Mengelola perubahan

-(Kamis, 9 Oktober 2025)-

Setiap Rabu sore, ada dokter yang rutin berkunjung ke tempat kami. Ini menjadi program mingguan kami, agar kami lebih aware terhadap kesehatan raga. Biasanya, secara bergantian kami diperiksa tensi darah. Ketika sudah mencapai tiga bulan sejak pemeriksaan sebelumnya, kami bisa meminta untuk dicek gula darah, asam urat, dan kolesterol. Jika ada yang merasa sakit, bisa langsung konsultasi dan meminta resep obat.

Selain pemeriksaan rutin mingguan, setiap triwulan kami juga meminta dokter tersebut untuk memberikan bimbingan mental kesehatan, dengan topik yang relevan dan aktual.

Saya pun rutin mengecek tensi. Alhamdulillah, selalu normal. Sambil mempersiapkan pemeriksaan, biasanya saya mengajak dokter itu berbincang. Kali ini, kami berbicara tentang MBG. Rupanya di sekolah anaknya juga sudah dibagikan makanan bergizi dari satu dapur MBG. Katanya, setiap hari gurunya membagikan informasi menu makanan MBG di grup WhatsApp wali murid.

Yang menarik adalah pembicaraan tentang dampak MBG. Dokter itu bercerita bahwa ketika ia berbelanja telur, ternyata harganya mulai naik. Ia bertanya kepada penjual, dan penjual mengatakan bahwa kenaikan harga terjadi karena meningkatnya permintaan, terutama untuk kebutuhan MBG.

Sebenarnya, hal ini sudah diprediksi jauh-jauh hari. Maka, sudah seharusnya menjadi kewajiban pemerintah daerah untuk mengantisipasinya.

Di awal-awal dapur MBG mulai beroperasi, saya juga sudah mengingatkan pihak Pemda untuk melakukan antisipasi. Saya sampaikan bahwa beberapa dapur MBG sudah berjalan dan mereka membutuhkan banyak bahan pokok. Karena itu, perlu ada langkah untuk mengantisipasi naiknya permintaan yang bisa berakibat pada kenaikan harga.

Mungkin saya mudah saja memberikan saran. Namun, barangkali dalam praktik di lapangan, ada banyak tantangan yang mesti dihadapi Pemda untuk mengendalikan harga.

Itu baru satu program. Bagaimana dengan program lainnya, seperti Koperasi Merah Putih? Meski tetap menghadapi banyak tantangan, mungkin memulai satu program tidak hanya fokus pada bagaimana program itu bisa dilaksanakan. Nampaknya ada satu hal lain yang juga mesti dilakukan, yaitu change management. Apalagi jika program tersebut menyangkut seluruh masyarakat yang terkena dampaknya.

Untuk itu, dalam setiap program strategis, sebaiknya juga disiapkan tim yang menangani change management ini. Semoga hal ini sudah dipikirkan dan sudah berjalan.

Populer

The Last Kasi Bank dan Manajemen Stakeholder

DAK Fisik dan Dana Desa, Mengapa Dialihkan Penyalurannya?

Menggagas Jabatan AR di KPPN

Setelah Full MPN G2, What Next KPPN?

Perbendaharaan Go Green

Everything you can imagine is real - Pablo Picasso

Pengembangan Organisasi

"Penajaman" Treasury Pada KPPN

Agar Regional Chief Economist Menghasilkan Rekomendasi yang "Handal"