Media darling
-(Selasa, 28 Oktober 2025)-
Seorang media darling benar-benar bisa memengaruhi percakapan publik. Apa saja yang keluar dari mulut seorang media darling akan menjadi perhatian, bahkan bisa berujung pada diskusi dan perdebatan panjang.
Kita bisa melihat contohnya pada berbagai isu: tentang kereta cepat, dana yang mengendap, cukai, hingga pakaian bekas. Semua isu itu mencuat dan menjadi pembicaraan luas karena bersumber dari hasil wawancara seorang media darling.
Dengan kata lain, ketika satu isu ingin diangkat ke publik, cara yang cukup ampuh adalah memastikan isu tersebut keluar dari mulut sang media darling. Ia adalah sosok yang setiap hari diburu wartawan, dimintai komentar, keterangan, atau pandangan mengenai berbagai hal. Setiap kata yang ia ucapkan berpotensi menjadi berita dan bahan perdebatan di ruang publik.
Karena itu, ketika suatu kelompok memiliki tuntutan tertentu dan berharap agar tuntutannya mendapat perhatian publik—dan menjadi sorotan media, bahkan percakapan nasional—maka salah satu cara yang bisa ditempuh adalah dengan mengalirkan isu tersebut kepada sang media darling. Dengan begitu, ia dapat menyuarakannya kepada media, dan isu itu pun berpeluang menjadi perhatian luas.
Misalnya, ketika para guru madrasah non-ASN menuntut perbaikan nasibnya, salah satu langkah yang bisa diambil adalah menggandeng tokoh-tokoh yang menjadi media darling untuk turut membantu menyuarakan tuntutan mereka.
Memang, cara ini tidak sepenuhnya sehat. Viralitas dijadikan alat, dan opini publik digerakkan bukan karena substansi, melainkan karena siapa yang berbicara. Namun, begitulah realitas yang dihadapi masyarakat kita saat ini. Banyak kebijakan dan isu publik yang mencuat bukan karena proses deliberatif yang sehat, tetapi karena reaksi terhadap sesuatu yang viral di media.
Apa boleh buat, inilah kenyataan komunikasi publik kita hari ini. Ketika berbagai saluran formal tersumbat dan suara sulit terdengar, viralitas menjadi satu-satunya cara yang dianggap paling ampuh untuk menarik perhatian dan membuka ruang diskusi.