Melawan arus
-(Selasa, 30 September 2025)- Diluar terdengar suara hujan ketika saya terbangun. Spontan tangan meraih smartphone, sekadar melihat jam. Waktu belum menunjukkan pukul 4 pagi—masih ada waktu hampir satu jam sebelum alarm berbunyi. Namun, muncul dorongan untuk bangun lebih awal dan melanjutkan kebiasaan harian: sholat tahajud. Akhirnya saya beranjak ke kamar mandi. Selepas wudhu, wajah saya keringkan dengan handuk, lalu saya kenakan sarung untuk sholat. Seperti biasa, tahajud saya cukupkan empat rakaat dengan dua salam, kemudian ditutup dengan witir tiga rakaat sekaligus. Setelah itu, zikir dan doa saya panjatkan. Biasanya setelah rangkaian ibadah itu, waktu subuh sudah dekat. Tapi kali ini masih ada setengah jam. Saya pun merebahkan diri di kursi panjang sambil menggenggam smartphone. Dari situ muncul niat untuk menulis sesuatu. Saya buka aplikasi catatan, berharap ada ide segar yang bisa segera dituliskan. Namun, lima menit berlalu tanpa kata, hanya hening dan pencarian gagasan dalam k...