Pohon legacy

-(Kamis, 6 November 2025)-

Ada sedikit penyesalan: mengapa baru sekarang hal itu saya lakukan setelah sekian lama berada di satu tempat. Mestinya itu dilakukan sejak pertama kali datang, sehingga saya bisa tahu bagaimana perkembangannya, atau mungkin bisa ikut menikmati hasilnya.

Namun, tak apa. Tidak akan ada yang sia-sia atas apa yang kita lakukan saat ini, apalagi jika memang kita niatkan untuk menjadi sebuah legacy. Biarlah orang-orang setelah kita yang akan menikmati hasil dari apa yang kita tanam hari ini.

Yup, betul sekali. Ini memang soal tanam-menanam. Inilah yang baru saya lakukan: menanam pohon buah kelengkeng. Saya pun masih berpikir untuk menanam jenis buah lain, seperti durian dan alpukat.

Mungkin ketika buah-buah itu panen nanti, bukan saya yang menikmatinya. Hal ini persis seperti ungkapan: "kita yang menanam, mereka yang memetik". 

Sama halnya ketika di sebuah kantor, seluruh tim bekerja keras untuk meraih satu prestasi. Saat proses itu selesai dan tinggal menerima hasilnya, kadang terjadi pergantian pimpinan atau personel. Pada akhirnya, yang menerima hasil atau penghargaan adalah para pengganti itu.

Tapi tidak apa-apa. Justru di situlah letak keindahannya, ada satu legacy berharga yang telah ditinggalkan oleh pendahulunya.

Pun begitu dengan pohon-pohon buah itu nanti. Mungkin bukan saya yang memetik buahnya, tetapi saya tahu, apa yang saya tanam hari ini akan tetap hidup dan memberi manfaat bagi mereka yang datang kemudian.

Begitulah. Ada satu pelajaran berharga, yang akan selalu saya ingat: ketika baru berada di satu tempat penugasan baru, bersegeralah untuk menanam legacy.

Populer

The Last Kasi Bank dan Manajemen Stakeholder

DAK Fisik dan Dana Desa, Mengapa Dialihkan Penyalurannya?

Menggagas Jabatan AR di KPPN

Setelah Full MPN G2, What Next KPPN?

Perbendaharaan Go Green

Everything you can imagine is real - Pablo Picasso

Pengembangan Organisasi

"Penajaman" Treasury Pada KPPN

Agar Regional Chief Economist Menghasilkan Rekomendasi yang "Handal"