Melawan takdir

-(Jumat, 21 Maret 2025)-

Suatu hari, kanguru berkata kepada kedua sahabatnya. Aku sudah bosan makan daun pohon kayu putih. Masak setiap makan itu terus. Aku ingin mencoba makanan lain. Kawan, aku ingin berkelana untuk mencari dan mencoba makanan baru. 

Sejak dahulu, turun temurun dari nenek moyang kanguru, mereka makan daun kayu putih. Tak ada jenis makanan lain yang mereka makan selain itu.

Kanguru pun pergi. Sebagai sahabat karib, kedua kawannya ikut mengembara. Menemani kanguru. Di satu tempat mereka berhenti. Bertemu dengan monyet yang sedang menikmati pisang. Hei kawan, boleh aku minta dan mencoba makananmu itu. Kata kanguru. Monyet itu lalu memberinya satu buah pisang. Kanguru lalu memakannya. Ah, rasanya kok kayak gini. Pikirnya. Buru-buru ia keluarkan pisang itu dari mulutnya. Sory kawan, sepertinya aku tidak cocok dengan makananmu itu. Monyet hanya mengangguk. Sambil keheranan. Padahal itu pisang paling enak. Pikir monyet. 

Kanguru bersama dua rekannya melanjutkan perjalanan. Mereka tiba di padang rumput. Bertemu dengan para domba yang sedang merumput. Duhai kawan, aku ingin mencoba makananmu itu. Kata kanguru. Dengan senang hati. Jawab domba itu. Masih banyak dan terhampar luas disini. Silakan makan sepuasnya. Loss...

Kanguru lalu mengambil rumput itu dan memakannya. Rasanya lebih aneh dari rasa pisang. Ia hampir muntah. Ia tahan agar tidak membuat para domba sakit hati. Oh, kawan, ternyata aku tidak cocok dengan makananmu. Ia lalu menjelaskan tentang keinginannya untuk mencari makanan selain daun kayu putih. Ia pamit. Lalu, pergi. Kembali berkelana.

Berhari-hari kanguru tidak makan. Badannya mulai terlihat kurus. Dua kawannya berusaha membujuknya untuk kembali ke rumah. Namun, ia bersikeras untuk tetap mewujudkan niatnya.

Mereka tiba di sebuah desa. Kanguru melihat sekawanan ayam sedang menikmati jagung. Ia mendekati kawanan ayam itu. Hei, kawan, aku boleh minta makananmu itu. Apa namanya? 

Ayo silakan. Ini namanya jagung. Masih banyak stoknya. Kami baru saja panen jagung. Kata ayam jantan itu. Kanguru kemudian mengambil Jagung dan mengunyahnya. Belum semenit, ia sudah berhenti. Ia bingung dengan rasa jagung itu. Maaf, kawan, sepertinya aku belum cocok. Katanya. Lalu ia bercerita tentang tujuannya hingga sampai ke desa itu. Mereka kemudian pamit.

Di desa itu, kanguru bersama dua sahabatnya bertemu dengan beberapa hewan lainnya. Setelah tahu niat kanguru, hewan-hewan itu menawarkan makanan mereka masing-masing. Mereka merasa kasihan dengan kondisi kanguru yang sudah semakin kurus dan lemas. Tapi, tidak ada satu pun makanan yang cocok buat kanguru. 

Karena capek dan lapar, kanguru tertidur. Dua kawannya sedih dengan kondisi kanguru. Lalu mereka berpikir dan menemukan cara. Saat kanguru tidur, mereka memasukkan daun kayu putih ke mulutnya. Tanpa sadar, kanguru mengunyah-ngunyah dan memakannya. Ia kemudian terbangun. Dan kaget. Aha, barusan aku makan enak sekali. Aku sudah menemukan makanan baru. Apa tadi yang kamu kasih ke mulutku. Tanya kanguru.

Sambil meminta maaf, dua kawan itu menunjukkan daun pohon kayu putih. Melihat itu, karena masih lapar, kanguru tergoda dengan nikmat daun yang baru ia rasakan tadi. Ia mengambil daun kayu putih itu dan memakannya dengan lahap.

Kanguru kemudian tersadar. Bahwa pada akhirnya ia tidak bisa melawan takdir. Atas makanannya. 

Itulah kira-kira isi buku yang pernah saya baca waktu masih sekolah dasar dulu. Buku yang saya pinjam dari perpustakaan sekolah. Tentu saja, tidak persis seperti itu. Beberapa bagian saya ubah, karena saya tidak bisa mengingat semuanya. Kalau tidak salah, buku cerita itu berjudul: Kanguru Melawan Takdir. 

Begitulah. Apakah itu juga terjadi di kehidupan nyata? 

Kadang, sekeras apapun kita berikhtiar dan berdoa, ada hal-hal dimana kita tak bisa mengubah takdir.

Populer

The Last Kasi Bank dan Manajemen Stakeholder

DAK Fisik dan Dana Desa, Mengapa Dialihkan Penyalurannya?

Menggagas Jabatan AR di KPPN

Setelah Full MPN G2, What Next KPPN?

Perbendaharaan Go Green

Everything you can imagine is real - Pablo Picasso

"Penajaman" Treasury Pada KPPN

Pengembangan Organisasi