Paradoks Desember
-(Senin, 1 Desember 2025)- Selamat datang Desember. Bulan yang hanya berisi 31 hari ini menjadi penanda bahwa tahun baru semakin dekat. Bagi sebagian orang, ini adalah bulan yang ditunggu—hadirnya hari raya, liburan, dan waktu berkumpul bersama keluarga. Namun, bagi sebagian yang lain, Desember justru merupakan bulan paling padat. Bulan ketika target kinerja dan serapan belanja menjadi taruhan. Maka diberlakukanlah berbagai aturan: pengetatan, pembatasan, bahkan larangan cuti. Dan pola ini selalu berulang setiap tahun. Di satu sisi, kondisi tersebut dapat dibaca sebagai hal positif. Ia menunjukkan keseriusan birokrasi untuk menuntaskan tugasnya. Para pegawai rela mengorbankan kepentingan keluarga demi kepentingan rakyat, menjaga agar serapan anggaran mencapai target. Tetapi di sisi lain, fenomena ini sekaligus menjadi alarm bahaya: kinerja belanja pemerintah belum juga menunjukkan perbaikan dari tahun ke tahun. Penumpukan pencairan anggaran di akhir tahun masih menjadi tradis...