Musang King

-(Senin, 27 Oktober 2025)-

Buru-buru saya sampaikan disclaimer: bahwa apa yang saya tuliskan ini adalah pengalaman pribadi, yang barangkali tidak berlaku bagi semua orang. Hanya saja, bukankah mekanisme tubuh dan pikiran manusia berjalan sesuai dengan sunatullah? Artinya, apa yang terjadi pada tubuh seseorang bisa juga berlaku pada tubuh orang lain.

Pada akhirnya, apa yang selama ini saya inginkan benar-benar bisa terjadi, meski saya sama sekali tidak tahu kapan hal itu akan terwujud.

Bagi penggemar buah durian, tentu jenis Musang King adalah puncak dari kenikmatan. Hanya saja, sering kali kita terhalang oleh harganya yang relatif mahal dibandingkan jenis durian lainnya. Saya masih ingat betul, ketika berkunjung ke rumah seorang penjual durian di lereng gunung, saya bertanya apakah ada durian Musang King. Saat itu, si penjual menjawab bahwa stoknya sudah habis.

Beberapa waktu kemudian, di sebuah restoran yang berada di tengah kebun durian, saya melihat beberapa buah durian Musang King. Ketika saya menanyakan harganya, saya cukup kaget—ternyata mahal sekali bagi saya. Sebenarnya, kalau saya paksakan, saya bisa saja membelinya. Namun rasanya sayang, uang sebanyak itu hanya untuk satu buah durian, yang jika dibelikan jenis lain bisa mendapat sepuluh hingga dua puluh buah. Akhirnya, saya urungkan niat untuk mencicipi durian Musang King.

Namun demikian, keinginan untuk bisa menikmati Musang King terus tertanam dalam pikiran, dan barangkali masuk ke alam bawah sadar.

Hingga tiba suatu hari yang sama sekali tidak saya sangka, dan tidak pernah pula saya rencanakan sebelumnya. Di sebuah supermarket, tiba-tiba saya melihat satu kotak berisi kemasan buah durian. Di sana tertulis jelas: Musang King. Rupanya, durian Musang King itu dijual eceran dengan harga yang jauh lebih terjangkau, meski jumlahnya hanya beberapa biji saja.

Di saat itulah batin saya seolah berseru: Eureka! Akhirnya saya menemukan durian Musang King dengan harga eceran yang sesuai, dan saya bisa menikmatinya segera.

Begitulah, keinginan yang telah tertanam dalam alam bawah sadar itu, tanpa disadari barangkali telah menuntun kita pada sesuatu tujuan yang kita inginkan. Dan ini, tentu saja, bukan hanya soal durian. Dalam beberapa pengalaman lain pun, saya mendapati pola yang sama—bahwa siapa pun yang sungguh-sungguh menginginkan sesuatu, pada akhirnya alam semesta akan menuntun dirinya untuk meraih apa yang diinginkan.

Populer

The Last Kasi Bank dan Manajemen Stakeholder

DAK Fisik dan Dana Desa, Mengapa Dialihkan Penyalurannya?

Menggagas Jabatan AR di KPPN

Setelah Full MPN G2, What Next KPPN?

Perbendaharaan Go Green

Everything you can imagine is real - Pablo Picasso

Pengembangan Organisasi

"Penajaman" Treasury Pada KPPN

Agar Regional Chief Economist Menghasilkan Rekomendasi yang "Handal"