Sehat enak

-(Minggu, 24 Agustus 2025)-

Celakanya, sebagian kita dan anak-anak kita sudah terbiasa makan masakan dengan tambahan penyedap rasa. Ada yang menyebutkan, penggunaan penyedap rasa secara berlebihan tidak dianjurkan bagi kesehatan. Namun, lidah kita dan anak-anak sudah terlanjur terbiasa merasakan nikmatnya makanan dengan bumbu penyedap itu. Akibatnya, ketika berhadapan dengan makanan tanpa micin, komentar yang muncul hampir pasti: “kurang enak” atau “tidak ada rasanya.”

Barangkali, hal semacam inilah yang terjadi di sejumlah sekolah tempat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ada anak yang tidak mau makan menu MBG karena dianggap tidak sedap. Atau tidak mau menghabiskan makanan itu. Jika jumlahnya sedikit mungkin tidak menjadi masalah, tetapi bila banyak, tentu akan mengurangi tercapainya tujuan mulia program ini.

Oleh karena itu, menurut saya, para ahli gizi perlu memikirkan terobosan berupa ramuan penyedap rasa yang enak sekaligus sehat bagi tubuh. Atau barangkali sebenarnya produk semacam itu sudah ada, hanya saja masih terbatas dan belum banyak dikenal masyarakat luas. Atau belum digunakan di dapur MBG.

Bagaimanapun juga, soal rasa tidak boleh dianggap sepele. Meski secara substansial menu makanan MBG bergizi tinggi, ia tetap bisa kalah menarik bila dibandingkan dengan makanan penuh karbohidrat namun bercita rasa lebih lezat. Apalagi, sebagian masyarakat kita masih relatif rendah literasinya tentang makanan bergizi.

Karena itu, selain fokus mempercepat akselerasi program MBG serta memperbanyak SPPG dan dapur, BGN juga perlu memikirkan strategi peningkatan kualitas rasa. Makanan yang disajikan haruslah menu bergizi yang tetap lezat dan disenangi anak-anak.

Atau jangan-jangan, rasa kurang sedap itu bukan hanya karena bumbu, tetapi juga karena beberapa dapur MBG belum terbiasa memasak dalam jumlah besar. Mengolah makanan untuk ratusan porsi tentu berbeda tekniknya dengan memasak untuk keluarga. Jika hal ini benar, maka menjadi tugas BGN untuk melakukan quality control terhadap dapur-dapur MBG agar standar rasa dan kualitas gizi tetap terjaga.

Populer

The Last Kasi Bank dan Manajemen Stakeholder

DAK Fisik dan Dana Desa, Mengapa Dialihkan Penyalurannya?

Menggagas Jabatan AR di KPPN

Setelah Full MPN G2, What Next KPPN?

Perbendaharaan Go Green

Everything you can imagine is real - Pablo Picasso

Pengembangan Organisasi

"Penajaman" Treasury Pada KPPN

Agar Regional Chief Economist Menghasilkan Rekomendasi yang "Handal"