Belanja menumpuk
-(Jumat, 31 Oktober 2025)-
Sekarang ini semua orang bisa memelototi kinerja belanja APBD di setiap pemerintah daerah. Tinggal buka Google, lalu ketik portal APBD DJPK. Sejurus kemudian akan muncul tautan situs yang bisa kita buka. Pada portal itu, kita tinggal memilih ingin melihat periode kapan dan pemda mana.
Ini pula yang saya lakukan. Saya penasaran dengan bagaimana kinerja belanja APBD sampai dengan triwulan III tahun ini. Ada pilihan untuk melihat semua provinsi alias nasional. Inilah angka kinerjanya: realisasi belanja daerah 52,38%. Dengan rincian: belanja pegawai 61,81%, belanja barang 49,85%, belanja modal 29,13%, dan belanja lainnya 56,49%.
Dengan waktu yang sudah memasuki triwulan III, angka realisasi itu tentu menunjukkan kinerja yang rendah. Mestinya, target realisasi pada triwulan III sudah berada di sekitar 70%. Apalagi jika diperhatikan, realisasi belanja modalnya sangat rendah, hanya 29,13%.
Kenyataannya, saya tetap penasaran: provinsi mana yang kinerjanya rendah dan mana yang tinggi? Kalau tinggi, berapa angkanya? Apakah ada yang telah mencapai target 70% itu?
Syukurnya, di portal APBD tersebut tersedia pilihan untuk melihat kinerja APBD di satu provinsi. Maka saya coba lihat satu per satu kinerja belanja APBD dari setiap provinsi. Perlu diketahui, APBD se-provinsi itu berarti gabungan dari seluruh pemda di provinsi tersebut—terdiri atas APBD provinsi, kabupaten, dan kota di wilayah itu. Kalau mau lebih detil, kita juga bisa menelusuri kinerja kabupaten atau kota secara terpisah.
Untuk sementara, saya fokus melihat kinerja APBD di tingkat provinsi. Dari situ, muncul gambaran yang cukup menarik. Provinsi dengan kinerja belanja APBD tertinggi ternyata angkanya masih di bawah target 70%, tepatnya 61,86%. Dan hanya satu provinsi yang kinerjanya di atas 60%. Sedangkan kinerja terendah berada di angka 40,24%.
Data juga menunjukkan, dari 38 provinsi, lebih dari separonya memiliki kinerja di bawah rata-rata nasional (52,38%). Tepatnya ada 23 provinsi, dan dari jumlah itu, 16 provinsi memiliki realisasi belanja di bawah 50%.
Dari data-data itu, kita bisa menyimpulkan sendiri bagaimana kinerja belanja daerah sejauh ini.
Apalagi kalau ditelisik lebih dalam lagi berdasarkan jenis belanja. Secara nasional, kinerja belanja modal APBD sampai dengan triwulan III tahun 2025 sebesar 29,13%. Jika dilihat per provinsi, angka tertinggi hanya 40,96%, dan hanya ada satu provinsi yang melampaui angka 40%. Sedangkan angka terendah sebesar 15,87%. Jumlah provinsi dengan kinerja belanja modal di bawah rata-rata nasional mencapai 25 provinsi.
Artinya? Silakan disimpulkan sendiri. Namun dari sebagian data itu, secara keseluruhan kita bisa tahu bagaimana pola kinerja belanja APBD selama ini.
Yaa… benar: belanja masih menumpuk di akhir tahun.