Manipulasi opini
-(Jumat, 7 November 2025)-
Faktanya, masyarakat kita mudah sekali dipengaruhi oleh opini publik, terutama opini yang dibesarkan oleh media massa. Peristiwa atau berita apa pun yang sedang berkembang, seolah-olah menjadi pikiran bersama masyarakat. Artinya, barangkali telah terjadi manipulasi opini, sehingga perhatian publik terfokus hanya pada satu isu tertentu dan melupakan isu-isu lainnya.
Tengok saja berbagai tuntutan yang dulu sempat disuarakan dengan lantang. Ke mana semua itu sekarang? Semua seolah terlupakan, tergantikan oleh berita-berita terkini yang lebih heboh, lebih menghibur, dan barangkali dianggap lebih membawa harapan terhadap perbaikan ekonomi.
Artinya, masyarakat kita lekas lupa terhadap apa yang telah terjadi sebelumnya, dan mungkin juga tidak lagi peduli dengan kondisi yang sudah lampau. Pola seperti ini membuat kita terus menyaksikan kehebohan demi kehebohan baru, isu demi isu baru yang sengaja diproduksi agar masyarakat tetap terus menonton, membaca, dan mengklik kanal-kanal media yang pada akhirnya memang ditujukan untuk menghasilkan keuntungan.
Dari sinilah muncul pertanyaan kritis: apakah masyarakat akan selamanya terus dimanipulasi oleh arus berita dan isu-isu baru yang sebenarnya tidak terlalu penting bagi kepentingan mereka sendiri?