Ekonomi modern
-(Minggu, 23 November 2025)-
Nampaknya semua teori ekonomi itu tak benar-benar manjur untuk mengatasi keadaan ekonomi modern. Mengapa? Saya membayangkan teori-teori ekonomi itu disusun pada masa lampau, di mana kondisi sosial masyarakat dan teknologi masih sangat sederhana. Terlebih lagi saat itu belum ada internet dan media sosial. Sebagian besar kehidupan dan pekerjaan juga masih dikerjakan secara manual. Interaksi antar manusia dan antar negara barangkali waktu itu juga belum sekompleks saat ini.
Dengan berbagai faktor tersebut yang menjadi pembeda kondisi saat ini dan saat teori itu disusun, rupanya itu pula yang membuat hasilnya tidak bisa sama. Teori-teori itu tidak semujarab zaman dulu lagi. Apalagi ditambah kebutuhan manusia modern yang semakin kompleks, membuat situasinya tak lagi sama dengan dulu. Artinya, kondisi ceteris paribus itu barangkali saat ini hanya di textbook, tak mungkin lagi didapat di kehidupan nyata.
Pun, teori atau rumus pendapatan nasional yang ditulis sebagai Y = C + I + G + (X − M), menurut saya perlu dikritisi lagi. Ada faktor lain yang juga memberikan pengaruh besar, seperti ekspektasi masyarakat: apakah mereka optimis atau pesimis melihat ekonomi. Begitu juga dengan faktor investasi yang juga sangat dipengaruhi oleh pemberitaan, gosip baik itu media mainstream maupun media sosial. Hal yang sama juga pada G alias belanja pemerintah, ini juga sangat dipengaruhi oleh birokrasi.
Rumus itu sudah benar, tetapi dari setiap komponen nampaknya memiliki turunan yang mempengaruhi besarannya. Seperti dengan menganggarkan APBN dan APBD yang besar, dari rumus itu kita bisa bilang, itu akan meningkatkan kinerja pendapatan nasional. Tapi celakanya, dalam pelaksanaannya kerap berjalan tidak sebagaimana yang diinginkan. Serapan yang lambat, menumpuk di akhir tahun, belum lagi kasus korupsi tentu berpengaruh pada besaran G yang digelontorkan ke perekonomian. Ini barangkali anomali yang sering terjadi pada perekonomian modern saat ini.
Mungkin yang mesti dilakukan pemerintah adalah bukan bagaimana program-program besar itu disusun, tapi bagaimana ia bisa dieksekusi secara efektif. Dan itu butuh mesin birokrasi yang bergerak cepat.