Perang pemikiran

-(Rabu, 27 Agustus 2025)-

Kehadiran internet dan media sosial telah memberikan manusia kemudahan dalam mengakses berbagai informasi dan pengetahuan. Di satu sisi, ini adalah hal positif yang dapat mendorong kemajuan manusia itu sendiri sekaligus peradaban. Namun di sisi lain, muncul pula dampak negatif ketika informasi yang tersebar berupa hoaks. Di sinilah setiap orang dituntut untuk selalu waspada dengan melakukan cek dan ricek terhadap informasi yang diterimanya.

Meski membawa banyak manfaat, sisi positif itu pun menyisakan persoalan tersendiri. Pengetahuan dan informasi yang diperoleh dari internet sering kali memengaruhi cara berpikir manusia. Ada kalanya seseorang berubah menjadi lebih liberal dalam pemikirannya setelah terpapar konten filsafat, misalnya. Ada juga yang mengalami perubahan keyakinan terhadap agamanya setelah berulang kali menyimak pemikiran kritis dan liberal.

Tentu hal ini menimbulkan pandangan yang berbeda. Dari perspektif agama, situasi tersebut menjadi keprihatinan, karena ada orang yang kemudian tidak lagi peduli pada agamanya atau abai terhadap ajaran yang selama ini dijalani. Sementara dari sudut pandang liberal, barangkali justru dianggap sebagai keberhasilan, karena orang tersebut dipandang berhasil melepaskan diri dari dogma.

Fenomena ini kemudian melahirkan perang pemikiran. Ada konten yang dibuat untuk meng-counter konten lain yang dianggap menyesatkan umat. Di sisi lain, ada pula konten yang berusaha membebaskan orang dari pola pikir dogmatis dan mistis dengan mendorong cara berpikir rasional dan kritis.

Lalu, bagaimana sebaiknya?

Sejak lama kita diajarkan untuk berada di tengah, mengambil posisi moderat—tidak ekstrem ke kiri maupun ke kanan, termasuk dalam pemikiran. Segala sesuatu yang berlebihan kerap berujung pada keburukan. Karena itu, tetap berada pada jalan moderasi dalam berpikir adalah pilihan terbaik.

Populer

The Last Kasi Bank dan Manajemen Stakeholder

DAK Fisik dan Dana Desa, Mengapa Dialihkan Penyalurannya?

Menggagas Jabatan AR di KPPN

Setelah Full MPN G2, What Next KPPN?

Perbendaharaan Go Green

Everything you can imagine is real - Pablo Picasso

Pengembangan Organisasi

"Penajaman" Treasury Pada KPPN

Agar Regional Chief Economist Menghasilkan Rekomendasi yang "Handal"