Training AI

-(Kamis, 11 Desember 2025)-

Ketika wiken kemarin saya berolahraga jalan dan lari, saya bertemu dengan sebuah papan pengumuman berisi informasi pelaksanaan kegiatan in-house training pembelajaran mendalam AI dan coding. Mengingat daerah ini jauh dari kota besar, saya menganggap acara ini sungguh luar biasa. Namun justru karena itu saya penasaran: apa sebenarnya yang dilatihkan pada IHT tersebut?

Apakah itu sekadar nama yang terdengar canggih? Ataukah memang sesuai dengan isi acaranya? Berdasarkan judulnya, bayangan saya adalah para peserta akan diajarkan bagaimana membuat sebuah aplikasi berbasis AI—apalagi di dalamnya ada kata coding. Tetapi saya sendiri tidak yakin.

Sebagaimana webinar AI yang pernah saya tonton di YouTube, dugaan kuat saya adalah kegiatan semacam ini lebih sering berfokus pada latihan menggunakan aplikasi AI yang sudah ada. Secara konkret, barangkali yang diajarkan hanyalah bagaimana memanfaatkan ChatGPT, Gemini, Copilot, dan berbagai aplikasi lain untuk memudahkan pekerjaan. Toh, ketika menggunakan aplikasi-aplikasi tersebut, kita memang perlu mengetahui caranya, termasuk bagaimana membuat prompt yang baik agar menghasilkan keluaran yang berkualitas.

Saya kira pelatihan atau IHT sejenis memang telah banyak dilakukan, terutama di lingkungan pemerintahan. Ini menunjukkan bahwa aplikasi berbasis AI sudah dimanfaatkan secara luas untuk membantu penyelesaian berbagai pekerjaan birokrasi.

Namun, mengingat semakin masifnya penggunaan AI dan mempertimbangkan cakupan data yang diunggah ke dalam aplikasi-aplikasi tersebut, tampaknya pemerintah perlu segera mengatur dan memberikan rambu-rambu yang jelas. Tujuannya sederhana tetapi mendesak: mencegah unggahan data yang berlebihan dan menghindari kekeliruan mengunggah informasi yang bersifat confidential.

Betapapun AI membantu kita dalam bekerja, batasan-batasan yang jelas justru akan membuat semua pihak bekerja dengan lebih aman, lebih nyaman, dan lebih bertanggung jawab.


Populer

The Last Kasi Bank dan Manajemen Stakeholder

DAK Fisik dan Dana Desa, Mengapa Dialihkan Penyalurannya?

Menggagas Jabatan AR di KPPN

Setelah Full MPN G2, What Next KPPN?

Perbendaharaan Go Green

Everything you can imagine is real - Pablo Picasso

Pengembangan Organisasi

"Penajaman" Treasury Pada KPPN

Agar Regional Chief Economist Menghasilkan Rekomendasi yang "Handal"