Kunang-kunang
-(Kamis, 20 November 2025)-
Apa sekarang yang ingin anda lihat dari kenangan masa lalu?
Jika pertanyaan itu ditujukan kepada saya, jawabannya sudah saya temukan. Mungkin sejak lama jawaban itu sudah bercokol di kepala saya. Sesuatu yang sudah saya rindukan karena menjadi pengalaman masa kecil yang terukir dalam pikiran saya: kunang-kunang. Itu jawaban saya.
Binatang ini barangkali sekarang sudah langka. Sulit untuk ditemukan kembali. Jika di tempat anda masih ada kunang-kunang, tolong beritahu saya, di mana tempatnya. Saya ingin benar-benar melihatnya terbang membawa cahaya, lalu saya ingin menangkapnya, memegangnya, lalu menjadikan ia penerang dalam kegelapan malam.
Begitulah yang dulu saya lakukan saat masih anak-anak dan remaja. Jalan setapak menuju masjid itu selalu gelap. Saya menangkap kunang-kunang yang melintas dan menjadikannya penerang jalan, sekaligus teman. Barangkali cahaya di tubuhnya tak cukup untuk menerangi gelap malam yang pekat itu. Kalau pun saya masih bisa melewati jalan itu, karena barangkali saya sebagai manusia dikaruniai indera untuk bisa tetap berjalan di kegelapan. Mungkin kunang-kunang yang saya tangkap itu sekadar menjadikannya teman perjalanan dan sugesti penerang seperti lampu senter.
Namun kini saya bertanya-tanya: ke mana kunang-kunang itu? Ketika setiap malam selepas isya saya melewati jalan di tengah kebun itu pun, tak tampak lagi kunang-kunang terlihat. Apakah ia telah punah?
Ini tentu menjadi kesedihan bagi saya. Ketika kelak saya hanya bisa bercerita pada anak cucu saya tentang kunang-kunang, tanpa bisa menunjukkan asli binatang itu. Memang benar, ada banyak foto dan video di internet, tapi itu tak nyata. Tak ada pengalaman untuk menangkapnya.
Dan kesedihan itu semakin menjadi manakala saya mencoba mengingat dan bertanya, apakah anak-anak saya yang sudah remaja pernah melihatnya langsung dengan mata kepala mereka?
Sungguh, jika ada tempat di mana kami bisa menyaksikan kembali kunang-kunang itu, saya akan ajak anak-anak saya untuk melihatnya. Saya membayangkan, kami akan bermain ceria, mengejar dan menangkap kunang-kunang itu.
Bagaimanapun, kunang-kunang bukan sekadar binatang malam pembawa cahaya. Ia adalah kenangan masa kecil. Ia adalah sebuah keceriaan anak-anak.