What Next KPPN?

Perbendaharaan Go Green

Everything you can imagine is real - Pablo Picasso

Pengembangan Organisasi

"Penajaman" Treasury Pada KPPN

Agar Regional Chief Economist Menghasilkan Rekomendasi yang "Handal"