Qunut Nazilah
-(Rabu, 20 Agustus 2025)-
Ada yang menarik di mushola itu. Saya belum lama ikut sholat subuh berjamaah di mushola atau langgar tersebut. Awalnya, saya hanya datang ketika sholat Isya, sementara untuk Maghrib dan Subuh saya biasanya pergi ke langgar lainnya.
Sejak awal, saya memang berniat mengikuti sholat berjamaah di beberapa tempat. Setiap mushola dan masjid memiliki suasana dan kekhasan yang berbeda, baik dari jamaah, imam, maupun tradisi yang dijalankan.
Suatu hari, saya mencoba ikut sholat Subuh di mushola yang biasa saya datangi untuk sholat Isya. Untuk sampai ke mushola ini, saya mesti melewati jalan kecil yang belum beraspal, dengan kanan-kiri dipenuhi semak belukar yang cukup rimbun. Tentu saja, ketika waktu Isya dan Subuh, jalan itu nampak gelap. Namun karena saya memang sudah berniat, saya menguatkan diri melewati jalan kecil tersebut.
Ini berbeda dengan jalan menuju mushola satunya, di mana jalannya sudah lebih halus dan penerangan lebih baik. Di sepanjang jalan itu terdapat beberapa rumah penduduk dengan lampu yang membuat perjalanan terasa lebih aman.
Ketika pertama kali ikut sholat Subuh di mushola ini, saya baru menyadari ada yang berbeda dalam bacaan doa qunut. Rupanya, ada tambahan doa qunut nazilah khusus untuk mendoakan rakyat di Palestina.
Qunut nazilah ini agak panjang. Untuk memudahkan imam dalam membacanya, di depan imam tersedia sebuah standing banner dengan tulisan Arab berisi doa qunut nazilah. Di bagian atasnya tertulis jelas: “Doa Qunut Nazilah untuk mendoakan Muslim Palestina.”
Inilah yang tadi di awal saya sebut menarik. Setidaknya, mushola ini menjadi tempat sholat Subuh yang rutin membacakan doa qunut nazilah—berbeda dengan dua tempat lain di sekitar tempat tinggal saya.
Barangkali, inilah jawaban atas pertanyaan saya selama ini: Apa yang bisa saya lakukan untuk muslim Palestina, yang tidak hanya bersifat temporer?
Dengan ikut mengangkat tangan ketika imam membaca qunut nazilah, hati terasa ikut tersentuh. Kita meyakini bahwa yang mampu menolong rakyat Palestina hanyalah Allah. Maka, dengan mendoakan mereka setiap hari melalui qunut nazilah, semoga bisa menjadi jalan bagi terwujudnya kedamaian di negeri mereka.
Tentu saja, doa itu juga kita tujukan untuk negeri kita dan seluruh dunia: agar tak perlu lagi ada perang, tak ada lagi rakyat yang menjadi korban, dan manusia bisa hidup dengan damai.