Jalan rekreasi
-(Minggu, 14 September 2025)-
Saya selalu kagum pada orang-orang yang bisa konsisten. Apalagi dalam olahraga. Ada yang tetap rutin berlari, padahal usianya tidak lagi muda. Saya membayangkan, mungkin tubuh mereka sudah terbiasa, sehingga lari bukan lagi sekadar hobi atau ikut-ikutan, tapi sudah menjadi kebutuhan.
Kalau kebutuhan itu tidak terpenuhi, mungkin ada sesuatu yang terasa kurang dalam hari-hari mereka. Bisa juga muncul rasa tidak nyaman, atau malah sakit yang timbul karena melewatkan lari. Mungkin di situlah lari sudah berubah bentuk—dari sekadar aktivitas—menjadi kebiasaan yang sulit dilepaskan.
Saya pun pernah mengalami masa itu. Dulu saya bisa berlari seminggu dua kali, bahkan lebih. Tapi seiring bertambahnya usia, lari mulai terasa berat. Bukannya segar, malah seperti menyiksa. Bisa jadi karena saya terlalu memaksakan diri. Namun ada juga pikiran yang ikut menyelip: soal keberlanjutan.
Saya mulai bertanya pada diri sendiri, apakah lari ini bisa saya lakukan sampai tua nanti? Atau justru akan berhenti karena tubuh sudah tidak sanggup? Dari situ saya berpikir, olahraga seperti apa yang bisa tetap saya jalani ketika usia semakin menua.
Ada yang pernah bilang, ketika sudah lanjut usia, sebaiknya kita tidak lagi memilih olahraga yang sifatnya kompetisi. Lebih baik beralih ke olahraga rekreasi—yang tujuannya bukan lagi mengejar capaian, tapi menjaga kesehatan, sambil tetap bisa dinikmati. Dari situlah saya mulai kepikiran: mungkin jalan kaki bisa jadi pilihan.
Jalan kaki memang sederhana. Tidak butuh perlengkapan khusus, risikonya kecil, dan bisa dilakukan di mana saja. Meski terlihat sepele, manfaatnya nyata, dan yang penting bisa terus dilakukan bahkan sampai usia lanjut. Rasanya lebih masuk akal dibanding terus memaksa diri berlari demi rutinitas.
Tentu, pilihan setiap orang berbeda. Ada yang tetap setia berlari, ada yang memilih bersepeda, berenang, atau yoga. Semua punya pertimbangannya sendiri. Bagi saya, yang terpenting bukan jenis olahraganya, melainkan kesediaan untuk terus bergerak, sesuai dengan kondisi tubuh kita masing-masing.
Dan pagi ini, saya menantang diri saya untuk melangkah lebih lama dan lebih banyak. Hasilnya: 16.224 langkah.