Maulidan semarak

-(Senin, 22 September 2025)-

Subuh itu, setelah sholat di langgar, saya hendak pulang ketika seorang jamaah menyusul dari belakang. Dengan ramah ia menyampaikan undangan agar saya hadir pada acara peringatan Maulid Nabi malam nanti. Saya pun tersenyum dan menjawab singkat: insyaallah.

Pagi itu memang sudah tampak suasana berbeda. Di dalam mushola, bagian depan mulai dipasang dekorasi. Di halaman, berdiri tenda sederhana sebagai atap tambahan untuk menampung jamaah. Dari kabar yang saya peroleh, bahwa di daerah ini tradisi Maulid berlangsung sepanjang bulan Rabiul Awal. Hampir semua masjid dan mushola menggelar acara serupa, bahkan ada yang menyelenggarakannya di rumah-rumah warga.

Malam itu bertepatan malam Jumat. Saya datang untuk sholat Isya dan sekaligus mengikuti rangkaian acara Maulid Nabi. Suasana terasa semarak. Di langgar maupun di bawah tenda luar, snack atau jajanan kemasan tampak digantung dengan tali rapia yang dibentangkan dari dinding ke dinding. Pemandangan ini rupanya cukup ampuh menarik perhatian anak-anak. Mereka hadir dengan antusias, menambah ramai suasana.

Tidak hanya jamaah sekitar, panitia juga menghadirkan grup hadrah atau rebana untuk membawakan Diba dan sholawat Nabi. Jamaah dari mushola lain pun ikut diundang. Tabuhan rebana yang mengiringi bacaan membuat suasana semakin hidup.

Ada satu momen yang benar-benar berkesan. Ketika sholawat -yang dahulu dilantunkan para sahabat menyambut kedatangan Nabi di Madinah- dikumandangkan, seluruh jamaah serentak berdiri. Pada saat itu pula, mereka mengambil snack yang bergelantungan di tali rapia. Anak-anak tampak gembira, sementara orang dewasa larut dalam kebersamaan. Ada petugas berkeliling, mengoleskan minyak wangi ke tangan jamaah, dan ada pula yang membagikan makanan berbentuk bulat lonjong dalam bungkus menarik. Saya menduga mungkin berisi telur, meski bisa juga jenis makanan lain.

Setelah pembacaan sholawat usai, acara dilanjutkan dengan tausiah dari seorang ustad. Jamaah menyimak dengan khidmat hingga acara ditutup dengan pembagian berkat untuk dibawa pulang.

Singkatnya, Maulidan ini bukan sekadar perayaan, melainkan juga pengalaman kebersamaan yang mengesankan.

Populer

The Last Kasi Bank dan Manajemen Stakeholder

DAK Fisik dan Dana Desa, Mengapa Dialihkan Penyalurannya?

Menggagas Jabatan AR di KPPN

Setelah Full MPN G2, What Next KPPN?

Perbendaharaan Go Green

Everything you can imagine is real - Pablo Picasso

Pengembangan Organisasi

"Penajaman" Treasury Pada KPPN

Agar Regional Chief Economist Menghasilkan Rekomendasi yang "Handal"