Prioritas keamanan

-(Senin, 1 September 2025)-

Hari-hari belakangan ini semakin menegaskan bahwa rasa aman merupakan kebutuhan dasar manusia. Keamanan bukan hanya soal terhindar dari ancaman fisik, tetapi juga mencakup perlindungan atas jiwa dan raga, keluarga, serta harta benda. Apabila satu saja aspek keamanan itu terganggu oleh faktor eksternal, maka ketenangan dan kenyamanan hidup akan goyah.

Situasi yang tidak kondusif sering kali tidak hanya merugikan pihak-pihak yang terlibat langsung, tetapi juga menyeret orang-orang yang sama sekali tidak mengerti persoalan menjadi korban. Dari sinilah kita bisa melihat bahwa keamanan sejatinya bukan sekadar kebutuhan, melainkan prioritas utama bagi kehidupan bermasyarakat.

Karena keamanan dan ketenteraman adalah kebutuhan dasar, setiap individu memiliki tanggung jawab untuk menjaga diri serta melindungi keluarganya. Tanggung jawab itu tidak terbatas pada lingkungan fisik, melainkan juga pada ruang digital, termasuk media sosial. Lingkungan maya kini menjadi bagian dari kehidupan nyata, dan sikap abai di dalamnya dapat berdampak luas pada suasana sosial.

Artinya, setiap orang dituntut untuk waspada dan bijak, bukan hanya dalam tindakan, tetapi juga dalam tutur kata dan terutama dalam postingan di dunia maya. Menjaga keamanan berarti pula menjaga etika berkomunikasi agar tidak menjadi bagian dari kelompok yang justru merusak kedamaian.

Pada titik inilah kesabaran diuji. Respons emosional terhadap sesuatu yang diasumsikan negatif sering kali melahirkan tindakan yang kontraproduktif, menambah keresahan, dan memperkeruh suasana. Padahal, respon yang jernih dan rasional lebih dibutuhkan agar tidak terjebak dalam arus provokasi.

Bagaimanapun, kenyamanan dan kesejahteraan masyarakat hanya dapat bertahan apabila ditopang oleh keamanan yang kokoh. Untuk menuju Indonesia yang maju, keamanan bukanlah pilihan kedua—ia adalah fondasi utama.

Populer

The Last Kasi Bank dan Manajemen Stakeholder

DAK Fisik dan Dana Desa, Mengapa Dialihkan Penyalurannya?

Menggagas Jabatan AR di KPPN

Setelah Full MPN G2, What Next KPPN?

Perbendaharaan Go Green

Everything you can imagine is real - Pablo Picasso

Pengembangan Organisasi

"Penajaman" Treasury Pada KPPN

Agar Regional Chief Economist Menghasilkan Rekomendasi yang "Handal"