Oplosan dimana-mana

 -(Ditulis tanggal 3 Maret 2025)-

Saya buka gugel. Saya ketik: apa sinonim oplosan? Muncul beberapa jawaban. Saya buka. Sinonim oplosan: campuran, racikan, ramuan, adonan, senyawa, gabungan, kombinasi. Itu diantaranya. Saya belum puas. Saya ketik lagi: apa sinonim mengoplos? Jawabannya: mencampur, meracik, meramu, memadukan, mengaduk. Itu pun sebagian. Karena masih ada kata yang lain lagi.

Suatu ketika kami makan. Di rumah makan. Diantara minuman yang tersedia adalah es susu soda gembira dan es campur. Kami memesan keduanya. Setelah tersaji pesanan itu, saya perhatikan isi gelas. Ada susu (sebenarnya kental manis), sirup, dan es. Disampingnya ada botol berisi soda. Lalu, saya tuangkan soda ke dalam gelas dan mencampurnya. Saya mengaduknya dengan sendok hingga merata. Jadilah es soda gembira yang segar dan nikmat. Saya beralih ke mangkok berisi es campur itu. Komposisinya: sirup, potongan buah-buahan, kental manis, cincau hitam, rumput laut dan es. Saya aduk mangkok itu. Saya sendok dan menyeruputnya. Hmmm.. segar dan nikmat.

Begitulah. Itu adalah dua contoh oplosan berupa minuman yang menghasilkan rasa nikmat dan bisa dinikmati hampir semua orang. Bahkan yang mengidap diabet pun bisa dan tetap merasakan nikmat. Tapi, dilarang dokter.

Dulu, saat anak saya sakit, kami membawanya ke dokter. Karena masih kecil dan kesulitan meminum obat berbentuk tablet, dokter memberikan resep dalam bentuk puyer atau serbuk. Sesudah menyerahkan resep dan membayar, kami menunggu pihak apotik meracik obat-obat itu dan menumbuknya hingga halus menjadi puyer. Yang kemudian dibungkus kertas yang dilipat seukuran permen jahe. Ketika akan diminumkan ke anak, kami menuangkan puyer itu ke sendok dan menambahkan sedikit air. Karena tahu rasa puyer itu pahit, maka dibutuhkan kerjasama antara saya dan istri. Saya memegang sendok berisi puyer yang sudah dicampur air, sementara istri memegang gelas berisi teh manis. “Ayo nak.. minum obat dulu biar lekas sehat.. aaaaaaa…” Yang tentu saja saya perlu membuka mulut untuk mengucapkan kata yang terakhir itu. Lalu, anak saya menirukan. Secepat kilat, saya tuangkan sendok berisi campuran puyer dan air ke dalam mulut anak saya. Dia menelannya dan dengan kilat pula istri saya menyorongkan gelas berisi teh manis ke mulut anak saya untuk diminum. Sebuah siasat untuk meredakan rasa pahit.

Begitulah. Itu merupakan satu bentuk oplosan berupa obat puyer yang sangat bermanfaat karena bisa menyembuhkan sakit.

Kenyataannya, saya adalah penggemar masakan Banjar. Termasuk masakan sayurnya. Ada banyak macam sayur. Orang Banjar menyebutnya gangan. Orang Jawa mengatakan: jangan. Ada sayur bening, sayur karuh, sayur asem, dll. Coba perhatikan isi dari sayuran itu. Percampuran antara beragam jenis sayuran. Yang sayur karuh, berisi: air, umbi keladi, batang keladi, kangkung, pisang muda, jantung pisang, santan, dan bumbu-bumbunya.

Yang sayur bening, adakalanya berisi: air, bayam, waluh, jagung, beserta bumbu-bumbunya. Atas percampuran itu kemudian menghasilkan rasa masakan yang enak dan nyaman banar. Apalagi dimakan bersama nasi banjar pera dengan buliran nasi yang kecil-kecil, sambal khas banjar dan ikan patin bakar. Hmmm… Betul-betul sebuah kombinasi yang menggugah selera.

Begitulah. Itu adalah bentuk oplosan berupa gangan dan masakan, yang merupakan makanan sehat dengan rasa yang nikmat.

Dengan merujuk sinonim diatas dan memperhatikan beragam hal di dunia ini, hampir seluruhnya dan dimana-mana merupakan oplosan atau kombinasi. Di suatu kantor pun, isinya adalah campuran orang-orang dengan latar belakang, karakter, suku, agama, dan usia yang berbeda. Dengan orkestrasi dan lingkungan yang kondusif, perbedaan itu justru mampu menghasilkan sinergi untuk mencapai kinerja terbaik. Begitu juga di perusahaan. Bahkan di kabinet pun berisi orang-orang dengan latar belakang partai yang berbeda.

Artinya, ada banyak macam oplosan atau percampuran atau kombinasi yang memberikan manfaat. Dan bukan sesuatu yang buruk. Kecuali yang ini. Miras oplosan. Yang kerap menimbulkan korban. Dan ada lagi. Jika dugaan itu benar. Yang sedang heboh itu. Anda sudah tahu.

Bagaimanapun ketika menyebut oplosan, maka sejatinya itu menandakan ada dua atau banyak hal yang tidak sama alias berbeda. Dan ketika akan memadukan perbedaan itu, barangkali kita perlu mengingat apa yang dikatakan oleh Mahatma Gandhi.

"Kekuatan tidak terletak pada perbedaan yang kita miliki, tetapi pada bagaimana kita menghormati dan merayakannya."

Populer

The Last Kasi Bank dan Manajemen Stakeholder

DAK Fisik dan Dana Desa, Mengapa Dialihkan Penyalurannya?

Menggagas Jabatan AR di KPPN

Setelah Full MPN G2, What Next KPPN?

Perbendaharaan Go Green

Everything you can imagine is real - Pablo Picasso

"Penajaman" Treasury Pada KPPN

Pengembangan Organisasi