Propaganda film
-(Sabtu, 31 Januari 2026)- Menonton film-film Barat, bagi saya, bukan sekadar perkara hiburan. Ia memang menyenangkan, tetapi juga menuntut sikap waspada. Di balik alur cerita yang rapi, sinematografi yang memikat, dan dialog yang terasa wajar, sering kali terselip pesan-pesan tertentu—bahkan propaganda—tentang budaya dan cara pandang yang perlahan ingin ditanamkan kepada penontonnya. Salah satu yang paling mudah terbaca adalah bagaimana hubungan intim pra nikah ditampilkan sebagai sesuatu yang lumrah. Yang lebih jauh lagi, film-film tersebut kerap menghadirkan relasi sejenis—hingga perkawinan sejenis—seolah-olah itu adalah realitas sosial yang sepenuhnya normal dan diterima. Padahal, bagi masyarakat Timur dan dalam kerangka ajaran agama, dua hal ini jelas bertentangan dengan nilai yang selama ini dijaga. Yang menarik, bahkan mengkhawatirkan, bukan semata apa yang ditampilkan, melainkan bagaimana ia ditampilkan. Relasi-relasi tersebut digambarkan hidup tenang, diterima lingkungan seki...