Irigasi listrik

-(Senin, 20 Oktober 2025)-

Tadinya saya mengira fenomena listrik masuk sawah — penggunaan listrik untuk menghidupkan mesin pompa air di daerah saya — juga terjadi di daerah-daerah lain. Saya pikir hal itu sudah menjadi semacam fenomena nasional.

Namun ternyata saya keliru. Tidak semua daerah memiliki fenomena semacam itu. Di beberapa tempat, sawah-sawah justru bersih dari kabel-kabel listrik. Meski tanpa pompa air listrik, tanaman di sana tetap tumbuh subur. Rupanya, kesuburan itu disokong oleh sistem pengairan yang baik dan terkelola dengan rapi.

Saya melihat, di daerah-daerah semacam itu, sungainya besar dan penuh air. Artinya, ketersediaan air yang melimpah serta sistem pengairan yang efisien telah membuat lahan-lahan pertanian di sana menjadi subur secara alami.

Sebaliknya, di daerah yang banyak menggunakan pompa air listrik, kesuburan sawah memang tetap terjaga. Namun, hal ini sekaligus menandakan bahwa sistem pengairan di wilayah tersebut belum berjalan optimal. Akibatnya, petani harus mengandalkan air dari dalam tanah untuk memenuhi kebutuhan irigasi mereka.

Mana yang lebih baik? Tentu saya tidak bisa menjawabnya secara pasti, karena saya bukan ahli pengairan. Hanya saja, saya melihat satu hal yang cukup jelas: ketika negara mampu menyediakan sistem pengairan yang baik dan dapat diandalkan—terutama saat musim kemarau—para petani tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli maupun mengoperasikan pompa air listrik.

Hal itu berarti beban biaya mereka berkurang, tabungan bisa terselamatkan, dan ketergantungan terhadap pinjaman juga menurun.

Pada akhirnya, ketersediaan air yang merata bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga bentuk nyata dari keberpihakan terhadap petani. Sebab di tempat di mana air mengalir lancar tanpa bantuan mesin, di situlah terlihat keberhasilan pengelolaan sumber daya yang menumbuhkan kemandirian dan kesejahteraan di tingkat paling dasar: sawah.

Populer

The Last Kasi Bank dan Manajemen Stakeholder

DAK Fisik dan Dana Desa, Mengapa Dialihkan Penyalurannya?

Menggagas Jabatan AR di KPPN

Setelah Full MPN G2, What Next KPPN?

Perbendaharaan Go Green

Everything you can imagine is real - Pablo Picasso

Pengembangan Organisasi

"Penajaman" Treasury Pada KPPN

Agar Regional Chief Economist Menghasilkan Rekomendasi yang "Handal"