Postingan

Tantangan pemimpin

-(Ditulis tanggal 6 Maret 2025)- Sungguh terlalu jika belum tahu institusi ini. Lembaga Administrasi Negara. Disingkat LAN. Akhir tahun lalu, LAN membuat kajian. Mereka melakukan survei dengan responden para pemimpin di beberapa level. Terutama top dan middle. Di sektor publik dan swasta. Ada 4 ribuan responden. Yang intinya bagaimana persepsi para pemimpin tentang isu-isu leadership terkini. Apa yang menjadi tantangan. Strategi solusi. Kompetensi apa yang mesti dimiliki. Yang hasil kajian itu kemudian menjadi outlook tahun 2025.  Saya menyimak webinarnya. Pun membaca ringkasan eksekutif kajiannya. Menarik. Apa saja tantangan kepemimpinan di tahun 2025? Ada 7 isu utama. Dan telah diurutkan dari yang tertinggi sesuai hasil survei. 3 besar pertama adalah isu integritas & korupsi; isu teknologi & transformasi digital; dan isu ekonomi. Untuk ketiga isu itu, angka hasil surveinya diatas 20%. Yang isu integritas malah diatas 30%. Artinya, sebagian besar responden memberikan konfi...

Siapa yang kuat

 -(Ditulis tanggal 5 Maret 2025)- Tempo hari saya datang ke Kantor Imigrasi. Anda sudah bisa tebak untuk apa. Yang ini menjadi sebuah pengalaman baru. Karena pertama kali membuatnya. Betul ungkapan itu. Pengalaman adalah guru paling berharga. Apa pun yang kita alami, kita bisa belajar darinya. Dari perbuatan yang tanpa sengaja menjadi kekeliruan, kita bisa belajar untuk tidak terjebak pada peristiwa yang sama. Pun dengan pengalaman keberhasilan. Itu menjadi benchmark untuk strategi yang lebih bagus lagi.  Pengalaman mengurus paspor juga demikian. Hanya membaca syarat dan prosedur, rasanya tetap kurang. Dengan mengalaminya sendiri, semuanya menjadi terekam di memori. Pengalaman dilayani di CSO, diwawancarai dan difoto, akan bisa diceritakan dan menjadi bahan perbandingan. Ketika misalnya akan merumuskan layanan yang lebih prima.  Soal biaya layanan juga demikian. Meski sebenarnya kita bisa mencari info di internet terkait berapa tarif yang kita bayar, tapi pengalaman langs...

Jalan tengah

-(Ditulis tanggal 4 Maret 2025)- Saya merasa ada anomali. Di setiap bulan puasa. Begini asumsinya. Dari sebelumnya makan 3 kali sehari, dengan puasa menjadi 2 kali. Sahur dan buka. Artinya, mestinya berkurang konsumsi makanan. Yang itu juga akan berkurang kebutuhan pokok yang dibeli. Alias permintaan menurun. Yang terjadi malah sebaliknya. Setiap ramadhan, masyarakat dibayangi kenaikan harga. Yang terus dipantau pemerintah. Yang juga terus melakukan langkah-langkah antisipasi. Bahkan sebelum puasa tiba. Hingga kini. Setiap minggu, pemerintah melaksanakan rakor pengendalian inflasi. Lihat saja YT Kemendagri itu. Di setiap awal minggu. Yang sering di hari senin. Kadang hari selasa.  Setiap daerah dipantau kenaikan harganya. Jika ada daerah yang dirasa tinggi kenaikannya, akan dievaluasi. Apa yang tengah terjadi. Langkah apa yang mesti dilakukan. Dalam hal ini pemerintah memberikan peringatan agar pemda setempat segera bertindak. Umumnya adalah segera lakukan operasi pasar. Sambil men...

Oplosan dimana-mana

  -(Ditulis tanggal 3 Maret 2025)- Saya buka gugel. Saya ketik: apa sinonim oplosan? Muncul beberapa jawaban. Saya buka. Sinonim oplosan: campuran, racikan, ramuan, adonan, senyawa, gabungan, kombinasi. Itu diantaranya. Saya belum puas. Saya ketik lagi: apa sinonim mengoplos? Jawabannya: mencampur, meracik, meramu, memadukan, mengaduk. Itu pun sebagian. Karena masih ada kata yang lain lagi. Suatu ketika kami makan. Di rumah makan. Diantara minuman yang tersedia adalah es susu soda gembira dan es campur. Kami memesan keduanya. Setelah tersaji pesanan itu, saya perhatikan isi gelas. Ada susu (sebenarnya kental manis), sirup, dan es. Disampingnya ada botol berisi soda. Lalu, saya tuangkan soda ke dalam gelas dan mencampurnya. Saya mengaduknya dengan sendok hingga merata. Jadilah es soda gembira yang segar dan nikmat. Saya beralih ke mangkok berisi es campur itu. Komposisinya: sirup, potongan buah-buahan, kental manis, cincau hitam, rumput laut dan es. Saya aduk mangkok itu. Saya sen...

Karantungan AI

  -(Ditulis tanggal 2 Maret 2025)- Lihat saja varian durian yang satu ini. Namanya: kerantungan. Ada yang mengeja: karantungan. Buahnya lebih kecil dibandingkan durian. Seukuran dua kepal tangan saya. Kulitnya juga berduri. Yang duri-durinya lebih rapat, dengan ukuran duri sedikit lebih panjang daripada durian. Warna kulit kerantungan lebih hijau. Setidaknya itu jenis kerantungan yang saya dapat tempo hari. Baru kali itu saya menemukan buah ini. Terhampar di lapak pedagang bersama kerabatnya, yaitu papakin dan durian. Rasanya manis. Enak. Saya suka. Meski agak kecewa dengan selaput buahnya yang tipis. Dari lima biji yang saya beli, rasanya sama. Mungkin karena mereka satu pohon. Dengan temuan buah ini, berarti ada sekitar lima jenis varian durian yang sudah saya makan. Yang tiga saya tahu namanya, tapi yang dua saya lupa mencatatnya. Mungkin kalau tidak berada disini, saya tak pernah tahu ada buah seperti itu.   Ada pula buah hutan lainnya yang baru saya temukan disini. Bahk...

Belajar Al-Qur'an

-(Ditulis tanggal 1 Maret 2025)- Hari ini mulai puasa ramadhan. Ingatan saya kembali ke masa silam. Masa kanak-kanak. Di kampung dulu. Saat mulai belajar puasa. Dengan puasa mbedhug. Setengah hari. Lalu, beranjak latihan puasa full. Dan berhasil. Dunia anak adalah dunia bermain. Bersama teman-temannya. Mestinya begitu. Yang dari bermain itu anak-anak menjadi belajar. Tanpa ia sadar. Belajar bersosialisasi, bersaing, bekerjasama, menghargai, bernegosiasi. Maka, selama bulan puasa itu, kami bermain dengan permainan yang khas. Seperti meriam bambu, yang di kampung saya namanya dor-doran, dengan bahan karbit. Kami bersaing, meriam siapa yang paling keras suaranya. Yang paling menggelegar dentumannya. Begitulah, sedari kecil manusia itu sudah punya naluri untuk bersaing. Berkompetisi. Jadi, soal perlombaan, pertandingan, persaingan, tak perlu diajari. Bahkan tak perlu jadi budaya organisasi. Sudah turun-temurun diajarkan nenek moyang dan barangkali sudah menjadi bagian dari genetik. Yan...

Policy brief

  -(Ditulis tanggal 28 Februari 2025)- Belum lama saya menulis tentang kantong sampah, tepatnya tanggal 24 Februari lalu, eh hari ini headline koran regional itu berjudul: Ratusan Ton Sampah Belum Tertangani. Saya skrinsut berita itu, lalu saya kirim ke WAG. Dengan caption: topik menarik untuk jadi bahan kajian RCE. Tentu, saya mesti bertanggung jawab memberikan usulan itu. Maka, buru-buru saya berpikir bagaimana kajiannya. Bagi saya, inti dari sebuah kajian adalah rekomendasi apa yang bisa dirumuskan untuk mengatasi masalah. Dalam hal ini untuk mengatasi sampah. Saya pun langsung ingat policy brief alias PB. Ini yang lebih simple dan tidak bertele-tele untuk dibaca para pimpinan. Saya pernah mengusulkan agar PB menjadi satu produk dari RCE untuk disampaikan kepada para pimpinan daerah. Memberikan suatu kajian yang berlembar-lembar halaman itu memang bagus. Sangat bagus malah. Hanya saja, alih-alih dibaca, dokumen itu justru mungkin langsung disimpan di lemari atau perpustakaan t...

Humor tahu banyak

-(Ditulis tanggal 27 Februari 2025)-  Saya senang setiap melihat Pak Presiden berpidato. Apalagi saat tanpa teks. Rupanya beliau punya selera humor. Setiap ada acara dan beliau berpidato, saya coba untuk menyimak. Sekalian update informasi tentang kebijakan apa yang sedang atau akan dijalankan. Acapkali ketika beliau berada di panggung dan merasa nyaman, akan banyak muncul kelakar dan humor, yang kemudian menjadi potongan-potongan video viral.   Kemampuan menyisipkan humor di tengah pidato yang serius, menurut saya, merupakan sebuah kemampuan yang tidak semua orang miliki. Mungkin ini bakat bawaan. Yang tentu menjadi anugerah bagi orang itu. Karena banyak orang  merasa senang. Yang kemudian menjadi penggemar. Lihat saja, para penceramah yang humoris, banyak yang suka dan mengikuti ceramah-ceramahnya.  Atau sebenarnya kompetensi humor ini bisa dipelajari. Sebagaimana sekarang ini, sebagian anak-anak muda tertarik untuk belajar stand up comedy.  Soal humor, s...

KUR malam minggu

-(Ditulis tanggal 26 Februari 2025)- Kemarin, saya seharian mengikuti re-assesment. Saya terakhir ikut assesment tahun 2021. Karena itu, barangkali organisasi merasa perlu untuk memperbaharui profil kompetensi saya. Karena sebelum pelaksanaan assesment saya sudah teken pakta integritas, maka tak mungkin saya menceritakan apa saja yang saya ikuti. Dan hal apa saja yang terjadi secara detil. Anda tidak perlu kecewa. Toh, suatu saat mungkin anda akan mengalaminya juga. Intinya: sesuai saran dari assesor, tunjukkan hal terbaik dari apa yang kita miliki: kompetensi, prestasi dan capaian kinerja. Kalau biasanya anda bertindak low profil, rendah hati, tawadhu’, jangan lakukan di kesempatan ini.  Karena itu, saya ingin menulis tentang hal lain. Tentang KUR. Bila anda belum tahu kepanjangannya, kebangetan. Tepatnya cerita tentang upaya saya menulis perihal KUR. Sudah lama saya ingin menulisnya. Setelah semua tema yang saya kuasai, sudah saya tuliskan semua. Mulai dari kinerja TKD, APBD, APB...

Menulis kebuntuan

    - (Ditulis tanggal 25 Februari 2025) -  Kalau ditanya, apa sih target saya menulis? Memangnya ada yang baca? Meski pertanyaan ini adalah imajinasi saya sendiri, tapi siapa tahu ada yang nanya begitu. Begini. Saya tidak menargetkan apa-apa. Apakah ada yang membaca atau tidak atas tulisan saya, itu terserah saja. Jika ada yang mau membaca ya alhamdulillah, kalau pun tidak ada ya tidak ada masalah. Setidaknya saya sendiri yang baca. Kelak, ketika saya baca lagi tulisan saya itu, mungkin saya akan senyum-senyum sendiri. Kenapa saya bisa berpikir seperti itu. Seperti yang sudah saya alami. Ketika saya membaca kembali tulisan-tulisan saya ketika masih muda dulu, saya malah bertanya: kok bisa saya nulis begitu? Kok saya berani mengkritik begitu, dst. Berharap tulisan saya menjadi viral pun tidak. Takut malah. Nanti jadi repot. Mesti klarifikasi sana sini. Saya hanya membayangkan tulisan-tulisan saya itu menjadi legacy saya. Kelak. Tapi, masak sih ga ada yang baca? Keny...

Walking home kantong sampah

 - (Ditulis tanggal 24 Februari 2025) -  Sekonyong-konyong saya ingin menulis banyak hal. Atas apa yang saya lihat, saya alami, saya pikirkan, saya baca, saya dengar. Atau tentang isu-isu yang sedang panas, atau segala hal yang menurut saya butuh atensi. Artinya, sebenarnya saya punya bahan baku. Tinggal menuangkan saja dalam tulisan. Barangkali saya belum selesai dengan diri saya sendiri. Masih terus berperang melawan rasa malas. Atau melawan sebuah alasan yang bernama tidak mood.  Anda mungkin belum tahu. Saya punya habitus baru. Pulang kantor jalan kaki. Ketika hari tidak hujan. Saya perkirakan pas maghrib tiba di rumah. Jaraknya sekitar 3 km, saya tempuh kurang lebih 30-40 menit. Lumayan, sudah bisa berkeringat. Memang belum sampai 6.000 langkah. Tak apalah, daripada tidak sama sekali.  Ada pemandangan menggelitik ketika melewati jalanan yang saya pilih untuk walking home. Saya melihat kantong-kantong berisi sampah di pinggir jalan. Sepertinya ada orang yang mena...

Paliat Bermakna

 - (Ditulis tanggal 23 Februari 2025)  -  Kebangetan. Sudah dua tahun disini, baru menulisnya. Entahlah, ngapain aja selama ini. Padahal dulu pernah berjanji -meski dalam hati- akan menulis setiap hari. Seperti Pak DI. Walakin, janji tinggal janji. Padahal kurang contoh apa dari Pak DI. Yang tulisannya setiap pagi muncul di dinding FB saya. Yang kemudian saya membacanya. Yang belakangan ini, beliau sedang ada di Etiopia. Yang saya jadi berpikir, barangkali inilah yang menjadi bahan bakar beliau, sehingga tak pernah nihil satu hari pun dalam menulis. Apa itu? Anda sudah tahu. Jalan-jalan.  Tapi, kurang jalan-jalan apa saya ini. Belahan provinsi manapun sudah pernah saya datangi. Itu dulu. Yang Jawa Tengah pun saya sudah kemput. Seluruh kabupaten/kota sudah saya injakkan kaki. Bahkan kini, seluruh kabupaten/kota di Banua ini pun sudah saya singgahi. Tapi, tak ada kata-kata yang terangkai menjadi satu tulisan tentang kota-kota itu. Kenapa? Rasa malas. Apalagi selain itu...

Atomic Habits

    - (Ditulis tanggal 25 Januari 2024)  - Sebuah gambaran ideal kerap muncul ketika kita mengusulkan satu gagasan. Seperti ide untuk mengatasi kenaikan harga cabe. Saya membayangkan setiap rumah di desa memelihara tanaman cabe sendiri, minimal 5 tanaman. Dengan 5 tanamaan itu kebutuhan cabe satu keluarga bisa tercukupi, dan keluarga itu tak perlu pusing atau keluar duit untuk beli cabe. Bayangkan jika gambaran itu terjadi pada setiap rumah di satu desa. Atau bahkan satu kabupaten, karena orang kota pun juga bisa menanam cabe dalam pot atau polibag. Alhasil: potensi harga cabe normal bahkan turun, sangat mungkin. Itu baru cabe. Bayangkan lagi setiap rumah warga juga memilihara ayam petelur, 5 ekor misalnya. Dan juga ayam kampung. Yang cukup untuk memenuhi kebutuhan lauk dan protein sekeluarga. Bayangkan lagi setiap pekarangan rumah juga ditanami sayuran. Seperti bayam, keningkir, sawi, terong, tomat, dll. Juga punya pohon pepaya cukup 2 pohon. Mungkin juga kolam kecil unt...

Rekor Baru

    - (Ditulis tanggal 28 September 2024)  - Tentu ini pengalaman pribadi yang saya tidak tahu apakah juga terjadi pada setiap orang. Namun, dengan perangkat organ manusia yang sama, termasuk kerja hormon yang saya kira juga sama, sangat mungkin ini juga terjadi pada setiap individu. Saya tulis pengantar begini, agar apa yang saya uraikan ini lebih meyakinkan, meskipun tetap ada kata mungkin pada apa yang saya tulis, sebagaimana beberapa orang, kalau tidak mau dikatakan banyak orang, yang setiap berbicara rajin menggunakan kata mungkin, yang menurut saya menjadi kurang meyakinkan, atau entah penggunaan itu sebagai perilaku sopan santun. Begini. Ketika tadi sudah mencapai 5,3 km, dan saya lihat waktu tempuh lari saya belum mencapai 1 jam, saya mengubah target ingin menyelesaikan 1 jam lari nonstop. Saat itu, saya merasakan ada energi yang mengalir. Alhasil, jarak tempuh saya bisa mencapai 6 km lebih, yang anehnya ketika terbersit keinginan untuk mencapai 7 km, rasanya sep...

Tepian Samudra Berenergi Hijau

Gambar
 - (Ditulis tanggal 7 Juli 2024)  -  Malam itu saya bolak balik terbangun. Suara deru ombak rupanya membuat nyali ciut. Kamar berdinding kayu dan batu itu tak sanggup meredam suara dentuman ombak laut selatan. Yang tak pernah berhenti. Alias 24 jam nonstop. Pikiran macam-macam berkecamuk. Overthinking. Bagaimana kalau misalnya tiba-tiba ada gempa, ada tsunami, atau bahaya-bahaya lain yang mengancam keselamatan kami. Pada kondisi demikian, hanya ada satu solusi: berdoa dan pasrah pada Tuhan. Faktanya, hal itu tidak terjadi. Barangkali pemilik villa diatas bukit bebatuan ini sudah melakukan survey dan observasi. Yang bermuara pada kesimpulan: ini tempat insyaallah aman. Meski, suara deru ombak tepat disamping vila itu cukup menggelegar. Yang bagi mereka berjiwa petualang, malah justru merasa asyik dan seruu. Adanya ombak yang terus menerus itu, lantas membuat saya berpikir: Ini kan bisa jadi sumber energi hijau? Saya membayangkan: ombak laut selatan itu bisa menjadi tenaga ...

Prompt Writer

    - (Ditulis tanggal 25 Mei 2024)  -   Inilah kecanggihan AI. Sebagai yang mengaku penulis, awalnya ini menjadi ancaman. Tapi, menutup diri bahkan melawannya hanyalah sebuah kesia-siaan. Barangkali memanfaatkannya dengan sebaik mungkin, akan menambah nilai manfaat. Setidaknya, mempercepat penyelesaian pekerjaan. Kini, bahkan sehari mau posting 10 artikel bahkan lebih di blog juga bisa. Karena semua sudah bisa dikerjakan AI. Tinggal kita kasih perintah, dengan cepat AI akan menuliskan artikel yang kita inginkan. Maka, barangkali saatnya beralih dari julukan writer menjadi prompt writer. Apa itu? Bisa dicari di search engine. Dengan keterampilan seorang prompt writer, maka AI akan bisa mengenerate produk yang sesuai dengan keinginan. Bagi dunia kreatif, kini tak perlu lagi khawatir bagaimana untuk mewujudkan ide atau gagasan. Semua sudah bisa ditangani AI. Bahkan tak perlu keterlibatan manusia. Yang penting saat ini adalah bagaimana melahirkan ide-ide dan gagasan kre...

Quality Time

    - (Ditulis tanggal 12 Mei 2024)  -   Bahkan kami mengulanginya kembali. Datang ke kota ini. Setelah tiga tahun yang lalu, di masa covid. Untuk sebuah quality time. Tak banyak waktu yang kami miliki. Maka dalam waktu singkat itu, kami berpantai-pantai. Berenang. Mengambang. Mendayung sampan. Dan tentu saja menikmati sunset. Kenyataannya, yang satu ini juga tak pernah terlewat. Kulineran. Yang karena di tepian laut, maka pilihan seafood adalah wajib. Bersyukur tak ada dari kami yang alergi. Alias, kami punya kesukaan yang sama. Bahkan termasuk kegemaran pada buah yang terlarang masuk hotel itu. Hanya kadarnya saja yang berbeda. Kalimat pertama diatas semakin menegaskan apa yang sering disebut bahwa sejarah itu akan berulang. Tak ada rencana sekalipun ketika pertama kali datang ke kota ini, untuk berniat datang lagi. "Oo ini puskesmas ....., banyak pasienku yang berasal dari sini," kata Wauw saat kami melewati satu puskesmas, ketika kami berkendara menuju salah satu...

Rebahaner

Gambar
  - (Ditulis tanggal 11 Mei 2024)  - Barangkali Anda sudah pernah mendengar cerita ini. Tentang percakapan antara nelayan dan seorang pengusaha yang kali ini pengen menjadi motivator. Yang mungkin ada banyak versi, dengan kalimat percakapan yang beragam. Tapi kira-kira intinya seperti ini. Ketika motivator itu mendapati seorang nelayan yang tengah bersantai, leyeh-leyeh, berbaring, rebahan menikmati suasana pantai di pagi hari, lalu ia berkata. "Anda kok ndak bekerja, cari ikan di laut, malah bermalas-malasan?" "Kemarin saya sudah dapat ikan yang banyak, dan uang hasil ikan itu sudah cukup untuk kehidupan keluarga kami untuk beberapa hari kedepan?" Jawab nelayan. "Seharusnya anda bekerja lebih keras lagi agar dapat ikan yang lebih banyak. Sehingga dapat uang yang lebih banyak, lalu anda bisa beli kapal yang banyak, yang itu bisa disewakan. Yang dari uang sewa itu, anda tak perlu kerja keras lagi dan anda bisa bersantai menikmati hidup?" "Bersantai men...

Bermutasi

  - (Ditulis tanggal 20 April 2024)  - Satu per satu pergi. Menuju tempat baru. Untuk suatu tugas baru. Dengan lingkungan baru. Dengan kondisi sosial dan alam yang baru. Pimpinan baru, bawahan baru, peer baru. Bahkan jenis makanan yang baru.  Semua terus bergerak. Semuanya berubah. Bermutasi. Tak ada yang abadi, kecuali perubahan itu sendiri. Begitu bunyi satu ungkapan. Yang sudah semua memahami.  Tentu harapannya adalah perubahan ke arah yang lebih baik. Seperti kalimat bijak ini. Barangsiapa hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka itulah orang yang beruntung. Hari ini sama dengan kemarin, itulah orang yang merugi. Hari ini lebih buruk dari kemarin, maka itulah orang yang celaka.  Meski kalimat bijak itu diyakini dalam konteks ibadah atau amalan, tapi barangkali bisa direfleksikan dalam nasib yang dialami manusia.  Lalu, kita bisa menilai sendiri apa yang terjadi hari ini. Atas semua yang kita alami. Yang bermuara pada kesimpulan: beruntung, merugi ata...

Kursor Random

 - (Ditulis tanggal 7 November 2020) - Ini kejadian di Demak. Minggu lalu. Saat saya mengikuti acara workshop dana desa di aula hotel. Seperti biasa, saya akan mencatat jalannya acara dan pernyataan-pernyataan menarik dari pembicara untuk bahan liputan.  Yang biasanya saya mencatat dengan handphone, kali itu saya membawa laptop. Karena baru, hehehe.. Saya membuka laptop dan mulai mencatat. Selesai satu kalimat, saya berhenti untuk menyimak.  Saat asyik menyimak, tiba-tiba mata saya tertuju ke layar msword. Kursor bergerak-gerak sendiri. Kadang memblok tulisan. Padahal, tangan saya tak menyentuh area mouse atau memegang mouse. Bahkan menyentuh laptop pun tidak. Kursor kemudian berhenti, lalu bergerak lagi seolah ada yang memainkan mouse.  Saya mulai berpikir keras. Masak laptop baru jatah saya atas jabatan sementara itu rusak?  Saya belum berpikir ini karena ulah sesuatu yang tak kasat mata. Sebab di tempat itu ada banyak orang dan masih pagi.  Saya makin pe...

Kosakata Kapital Dalam Arena

  - (Ditulis tanggal 4 November 2023) -   Bila suatu konsep atau teori bisa diterangkan dengan penjelasan yang ringkas, simpel, rasional dan mudah dipahami, maka konsep atau teori itu bisa diyakini kebenarannya. Berangkat dari pemikiran itu, kemudian para intelektual menciptakan istilah, kosakata dan variabel baru yang mewakili suatu penjelasan yang bisa panjang. Ada pula yang menciptakan indikator. Untuk memudahkan dalam pengukuran atau melihat progres suatu aktivitas. Pun dalam bentuk kode-kode yang berupa angka-angka, huruf atau kombinasinya. Maka kemudian, kita mengenal istilah dan kosakata di dunia kedokteran, ekonomi, pertanian, dll. Termasuk di lingkungan pemerintahan. Yang bahkan di setiap departemen di pemerintahan itu punya istilah atau terminologi tersendiri lagi. Munculnya istilah-istilah itu pasti diikuti dengan definisi atau pengertian atas istilah itu. Lebih gampangnya, silakan buka suatu peraturan. Disana di bab awal akan dimulai dengan bab pengertian atau...