Destinasi wisata
-(Rabu, 10 Desember 2025)-
Baru-baru ini saya mengikuti alur cerita film Letters to Juliet. Selain ceritanya yang menarik, ada sebuah ide baik yang saya notice—sebuah konsep yang bisa ditiru dan dikembangkan sebagai daya tarik wisata di suatu daerah.
Film itu menggambarkan bagaimana cinta itu mesti diperjuangkan agar tidak menimbulkan penyesalan di kemudian hari. Ada satu tempat—tepatnya bangunan yang dipercaya sebagai peninggalan kisah cinta klasik Romeo dan Juliet. Di sana, wisatawan dapat menuliskan surat berisi ungkapan hati, khususnya tentang kisah cinta mereka, lalu menempelkannya pada dinding. Surat itu ditujukan kepada Juliet.
Rupanya, setiap akhir hari, surat-surat itu dikumpulkan oleh sekelompok petugas yang menamakan diri mereka “para sekretaris Juliet”. Mereka membaca surat-surat tersebut dan membuat surat balasan bagi para penulisnya.
Diceritakan, ada satu surat yang tanpa sengaja ditemukan terselip di balik batu dinding itu. Surat yang telah berumur puluhan tahun tersebut berisi ungkapan hati seorang wanita yang tak bisa hidup bersama pria yang ia cintai. Keadaan dan kurangnya perjuangan membuat cinta mereka tak bersatu.
Setelah membaca surat itu, seorang sekretaris baru—yang menjadi tokoh utama film—tertarik membalas surat tersebut. Ia bahkan berniat menjadikannya sebagai novel yang selama ini ia impikan untuk ditulis. Singkat cerita, melalui perjuangan panjang menemukan pria yang disebutkan dalam surat tersebut, akhirnya mereka berhasil dipertemukan kembali.
Lebih detail ceritanya, silakan Anda cari sendiri di YouTube. Itu memang kisah cinta yang sangat menarik. Namun, bagi saya, bukan itu bagian yang paling menginspirasi. Justru ide tentang membalas surat-surat cinta yang ditempel di dinding itulah yang membuat saya berpikir panjang.
Saya membayangkan begini: di negeri ini juga banyak tempat yang dipercaya membantu orang mendapatkan jodoh. Ada Pantai Jodoh dan berbagai lokasi lain dengan nama yang erat kaitannya dengan percintaan. Di tempat-tempat seperti itu, bisa dibangun tembok atau papan khusus untuk menempelkan surat, doa, atau curahan isi hati.
Persis seperti dalam film, wisatawan dapat menulis ungkapan hati lalu menempelkannya. Pihak pengelola menyediakan sekretaris untuk membaca dan membalasnya. Dengan teknologi saat ini, balasan surat bisa langsung dikirim ke email pengunjung yang tercantum dalam surat tersebut. Lebih personal, lebih menyentuh.
Saya kira ini ide bagus untuk menarik banyak pengunjung—terutama anak muda yang tengah gundah dengan urusan perjodohan atau kisah cinta mereka. Ke depan, dengan pengembangan konsep yang tepat, tempat seperti ini dapat menjadi destinasi wisata yang sangat memikat.
Bagaimanapun, cinta adalah hal dasar yang selalu menjadi dorongan kuat bagi manusia untuk melakukan banyak hal. Cinta adalah motor kehidupan. Bahkan, cinta adalah sesuatu yang membuat manusia tetap hidup dan berharap.