Pilihan spesialis

-(Rabu, 12 November 2025)-

Dalam sebuah diskusi dengan anak saya tentang pilihan spesialis yang kelak akan diambil, muncul beberapa alternatif yang mempertimbangkan jumlah pasien di masa depan.

Proyeksi jumlah pasien itu didasarkan pada hukum sebab akibat. Ketika seseorang dalam sekian waktu mengonsumsi satu jenis makanan, dan dengan melihat dampak dari satu makanan itu, kita bisa memperkirakan apa yang akan terjadi pada tubuh orang tersebut. Hal yang sama berlaku pada perilaku dan kebiasaan manusia. Dari kebiasaan dan pola hidup yang dilakukan hari ini, kita dapat menerka apa yang kelak akan terjadi pada dirinya.

Berdasarkan premis itu, kami mencoba membuat beberapa perkiraan.

Ketika melihat betapa anak-anak sekarang sudah banyak yang bermain dengan gawai, bahkan belajar pun dilakukan di depan layar, maka dapat diprediksi bahwa akan semakin banyak anak-anak yang mengalami gangguan mata. Artinya, dokter spesialis mata akan menjadi salah satu profesi yang sangat dibutuhkan di masa mendatang.

Selanjutnya, ketika menyaksikan bahwa makanan atau jajanan yang dikonsumsi anak-anak sekarang lebih banyak mengandung karbohidrat dan lemak, sementara gaya hidup rebahan kian menjadi kebiasaan di kalangan anak muda, maka dalam beberapa tahun ke depan kebutuhan akan dokter spesialis penyakit dalam (internis) hampir pasti akan meningkat. Bahkan, mungkin saat ini pun internis sudah termasuk spesialis dengan jumlah pasien terbanyak.

Selain itu, merebaknya isu mental health di kalangan remaja dan meningkatnya tekanan hidup akibat kehadiran media sosial juga memunculkan keyakinan bahwa kebutuhan terhadap dokter spesialis kejiwaan (psikiater) akan semakin besar.

Dan masih banyak lagi fenomena di masyarakat yang, jika kita amati dengan cermat, akan berujung pada satu dampak penyakit tertentu di masa depan. 

Dengan kata lain, semua jenis spesialisasi kedokteran akan semakin dibutuhkan, termasuk juga bidang kedokteran gigi.

Hipotesis ini didasari pada kenyataan bahwa masyarakat kita, secara umum, masih belum banyak yang benar-benar peduli terhadap gaya hidup sehat dan upaya-upaya preventif. Meskipun pemerintah telah berusaha mengedukasi masyarakat melalui berbagai program kesehatan, sering kali juga muncul kontradiksi: antara kepentingan menjaga kesehatan masyarakat dan dorongan untuk meningkatkan ekonomi.

Dengan kenyataan seperti tersebut di atas, maka apa pun spesialis kedokteran yang akan diambil, tampaknya tidak perlu ada kekhawatiran akan sepinya pasien. Semua bidang spesialisasi, pada akhirnya, akan tetap relevan dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat di masa depan.

Populer

The Last Kasi Bank dan Manajemen Stakeholder

DAK Fisik dan Dana Desa, Mengapa Dialihkan Penyalurannya?

Menggagas Jabatan AR di KPPN

Setelah Full MPN G2, What Next KPPN?

Perbendaharaan Go Green

Everything you can imagine is real - Pablo Picasso

Pengembangan Organisasi

"Penajaman" Treasury Pada KPPN

Agar Regional Chief Economist Menghasilkan Rekomendasi yang "Handal"