Postingan

Sisifus yang Bahagia

 - (Ditulis tanggal 10 September 2023) -  Dalam mitologi Yunani, ada satu tokoh yang bernama Sisifus. Yang dikutuk untuk mendorong batu besar ke atas bukit. Dan kemudian ia harus menyaksikan batu itu menggelinding. Setelah batu itu berhenti menggelinding, Sisifus menuruni bukit dan mendatangi batu itu, lalu mendorongnya kembali keatas bukit. Setiba diatas bukit, ia melihat kembali batu itu menggelinding kebawah. Dan begitu seterusnya. Satu aktivitas yang terus berulang, setiap saat, setiap hari. Sejatinya itulah gambaran hidup manusia. Seorang pegawai kantoran, setiap hari pergi ke kantor, mengerjakan tugas rutin, lalu pulang. Besoknya, ia kembali mengulangi aktivitas itu. Seorang pedagang, setiap hari pergi ke pasar, menggelar dagangannya, bertransaksi dan sore hari kembali pulang ke rumah. Dan itu juga terus berulang. Hal yang sama juga terjadi pada manusia lain dengan ragam profesi. Tak hanya pada manusia, rutinitas juga dialami oleh suatu unit organisasi. Setiap hari, set...

Habitus Belanja DK/TP

 - (Ditulis tanggal 2 September 2023) - Oleh karena dari tahun ke tahun, tak ada peningkatan signifikan, maka bisa diambil kesimpulan: Yaa memang sudah segitu saja kemampuannya. Tak bisa lagi dipercepat, kendati didorong dari berbagai arah. Kiri, kanan, atas, bawah. Kenyataannya, kinerja realisasi anggaran dekonsentrasi/tugas pembantuan (DK/TP) terus saja menjadi PR. Dari pengalaman bertugas di dua provinsi, saya bisa melompat pada kesimpulan seperti alinea diatas. Memang itu tidak ilmiah, tapi faktanya secara nasional hingga data terakhir realisasinya baru sekitar 40%. Padahal target nasional sampai Q3 adalah sekitar 70%. Bagaimana mungkin mengejar 30% dalam waktu satu bulan dari sekarang. Tentu saja, mengejar realisasi belanja itu harus diartikan sebagai realisasi belanja yang berkualitas, bermutu dan akuntabel sesuai koridor hukum. Dari besaran prosentase realisasi belanja, sekilas bisa menggambarkan ketercapaian output atas pelaksanaan anggaran. Dalam hal ini, realisasi belanja...

Peci Akar Jangang

 - (Ditulis tanggal 25 April 2023) -  Peci atau kopiah ini saya beli di Martapura. Di pasar batu intan itu. Tujuh tahun yang lalu. Saat saya masih bertugas di Pelaihari. Saya suka memakai peci ini. Isis. Kepala tidak panas. Karena banyak lubang anginnya. Jika di Pontianak ada ungkapan bahwa yang sudah minum air Sungai Kapuas akan balik lagi ke Pontianak, maka apakah dengan kerap memakai peci akar jangang ini kemudian membuat saya balik lagi ke wilayah Kalimantan Selatan? Entahlah.. Tentu saja, ungkapan atau logika seperti itu bukan bermaksud untuk syirik atau menyekutukan Tuhan. Jadi, tidak perlu dianggap serius. Mungkin sekedar untuk bahan candaan. Atau sebagai materi guyonan untuk menertawai nasib. Faktanya, sekarang saya balik lagi ke wilayah Kalsel. Dan tidak sedikit orang-orang atau teman-teman saya dulu waktu di Pontianak, ternyata mereka sebelumnya memang pernah bertugas di Pontianak. Dengan kata lain, mereka balik lagi ke Pontianak. Meski mungkin ini hanya sekedar coco...

Tol Semarang-Solo

 - (Ditulis tanggal 16 April 2023) - Dalam rentang dua tahun lebih itu, setiap minggu saya melewati tol Semarang-Solo. Yang jalannya naik turun dan bagus pemandangannya. Kalau dulu semasa SD, setiap menggambar pemandangan berupa gunung selalu ada jalan di tengah ke arah gunung itu, maka persis itu bisa dilihat di tol ini. Yang namanya berkendara, tentu harus hati-hati dan waspada. Terlebih lagi berkendara di jalan tol ini. Karena jalanannya naik turun, yang di lokasi-lokasi tertentu mesti ekstra hati-hati. Ada beberapa turunan panjang, ada pula beberapa pendakian. Yang setiap berada di lokasi itu, truk-truk besar akan pelan-pelan. Nah, inilah barangkali kondisi bagi pengendara mobil untuk sabar di belakang mereka. Yang ketika kita akan menyalip, juga terhalang oleh mobil atau truk lainnya. Padahal posisinya di penurunan panjang, yang tanpa injak gas pun mobil sudah meluncur cepat. Di tempat-tempat inilah, biasanya saya jaga agar tidak terlalu dekat dengan mobil di depan. Lokasi pen...

Memorabilia Rest Area

Gambar
 - (Ditulis tanggal 29 Juli 2023) - Siang itu, kami singgah di rest area. Yang dekat pintu tol Salatiga itu. Dia yang minta. Katanya belum pernah mampir. Penasaran. Rest area itu ada dua, tapi satu. Ada dua karena letaknya yang di kiri dan kanan jalan tol. Satu, karena ada jembatan penyeberangan yang dibangun di atas jalan tol menghubungkan dua rest area itu. Itulah yang barangkali membuat dia penasaran. Dan sejatinya saya pun penasaran. Parkiran sudah penuh. Tak dapat bagian. Selain juga minder, kalau harus jejeran mobil-mobil keren. Liburan sekolah, rupanya membuat orang-orang berhamburan. Akhirnya kami parkir di pinggir jalan keluar rest area, yang jalanannya lumayan lebar. Meski kemudian kami harus berjalan agak jauh ke bangunan rest area. Tak apa, demi dia. Yang sudah merelakan diri menjemput saya. Ini rest area dengan konsep mall. Dengan beberapa lantai. Ada kedai dan resto. Dan juga toko-toko pakaian. Pun oleh-oleh. Dia mengajak menyeberang ke rest area sebelah. Melewati jem...

Sarangan - Cemoro Sewu - Tawangmangu

Gambar
 - (Ditulis tanggal 31 Mei 2023) - Sejak keluar kota Magetan menuju Sarangan, sudah disuguhi pemandangan indah persawahan dengan terasseringnya. Melintasi Sarangan, terus naik ke arah Cemoro Sewu memang asyik ketika bukan hari libur. Jalanan lengang. Tidak ada kemacetan. Paling-paling ketika tanjakan curam dan di depan ada bus, membuat kita pelan-pelan. Dan jaga jarak. Belum juga petang. Tapi kabut sudah menyerang. Excited. Berkendara berselimut kabut. Meski harus hati-hati dan waspada. Sebenarnya banyak spot bagus di sepanjang jalanan naik dari Sarangan ke Cemoro Sewu. Pengen rasanya berhenti. Tapi sunyi. Yang sejatinya ciamik kala sedang berdua. Hehehe... "Kita nyeberang dulu aja, nanti berhenti pas di Tawangmangu," kata saya pada seseorang disamping saya. Kemalaman di sekitar Sarangan, padahal mesti lanjut ke Tawangmangu, rasanya kurang nyaman juga. Apalagi kabut-kabut itu. Mitigasi risiko tiba-tiba menyeruak. Padahal, aslinya aman-aman saja. Meski tanjakan curam, jalanan ...

Kemenkeu Satu

 - (Ditulis tanggal 17 April 2022) - Luar biasa terobosan Bu Menteri ini. Tak sekalipun saya membayangkan suatu saat pindah ke unit tetangga. Dan dengan terobosan itu, siapa pun orang Kemenkeu bisa mutasi antar eselon I. Saya yang orang perbendaharaan, sekarang bisa bermimpi suatu saat jadi orang pajak atau beacukai. Teman saya yang orang pajak mungkin tak pernah menyangka suatu ketika pindah ke KPPN atau KPKNL. Dan berbagai contoh variasi lainnya. Kalau dulu hanya terbatas untuk jabatan eselon II, sekarang sudah sampai jabatan eselon IV.  Pertimbangannya pasti didasari harapan masa depan yang lebih baik. Untuk lebih mengoptimalkan sumbangsih Kemenkeu pada negeri ini.  Semua sudah paham dan masih ingat bahwa dorongan untuk bersinergi antar unit eselon I sudah lama diserukan. Keinginan untuk mengikis silo-silo juga tak kurang-kurang disampaikan. Hanya saja, kebutuhan untuk semakin berkolaborasi mungkin dirasa sudah mendesak. Terutama demi inovasi baru yang lebih berspektru...

Mudik

Gambar
 - (Ditulis tanggal 16 April 2022) -  Mudik adalah tentang kenangan. Dan kita kerap merindukan kenangan masa kecil kita di kampung halaman. Lalu, dengan bersemangat kita menuturkan cerita-cerita silam pada anak-anak kita. Tentang bagaimana kita bermain tanah liat, bermain kelereng, bermain betengan, bermain ketapel, bermain petak umpet, bermain engkling, bermain layangan, adu wayang, adu karet, adu jangkrik, adu kecik dan segala jenis permainan lampau yang sekarang tak lagi dimainkan oleh anak-anak kita.  Atau tak hanya soal permainan, bahkan rasanya dengan sangat antusias kita menceritakan pengalaman masa kecil kita dulu mengaji di mesjid dengan lampu minyak tanah atau petromak, yang kita pulang dari mesjid membawa oncor untuk menerangi jalan ketika harus melewati jalan setapak di kebonan. Atau bagaimana pengalaman sholat tarawih kita dulu yang 20 rakaat ditambah 3 rakaat, yang rasanya lamaaaa sekali, dan kita sabar mengikuti karena setelah itu kita akan mendapat pembagi...

Ramadhan Istimewa

 - (Ditulis tanggal 28 April 2022) - Ini adalah ramadhan istimewa. Setidaknya bagi saya. Tidak hanya target amalan ramadhan, saya punya target duniawi lainnya. Yang sebenarnya terkait erat dengan puasa. Dulu, saya kerap balas dendam disaat berbuka. "Coba tengok kerongkonganku, akan nampak makanan," bercanda saya pada istri untuk menggantikan kalimat "saya kekenyangan". Dulu, saya heran kenapa berat badan saya tak turun-turun kendati sudah berpuasa sebulan penuh, tak satu hari pun saya puasa mbedug, atau puasa tutup kendang hanya di awal dan di akhir, atau pura-pura puasa ketika ada orang, lantas menyelinap ke warung jika sepi orang. Sumpah, saya berpuasa sebulan penuh. Hanya saja, berat badan saya tetap. Dulu, sebelum berbuka saya minta disiapkan atau beli sendiri: kolak, gorengan, dawet, donat, kue, teh manis atau es buah atau es degan dan segala panganan lainnya. Dulu, disaat makan sahur, saya ambil nasi satu piring penuh, karena takut kelaparan disaat puasa. Bahk...

Turis

Gambar
   - (Ditulis tanggal 24 Juli 2022) - Ketika di sebuah pasar lokal, dimana orang-orang di pasar itu sudah saling kenal, kemudian melintas seorang turis, apa yang akan terjadi? Nyaris semua mata akan tertuju pada turis itu. Orang baru dengan perawakan dan mungkin dengan dandanan yang berbeda dari umumnya warga disitu, sudah tentu akan menarik perhatian. Barangkali orang-orang di pasar itu bertanya-tanya, siapa turis itu, mau apa dia, apa yang sedang ia cari, ia mau kemana, mau lihat apa, dst. Apalagi tiba-tiba turis itu masuk ke sebuah kedai, memesan makanan, lalu dengan santainya menikmati sarapan. Yang tak berapa lama kemudian, beberapa warga lokal berdatangan ikut memesan makanan di kedai itu. Yang orang-orang itu lalu memperhatikan atau melirak-lirik turis itu. Lantas, apa respon sang turis saat ia sadar banyak mata tertuju padanya? Barangkali ia akan tersipu malu, lalu berusaha bersikap sopan, menyapa orang-orang dengan kata-kata yang umum. Lalu, ia akan segera pergi setel...

Mind Blowing

Gambar
   - (Ditulis tanggal 23 Juli 2022) - Apa yang Anda bayangkan ketika mendengar kata "kerupuk"? Kebanyakan orang tentu akan berpikir seperti ini. Kerupuk adalah satu jenis panganan yang bentuknya lempengan, kering wujudnya dan akan berbunyi kriuk saat digigit. Setidaknya itu yang ada di benak saya. Bagi sebagian orang, kerupuk adalah lauk wajib saat ia makan. Tanpa kerupuk dan bunyi kriuk, sarapannya, makan siangnya atau makam malamnya akan terasa belum sempurna nikmatnya. Karena itu, bagi penggemar kerupuk, dia selalu sediakan satu toples penuh berisi kerupuk sebagai lauk pelengkap. Malahan, di beberapa tempat kerja, sekelompok pegawai urunan untuk berlangganan kerupuk, yang toples kaca isi kerupuk itu selalu disembunyikan saat akan ada pejabat sidak ke ruangan. Kerupuk ada banyak jenisnya. Ada yang berbentuk bundar putih atau kuning, dengan sebutan kerupuk bandung. Ada pula kerupuk lempeng, yang orang Madiun menyebut begitu, tapi orang Sragen menyebutnya karak. Ada pula keru...

Bekerja Berdasarkan Data

Gambar
 - (ditulis tanggal 17 Juli 2022) -  Ada satu pelajaran berharga yang saya peroleh dari seorang senior. Yaitu: memulai tugas baru dengan menganalisis data. Di awal tahun lalu, saat sang senior ini akan memulai tugas barunya, barangkali dia tidak bertanya pada pendahulunya tentang orang-orang disitu, bagaimana kinerja dan perilakunya. Akan tetapi, dia memilih bertanya tentang user password OMSPAN. Kami baru paham setelah hari pertama perkenalan, dia memaparkan hasil olah data. Dia tunjukan visualisasi data dan analisisnya. Saya terkaget-kaget. "Oh.. sampai kesana pemikirannya." Sejak itulah, saya terpicu untuk mencontoh apa yang dia lakukan. Menggeluti data. Lewat pergumulan dengan data itu kemudian saya melahirkan beberapa artikel. Pada intinya adalah bekerja berdasarkan data. Ini yang selalu dia tekankan. Dia tunjukan hipotesa-hipotesa berdasarkan data yang dia olah. Seperti: jumlah hari yang dilalui pemda dalam proses perekaman data kontrak atau SP2D BUD sampai dengan revi...

Target Tercapai

Gambar
 - (Ditulis tanggal 16 Juli 2022) -  Yess...!!! nilai IKPA kuartal dua bisa mencapai target 89. Data kemarin menunjukkan angka 89,27. Dengan capaian triwulan I yang masih dibawah target, tentu raihan triwulan II ini menjadi prestasi yang daebak. Karena tak mudah meraihnya. Ada drama disana. Yang memang drama itu dibutuhkan agar bekerja tak terjebak pada rutinitas yang monoton. Seluruh pihak harus peduli dan dilibatkan. Itulah kuncinya. Tak mungkin Kanwil bekerja sendiri. Dan juga mustahil KPPN berusaha mandiri. Pada akhirnya peran satker adalah utama. Disitulah dibutuhkan kesungguhan Kanwil dan KPPN untuk memberikan bimbingan, pendampingan dan konsultasi secara intens. Kunci berikutnya adalah alat monitoring. Ini diperlukan agar Kanwil dan KPPN bisa mengontrol dan memberikan evaluasi, mana-mana yang mesti didorong, satker mana yang mesti dikejar dan sekaligus sarana bagi Kanwil dan KPPN untuk mengetahui medan laga. Karena itu, alat monitoring ini tidak cukup yang hanya bisa me...

Menunggu

Gambar
 - (Ditulis tanggal 7 Juli 2022) -  Ketika naik bus antar kota antar provinsi, saya tak pernah sanggup untuk melihat handphone. Saya masuk golongan orang lemah jika membaca di bus atau mobil yang sedang melaju. Bisa parah kalau memaksakan diri. Mual-mual dan mabok darat. Berbeda dengan ketika naik kereta api atau pesawat, saya bisa habiskan waktu dengan membaca atau menulis. -Tetap santai dan sehat meski sedang pegang HP atau laptop di mobil itu- merupakan kelebihan atau kehebatan yang tidak semua orang miliki. Karena itu, saya kagum dengan seorang senior saya dulu yang tetap tenang selama naik mobil sembari coding. Maka, yang saya lakukan di bus adalah menjadi pengamat. Bukan mengamati secara serius, karena objek yang diamati cepat berganti. Saya amati pemandangan di pinggir-pinggir jalan yang dilalui bus. Saya amati video musik koplo yang diputer di bus. Saya amati lirik lagu yang dinyanyikan. Pun tentu saya amati sang penyanyi yang berlenggak lenggok yang tangannya seolah t...

Defisit Kalori

Gambar
 - (Ditulis tanggal 25 Juni 2022) -  Inilah yang berusaha dilakukan oleh orang-orang modern sekarang ini. Berbagai cara dilakukan untuk menurunkan kandungan "kalori" di dalam tubuhnya. Entah sebagai life style, agar good looking atau memang untuk kesehatan. Salah satu cara yang dilakukan adalah berolah raga, baik lari, gowes, nge-gym atau olah raga lainnya. Intinya: agar timbunan karbo itu terbakar dan sedikit demi sedikit menipis. Begitu kira-kira saran dari berbagai youtuber sembari memamerkan badan ramping atau berotot itu. Mereka bilang: "cukup 5 menit setiap hari" atau "cukup lakukan ini di rumah" atau "berat badan turun dalam satu minggu" dan beragam kalimat lainnya yang provokatif itu. Percayalah. Itu tak pernah semudah yang kita tonton di youtube. Tak sedikit yang akhirnya putus asa, lalu berkata "terserah!". Yang artinya bisa macam-macam. Bisa bermakna sudah pasrah dan menerima keadaan serta percaya itu sudah takdirnya. Atau bi...