Kota macet

-(Jumat, 24 Oktober 2025)- 

Saya tengok jam di smartphone. Angka menunjukkan 17.05. Saya duduk di kursi tepi kanan dalam bus, dekat dengan kaca. Dari sini, pandangan saya leluasa mengamati arus lalu lintas jalanan kota metropolitan ini.

Rintik hujan turun perlahan di tengah suasana sore yang mulai merangkak menuju malam. Jalanan menuju luar kota tampak padat, hingga bus pun tak leluasa melaju. Sesekali mengerem, berhenti, lalu berjalan kembali.

Sebagai insan yang pernah merasakan manis pahit kota ini, saya tahu betul bahwa berkendara pada jam sore seperti ini—di saat orang pulang kantor—adalah sebuah ujian kesabaran. Rupanya, kondisi itu masih juga sama dengan beberapa tahun lalu. Seolah macet adalah hal yang tak bisa diselesaikan dan mesti diterima dengan lapang dada.

Anehnya, tak ada rasa kapok bagi orang-orang untuk terus menetap dan menjalani hari-harinya di jalanan yang rumit itu. Barangkali, semua kepadatan dan kesemrawutan itu tak lagi berarti dibandingkan dengan kemudahan ekonomi yang bisa dinikmati di kota sebesar ini. Kota yang menjadi pusat perputaran uang, tempat peluang hidup terasa lebih nyata.

Ah, mungkin itulah jawaban yang paling masuk akal atas semua masalah jalanan yang selalu macet itu. Daya tarik ekonomi membuat orang rela menukar waktu dan ketenangan dengan kesempatan untuk bertahan dan berkembang. Bagaimanapun, kota besar menyimpan harapan yang sulit ditemukan di tempat lain.

Atau jangan-jangan, memang tak ada pilihan lain. Banyak orang harus tetap tinggal di kota ini untuk mengais rezeki, sembari mencicil rasa lelah dan sakit akibat kemacetan yang entah kapan mencapai puncaknya—hingga akhirnya raga dan jiwa benar-benar menyerah kalah.

Populer

The Last Kasi Bank dan Manajemen Stakeholder

DAK Fisik dan Dana Desa, Mengapa Dialihkan Penyalurannya?

Menggagas Jabatan AR di KPPN

Setelah Full MPN G2, What Next KPPN?

Perbendaharaan Go Green

Everything you can imagine is real - Pablo Picasso

Pengembangan Organisasi

"Penajaman" Treasury Pada KPPN

Agar Regional Chief Economist Menghasilkan Rekomendasi yang "Handal"