Kekuatan & pilihan
-(Kamis, 28 Agustus 2025)-
Dalam film kedua Harry Potter, ada satu ucapan Dumbledore kepada Harry di kantornya, setelah Harry berhasil mengalahkan Basilisk dan menyelamatkan Ginny. Kata-kata itu berbunyi: “Bukan kemampuan kita yang menunjukkan siapa diri kita sebenarnya, tetapi pilihan kitalah.”
Ucapan ini menyimpan makna yang sangat dalam.
Seorang pegawai, misalnya, bisa saja memiliki kemampuan luar biasa. Namun, jika ia memilih untuk menginjak rekan kerjanya demi naik jabatan, orang lain akan menilainya dari pilihannya itu—bukan dari skill yang dimilikinya. Sebaliknya, ada juga orang dengan kemampuan biasa saja, tetapi ia konsisten memilih bekerja dengan integritas, membantu tim, dan tetap adil. Justru pilihan-pilihan inilah yang membuatnya dihargai.
Hal yang sama berlaku dalam kehidupan sehari-hari. Katakanlah kita punya uang lebih. Pilihan kita bisa berbeda: hanya menggunakannya untuk kesenangan pribadi, atau menyisihkan sebagian untuk menolong orang lain yang sedang kesusahan. Yang membuat kita bernilai bukanlah “punya banyak uang”, melainkan bagaimana kita memilih menggunakan uang tersebut.
Intinya, kemampuan, bakat, atau kekuatan bukanlah faktor yang menentukan nilai seseorang. Yang benar-benar mencerminkan siapa diri kita adalah pilihan yang kita ambil.
Contohnya terlihat jelas dalam film itu. Harry sering merasa khawatir karena beberapa kemampuannya mirip dengan Voldemort: bisa berbicara dengan ular dan memiliki koneksi dengan kekuatan gelap. Namun, Dumbledore menegaskan bahwa yang membedakan mereka bukanlah kemampuan, melainkan pilihan. Voldemort memilih jalan kegelapan, sedangkan Harry memilih kebaikan—meskipun itu jauh lebih sulit.