Postingan

Pilihan Hari Ini

Bermutasi

  - (Ditulis tanggal 20 April 2024)  - Satu per satu pergi. Menuju tempat baru. Untuk suatu tugas baru. Dengan lingkungan baru. Dengan kondisi sosial dan alam yang baru. Pimpinan baru, bawahan baru, peer baru. Bahkan jenis makanan yang baru.  Semua terus bergerak. Semuanya berubah. Bermutasi. Tak ada yang abadi, kecuali perubahan itu sendiri. Begitu bunyi satu ungkapan. Yang sudah semua memahami.  Tentu harapannya adalah perubahan ke arah yang lebih baik. Seperti kalimat bijak ini. Barangsiapa hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka itulah orang yang beruntung. Hari ini sama dengan kemarin, itulah orang yang merugi. Hari ini lebih buruk dari kemarin, maka itulah orang yang celaka.  Meski kalimat bijak itu diyakini dalam konteks ibadah atau amalan, tapi barangkali bisa direfleksikan dalam nasib yang dialami manusia.  Lalu, kita bisa menilai sendiri apa yang terjadi hari ini. Atas semua yang kita alami. Yang bermuara pada kesimpulan: beruntung, merugi ata...

Sate gule

-(Kamis, 3 April 2025)- Saya masih ingat momen itu. Saat pertama kali makan sate solo. Merasa aneh. Makan sate kok garingan. Nasi, sate, lalapan: kubis, bawang merah, tomat.  Makan sate model begitu tak ada di daerah saya. Adanya sate gule. Nasi disiram kuah gule dan jeroan. Ada sambel kacang dan irisan daun jeruk purut. Ditambah beberapa tusuk sate. Yang bisa juga ditaruh di piring tersendiri. Dari deskripsi ini anda sudah bisa membayangkan perbedaannya dengan sate solo. Yang tentu ada persamaannya: sama-sama dari daging kambing.  Sate gule adalah salah satu kuliner yang selalu menggoda untuk kami nikmati setiap pulang kampung. Ada warung sate gule yang sudah lejen, yang sudah berdiri sejak tahun 1970. Begitu klaim yang tertulis di banner warung itu. Sudah barang tentu itu bukan perkara mudah. Karena siapa yang kuat berdiri selama itu? Saya tahu warung itu sejak kecil dulu. Sebelumnya berada di dalam pasar. Entah kenapa, kemudian pindah ke luar pasar.  Dulu, beberapa kal...

Cavendish

-(Rabu, 2 April 2025)- Dan diantara sajian lebaran di atas meja adalah pisang.  Saya mengenal beragam pisang: ambon, raja temen, raja ketan, susu, bung alias gepok, ulin, morosebo, tanduk, kluthuk dan cavendish. Yang terakhir ini kerap kita jumpai di supermarket atau minimarket. Mengapa hanya ada cavendish? Di pasar modern. Sepanjang pengamatan saya. Apakah karena namanya yang terdengar paling modern? Yang rasa barat. Mengapa ia diberi nama cavendish? Apa kelebihannya hingga ia bisa masuk supermarket?  Padahal, yang paling enak diantara pisang-pisang itu adalah pisang raja temen. Menurut saya. Pisang gepok yang sudah jadi pisang goreng juga enak. Sangat enak. Ini satu jenis pisang yang bisa diolah jadi beragam panganan. Tapi, tak ada di supermarket. Barangkali namanya perlu diganti dengan nama yang lebih modern. Seperti: monday, alfa, dll.  Katanya, nama cavendish diambil dari nama seorang bangsawan Inggris, Williams Cavendish. Bagaimana bisa begitu. Silakan dicari sendir...

Percakapan lebaran

-(Selasa, 1 April 2025)- Silaturahmi. Berkunjung atau dikunjungi. Untuk saling memaafkan. Atas salah dan khilaf. Mencicipi hidangan yang telah tersaji. Diselingi percakapan dan gelak tawa. Kadang rasa haru. Pun air mata menetes saat mengingat anggota keluarga yang telah tiada.  Itu semua adalah suasana lebaran yang kemarin dan hari ini terjadi. Di kampung saya, hal itu masih akan berlanjut sampai lebaran ketupat.  Di tengah kebahagiaan idulfitri, ada hal yang dikhawatirkan dan dianggap toxic bagi sebagian orang. Yaitu pertanyaan-pertanyaan yang menurut mereka menyakitkan. Seperti: sekarang kerja apa, apakah sudah menikah, apa sudah punya momongan, dst.  Katanya: itu dianggap pertanyaan basa basi, yang ditujukan hanya untuk membandingkan pencapaian. Padahal, setiap orang punya perjuangannya sendiri. Yang tidak semestinya dibanding-bandingkan. Karena akan menyakitkan. Menurut mereka.  Sebagai orang yang telah melalui puluhan kali lebaran, saya bisa membandingkan antara...

Side job

-(Senin, 31 Maret 2025)- Saya kira setiap minggu saya bisa membuat buku. Dengan AI. Saya sudah pasang target itu. Buku versi pdf. Dua buku sudah saya share melalui grup WA. Buku tentang insan kamil dan idulfitri.  Dengan AI, tidak kurang satu hari saya bisa menyelesaikan satu buku. Saya sudah mempelajari dan sudah tahu prompt-nya. Saya hanya tinggal memikirkan tema buku yang relevan. Setelah ketemu tema-nya, saya berikan perintah pada AI.  Untuk mencapai target itu, saya bisa kerjakan di akhir pekan. Yang tempo hari sudah saya buktikan. Dalam sehari itu langsung selesai satu buku. Seperti kilat. Sangat cepat.  Menurut saya bekerja dengan AI itu laksana kita punya tim. Ketika kita punya ide, tinggal kita berikan instruksi apa mau kita. Lalu, tim yang akan mengerjakan. Dan, jadi. Begitu juga dengan AI.  Ini sejatinya juga bagian dari cara saya untuk bisa terus membaca buku dan belajar. Saya mesti membaca dan mereviu hasil tulisan AI itu. Dengan begitu, saya menjadi se...

Investasi

-(Minggu, 30 Maret 2025)- Kemarin malam adalah tarawih terakhir. Untuk ramadan ini. Alhamdulillah, tiada satu malam pun yang saya lewatkan tanpa tarawih. Alias full. Meski kadang tarawih sendiri di rumah. Ketika hujan atau saat perjalanan.  Jumlah rakaat juga menyesuaikan. Kadang 20, kadang 8. Kadang 2 rakaat satu salam, kadang 4 rakaat satu salam.  Lalu, apakah ada isian gugel form untuk tarawih full? Sebagaimana gugel form khatam Qur'an. Tentu saya bercanda dengan pertanyaan itu. Karena memang tak ada. Barangkali khatam itu dianggap lebih tinggi tingkatannya dibandingkan full tarawih. Karena lebih effort. Karena setidaknya 1 hari mesti 1 juz. Yang setelah mengisi gugel form itu, akan diberikan reward. Sebuah upaya mulia memberikan motivasi. Untuk investasi akhirat. Terlepas dari pro kontra, tapi kita patut menghargai dan mengapresiasinya.  Terlepas pula dari urusan reward atau pahala, sebenarnya dengan keberhasilan meraih target itu, sudah menciptakan rasa kebahagiaan s...

Optimisme

-(Sabtu, 29 Maret 2025)- Sepanjang perjalanan dari bandara, saya mencoba menjadi pengamat. Yang bisa menjadi tips untuk menghilangkan kejenuhan dan menikmati keadaan. Salah satu yang saya amati adalah kabel-kabel di udara. Mulai dari kota ini sampai ke kota itu. Setidaknya ada 4 kota yang saya lewati.  Kesimpulannya: semuanya tak sedap dipandang mata. Begitu banyak kabel dalam satu tiang dan satu jalur. Andai ada burung terbang lewat, pasti terjerat.  Tak sedap itu juga ada pada foto. Coba saja difoto, salah satu rumah atau gedung kantor. Dari seberang jalan. Apa yang terlihat di foto? Anda sudah tahu. Ada banyak kabel melintas di depan gedung atau rumah. Yang membuat foto gedung menjadi kurang bagus.  Saya membayangkan andai kantor itu ikut penilaian WBBM, dan diminta untuk membuat profil kantor, saya kira angel itu tak akan muncul dalam video.  Kadang, kita berusaha membuat kantor terlihat bagus dan indah dipandang. Hanya saja lingkungan dan kondisi sekitar kurang...

Bermusafir

-(Jumat, 28 Maret 2025)- Jarum jam belum juga menunjukan pukul 4 pagi. Antrian pemeriksaan penumpang sudah mengular. Saat lewat di depan counter cek in tadi, juga terlihat antrian panjang di salah satu jurusan. Ada jadwal penerbangan yang memaksa para penumpang datang pagi-pagi buta ke bandara.  Di depan saya ada seseorang yang harus bolak balik diperiksa. Tubuhnya berbunyi. Ada barang yang semestinya dilewatkan pemeriksaan. Agar tidak terjadi hal begitu, saya biasanya sudah menyiapkan diri. Dompet, jam tangan, HP sudah saya masukan ke tas. Sejak sebelum ke tempat pemeriksaan. Saya juga sengaja tak pakai ikat pinggang. Karena memang sudah lama saya tak pakai lagi. Sejak ada pakaian seragam yang tak mengharuskan memasukan bagian bawah baju ke celana. Juga sejak peduli dengan tampilan. Bagian depan agar tetap terlihat rata. Setelah berhasil melewati pemeriksaan, saya bergegas dengan langkah cepat menuju waiting room.  Naik apa Pak. Seseorang tiba-tiba menyapa. Langkah kaki saya ...

Mudik bahagia

-(Kamis, 27 Maret 2025)- “Uwong koyo gabah diinteri.” Ungkapan Jawa. Yang ini sudah berlangsung. Terutama besok. Yang dari jakarta akan berbondong-bondong keluar. Ke jabar, jateng, jatim, jogja. Pun ada yang ke luar jawa. Yang dari kalimantan pergi ke jawa. Dari jawa ke sulawesi. Juga sebaliknya. Banyak orang pergi ke kampung halaman. Alias mudik. Mulih dilik. Pulang sebentar. Untuk beberapa hari, lalu balik lagi.  Pada situasi seperti itu, selain persiapan fisik, juga butuh mental. Khususnya mental kesabaran. Bagaimana tidak? Anda sudah tahu. Tahun lalu saya mengalaminya. Tapi, untungnya sebagian orang cepat melupakan kegetiran. Barangkali anjuran untuk lebih baik menerima keadaan, juga terbukti manjur untuk mengurangi stres.  Karenanya, evaluasi dan perbaikan terus dilakukan. Oleh pemerintah. Ada ide-ide kreatif untuk mengurai kepadatan di jalan. Di satu waktu. Seperti WFA. Yang membuat girang bagi sebagian orang. Untuk bisa lekas pulang.  Artinya, mudik sudah menjadi i...

Simalakama

-(Rabu, 26 Maret 2025)- Ini yang mesti diwaspadai. Terutama bagi yang sudah senior. Ini bukan berarti yang yunior bisa sembarangan. Yaitu stroke. Ringan atau berat. Kalau lihat angka jumlah penderitanya, barangkali kita akan merasa prihatin. Karena banyak. Saya pernah bertemu dengan beberapa orang yang kena stroke. Tempo hari saya kaget melihat seseorang. Setelah hampir setahun tidak bertemu. Nyaris saya tidak mengenalinya. Kami bercakap-cakap. Beliau cerita sempat dirawat di RS. Sekarang menjalani masa pemulihan. Bisa berjalan sendiri, bisa berbicara. Tapi masih ada anggota badannya yang belum pulih. Yang saya tahu, stroke terjadi karena ada penyumbatan aliran darah ke otak. Di pembuluh darah. Atau aliran darah menuju otak tidak lancar. Karena sebab lain. Karena terhambat, jaringan otak yang berisi saraf-saraf tidak atau hanya sedikit memperoleh nutrisi. Yang dibawa oleh darah. Akhirnya ada yang rusak. Kerusakan saraf itu berdampak pada berfungsinya anggota tubuh.  Untuk itu, yang...

Kain putih

-(Selasa, 25 Maret 2025)- Ada beberapa lintasan ide muncul di kepala saya. Tadi saat tarawih, timbul pikiran untuk menulis tentang kain putih panjang dengan lebar dua setengah jengkal tangan saya. Yang digelar untuk tempat sujud jamaah. Di shof depan atau beberapa shof bagian depan. Nyaris semua masjid yang pernah saya kunjungi disini, digelar kain putih itu. Terutama saat sholat berjamaah. Sehabis itu akan digulung. Meskipun masjid itu sudah ada karpet, tapi tetap digelar kain putih itu.  Saya belum pernah bertanya, apa latar belakang, sejarah atau filosofinya. Saya hanya menebak. Sedikit menganalisis. Pertama, kain putih itu akan meringankan jamaah. Jamaah tak perlu lagi bawa sajadah. Walau tetap bawa sajadah tidak dilarang. Kain putih itu berfungsi sebagai alas sujud. Dengan kain putih itu setidaknya bisa membuat bagian tempat sujud menjadi lebih lembut. Sehingga tidak cepat membuat jidad menjadi gosong.  Saya pernah lihat, karpet masjid yang karena sudah terlalu lama, hing...

Kemubaziran

-(Senin, 24 Maret 2025)- Akhirnya, saya mesti buka rekening di bank itu. Saya telpon marketing. Dia siap membantu. Beberapa saat kemudian dia mengirim WA. Sebuah video dan pesan. Agar saya masuk ke aplikasi dan melakukan langkah-langkah seperti yang ada di video pendek itu.  Saya tonton video itu. Tutorial untuk buka rekening sendiri. Melalui aplikasi. Luar biasa. Sudah secanggih ini jaman sekarang. Batin saya. Sebuah terobosan yang tentu sudah berdampak bagi bank itu. Orang tak perlu datang ke bank. Cukup dari apa yang kita gengam. Smartphone.  Saya membayangkan, dengan hadirnya aplikasi itu, rasanya tugas CSO menjadi lebih ringan. Yang karena perusahaan itu biasanya konsen dengan efisiensi, maka pemangkasan jumlah CSO sangat mungkin terjadi. Inilah yang disebut disrupsi.  Pada banyak contoh lainnya, disrupsi telah mencerabut sesuatu dari akarnya. Alias hilang selamanya. Mesin ketik. Telepon kabel rumah. Kertas berkarbon. Kalkulator. Tip ex. Mesin stensil. Berkirim surat...

Fokus

-(Minggu, 23 Maret 2025)- Dalam satu wawancara, penulis fiksi itu menceritakan proses kreatifnya. Saat proses menulis, dia bisa berhari-hari tidak keluar kamar. Dia keluar saat makan saja. Selebihnya, fokus dengan penulisan karya fiksinya. Saat mendengar itu, batin saya berkata: kok bisa, kok kuat? Bagaimana mungkin? Yang terjadi barangkali, dia tak lagi merasakan ruang dan waktu. Mungkin kalimat ini agak berlebihan. Coba lihat para pertapa yang bermeditasi. Yang fokus pada satu titik, dia tak lagi merasakan waktu sudah berjalan berjam-jam, atau berhari-hari.  Dalam satu riwayat, dikisahkan Ali bin Abi Thalib terkena panah di punggungnya. Beliau minta anak panah itu dicabut saat sholat. Lalu beliau sholat dengan khusu'. Yang ketika panah itu dicabut, beliau tak merasakan sakit. Kenyataannya, fokus pada satu aktivitas, telah membuat indra kita seolah tak berfungsi. Perhatikan ketika kita asyik dan fokus dengan scroll video atau fokus sedang menulis balasan WA, kita tak lagi mendenga...

Penggerak ekonomi

-(Sabtu, 22 Maret 2025)- Seperti biasa saya di shaf pertama. Saya tengok ke belakang. Ternyata hanya sepertiga barisan. Artinya, jamaah pria sholat tarawih tinggal 1 baris plus 1/3 baris. Kemana orang-orang yang biasanya ikut tarawih?  Kondisi ini biasanya menjadi bahan sindiran para penceramah. Dengan mengatakan jamaah tarawih semakin maju. Di awal ramadhan, masjid dan mushola penuh dengan jamaah tarawih. Lambat laun shaf jamaah itu terus berkurang. Alias maju kedepan, tepat di belakang imam. Hingga tersisa dua baris. Atau kadang malah tinggal satu baris. Ini yang kerap disayangkan para pendakwah itu. Bahwa disaat 10 malam terakhir, yang diyakini merupakan waktu turunnya lailatul qadr, justru jamaah semakin berkurang.  Kondisi itu terus berulang setiap tahun. Masjid yang tadinya ramai jamaah, di akhir ramadhan mulai sepi. Yang nanti selepas lebaran, suasana masjid akan kembali normal. Seperti sebelum bulan puasa. Orang-orang sudah kembali pada kebiasaannya.  Alih-alih ke...

Melawan takdir

-(Jumat, 21 Maret 2025)- Suatu hari, kanguru berkata kepada kedua sahabatnya. Aku sudah bosan makan daun pohon kayu putih. Masak setiap makan itu terus. Aku ingin mencoba makanan lain. Kawan, aku ingin berkelana untuk mencari dan mencoba makanan baru.  Sejak dahulu, turun temurun dari nenek moyang kanguru, mereka makan daun kayu putih. Tak ada jenis makanan lain yang mereka makan selain itu. Kanguru pun pergi. Sebagai sahabat karib, kedua kawannya ikut mengembara. Menemani kanguru. Di satu tempat mereka berhenti. Bertemu dengan monyet yang sedang menikmati pisang. Hei kawan, boleh aku minta dan mencoba makananmu itu. Kata kanguru. Monyet itu lalu memberinya satu buah pisang. Kanguru lalu memakannya. Ah, rasanya kok kayak gini. Pikirnya. Buru-buru ia keluarkan pisang itu dari mulutnya. Sory kawan, sepertinya aku tidak cocok dengan makananmu itu. Monyet hanya mengangguk. Sambil keheranan. Padahal itu pisang paling enak. Pikir monyet.  Kanguru bersama dua rekannya melanjutkan pe...

Profesi baru

-(Kamis, 20 Maret 2025)- Hari ini saya kedatangan tamu. Pimpinan satu bank yang menangani pensiun. Silaturahmi. Karena baru disini. Selama disini, saya hitung sudah 3 kali di bank itu ada pergantian pimpinan. Bank yang itu malah 4 kali. Tempo hari pimpinan barunya juga silaturahmi. Artinya ada yang belum setahun sudah pindah. Tentu di setiap instansi punya kebijakannya sendiri. Pasti beda. Meski ada yang sama. Sama-sama akan pindah pada waktunya.  Ada perbincangan menarik. Pertama, kami sepakat untuk kolaborasi mengadakan kegiatan pembekalan persiapan pensiun bagi ASN yang tahun ini dan/atau tahun depan purna tugas. Tentu, saya menyambut baik. Prinsipnya, kalau itu bisa memberikan manfaat kepada banyak orang, kenapa tidak. Ada sebagian orang yang akan pensiun, ternyata belum siap. Belum siap aktivitas penggantinya. Atau belum siap mentalnya. Karenanya perlu disiapkan. Barangkali acara ini nanti akan menjadi pemantik. Untuk segera memikirkan: apa aktivitas setelah purna tugas. Atau ...

Memori tradisi

-(Rabu, 19 Maret 2025)- Saya perhatikan kertas yang dibawa anak kecil itu. Kertas yang terlihat ada bekas lipatan. Yang karena lipatan itu sudah berkali-kali dibuka dan dilipat lagi, hingga membuat bagian yang dilipat itu lepas satu sama lain. Nyaris kertas itu terbagi dua. Untung kedua bagian pinggirnya masih terhubung. Kertas itu berisi tabel aktivitas harian selama bulan puasa. Mulai dari berpuasa, sholat berjamaah, tadarus dan juga tarawih. Yang merupakan tugas dari sekolahnya, untuk melakukan ceklis. Setelah melaksanakannya. Yang dibuktikan dengan paraf dari Pak Imam. Maka, setelah selesai sholat tarawih, anak-anak kecil itu menyerbu dan mengerubungi Pak Imam untuk minta paraf di kertas itu. Setiap malam.  Pemandangan itu mengingatkan saya dahulu. Semasa masih SD. Saya juga melakukan itu. Setiap hari. Setelah sholat tarawih saya akan mendatangi Pak Imam untuk minta paraf. Siang hari setelah sholat dhuhur, juga pernah. Saya turut berjamaah di masjid dan menunggu Pak Imam selesa...

Senjata makan tuan

-(Selasa, 18 Maret 2025)- Disrupsi akibat teknologi itu memang nyata. Ada di sekitar kita. Alat yang kita pakai dalam bekerja terus berubah. Meningkat ke teknologi yang lebih canggih. Dari mesin ketik, PC lemot, PC pentium, hingga laptop. Yang tak perlu lagi mesti duduk di satu tempat yang tetap. Dari yang masih menggunakan kertas berkarbon sampai dengan paperless. Semuanya cukup dibaca di layar. Sehingga ada yang tersingkir. Tak digunakan lagi. Rontok oleh teknologi. Pada mulanya koran nasional langganan kami datang pada hari dan tanggal penerbitan. Belakangan sudah beda hari dan tanggal. Koran minggu, saya baca senin. Koran senin saya terima selasa. Dan seterusnya. Ini persis waktu saya berada di satu daerah di pulau yang mirip huruf K. Tepatnya di bagian bawah kaki depan. Seingat saya, dua hari kemudian baru saya baca. Artinya, sudah jadi koran bekas. Bedanya, yang dulu itu karena teknologi belum canggih ditambah lokasi yang jauh. Yang sekarang, karena saking canggihnya teknologi hi...

Puasa surplus

-(Senin, 17 Maret 2025)- Tadi siang saya menimbang badan. Sepertinya berat saya turun 2 kg. Dihitung dari berat sebelum ramadhan. Target saya selama puasa ini bisa turun 5 kg. Yang harapannya, itu bisa mengurangi lingkar perut. Tempo hari hasil MCU menunjukkan ada bintang di lingkar perut. Artinya, ukurannya diatas normal. Untuk itu, selain menjaga asupan makanan, saya juga berusaha tetap bergerak. Tidak mager. Selama puasa saya berusaha untuk olahraga. Ketika sore menjelang berbuka. Dengan jalan kaki selama kurang lebih 30 menit. Kira-kira 3000-4000 langkah. Sambil berjalan saya mengamati orang-orang berkendara lalu lalang di jalanan. Dugaan saya mereka tengah mencari menu makanan atau takjil untuk berbuka. Ada juga yang berbelanja di toko sayuran. Atau beli ikan dan daging ayam. Saya perhatikan kios ayam goreng fried itu juga ramai pembeli. Kalau ramai begitu, biasanya karena enak dan harganya lebih murah dibanding lainnya. Kadang saya melewati jalan atau gang di satu lingkungan per...

Romantisasi lampau

-(Minggu, 16 Maret 2025)- Suatu hari terjadi tabrakan. Korban langsung dikerubungi orang-orang. Datanglah seorang wartawan. Untuk membuatnya menjadi sebuah berita, ia perlu foto korban. Tapi, ia kesulitan mengambil gambar korban, karena terhalang banyak orang. Ia punya akal. Ia berteriak: minggir. Siapa anda. Tanya orang-orang. Saya orang tua korban. Kata wartawan. Orang-orang pun minggir dengan muka keheranan. Setelah berada di depan korban, wartawan itu pucat pasi. Ia lihat korban itu. Seekor anak monyet. Padahal ia sudah mengaku sebagai orang tuanya. Wartawan itu ngeloyor sambil menahan rasa malu. Itu adalah salah satu cerita dalam ceramah K.H. Zainudin MZ. Sebagai selingan. Yang tentu membuat audiens tertawa. Yang memang gaya ceramah beliau kerap membuat gerr jamaah. Tidak sekedar cerita lucu. Tapi beliau juga menyampaikan hikmahnya. Yaitu jangan asal ngaku-ngaku, kalau memang belum tahu. Akhirnya jadi malu. Atau maksud hati untuk ambil keuntungan dengan berbohong, justru malah men...

Berita palsu

-(Sabtu, 15 Maret 2025)- Saya mengikuti beberapa cerita film yang diangkat dari kisah nyata. Diantaranya seputar perang dunia II. Selain menyimak alur ceritanya, saya juga amati suasana dan kondisi fisik kehidupan masyarakat. Juga kota-kota di Eropa dan Amerika. Yang digambarkan dalam film itu. Saya melihat pada jaman itu, sudah banyak kemajuan. Yang dibangun oleh negara-negara Eropa. Dan tentu Amerika. Berangkat dari cerita dan gambaran film-film itu, lantas saya ingat Roman Tetralogi Bumi Manusia. Yang pernah saya baca dulu. Diantaranya diceritakan anak-anak muda Hindia Belanda yang bersekolah di Eropa. Saya membayangkan, bagaimana mereka menjalani kehidupan di negara Eropa bersama masyarakatnya yang sudah maju dibandingkan di Hindia Belanda. Inilah yang barangkali menginspirasi mereka. Untuk berjuang mencapai kemerdekaan. Dengan suasana kota yang sudah maju begitu, berarti sekolah tempat mereka kuliah, tentu berkualitas. Pada jamannya. Disitu mereka belajar dan berorganisasi. Dan te...

Transfer kemauan

-(Jumat, 14 Maret 2025)- Belakangan ini isu desa kembali  disorot. Terutama dikaitkan dengan dana desa. Dimana masih ada kebocoran dalam pengelolaannya. Tapi, tidak dipungkiri dana desa juga telah membawa manfaat bagi pembangunan desa dan masyarakat. Data IDM dan perkembangan status desa membuktikan itu. Sebagai sebuah dinamika, dua perspektif itu perlu disikapi secara adil. Kuncinya, selalu berdiri di tengah agar bisa melihat dua sisi. Yang satu dipandang sebagai motivasi menuju ke arah yang lebih baik. Yang satunya lagi sebagai wujud rasa syukur atas dampak kebijakan itu. Kenyataannya, dana desa ini menjadi salah satu topik kami dalam audiensi dengan pimpinan daerah. Di satu daerah yang dikenal sebagai awal mula berkembangnya masyarakat di wilayah ini. Yang di daerah ini pula saya bertemu dengan situs candi dari satu kerajaan yang dikaitkan dengan kerajaan Majapahit. Inilah yang lantas menjadi jawaban atas rasa penasaran saya, mengapa ada kosa kata bahasa daerah disini yang sama ...

Dukungan modal

-(Kamis, 13 Maret 2025)- Bahkan sebelum ada arahan, kami memang sudah merencanakan. Untuk bertemu dengan para kepala daerah yang baru dilantik itu. Untuk bersilaturahmi, untuk menyampaikan informasi. Memberikan evaluasi dan barangkali rekomendasi. Harapannya, dari apa yang kami sampaikan semakin memperkuat komitmen dan fokus kepala daerah. Dalam mengoptimalkan dana transfer dan peningkatan ekonomi.  Hari itu kami diterima. Kami sudah menyiapkan beberapa slide. Saya menerangkan isinya. Bahwa sebagai pimpinan daerah yang baru tentu memiliki program unggulan. Yang itu dibiayai dari anggaran. Yang berasal dari pendapatan daerah. Baik dari pendapatan asli daerah maupun dari dana transfer dari pusat. Saya pernah menghitung persentase dana transfer. Angkanya diatas 80%. Artinya sangat dominan. Alias sangat bergantung pada dana transfer dari pusat. Karena itu, saya mengatakan bahwa alokasi yang sudah menjadi jatah bagi daerah ini, semestinya bisa diserap secara optimal. Tidak saja diserap ...

Tarawih bahagia

-(Rabu, 12 Maret 2025)- Bagi saya dua pilihan itu sama-sama bagus. Masing-masing punya dasar. Dan sudah menjadi hal yang umum bagi umat. Karenanya, saya tidak fanatik pada satu pilihan. Mau paket tarawih yang 23 rakaat atau 11 rakaat. Saya menyesuaikan dengan situasi dan kondisi. Yang pada umumnya saya memilih 11 rakaat. Karena lebih singkat dan cepat. Adakalanya itu sebenarnya yang jadi alasan utama. Hanya saja, tak mau mengakui dan berargumen bahwa pilihannya lebih kuat dasar hukumnya.  Biasanya setelah 8 rakaat, saya akan mundur dan pergi meninggalkan jamaah tarawih di "langgar" itu. Sebuah kosa kata pada masa kecil di kampung dulu, yang sekarang sudah hilang berganti nama menjadi musholla, yang kemudian disini saya menemukan kembali kata itu masih umum dipakai. Sesampai rumah saya akan lagsung sholat witir 3 rakaat. Tapi, tidak malam itu. Sejak berangkat ke langgar, rintik hujan mulai turun. Saya tetap nekat. Ada sebuah resolusi, tak ingin melewatkan tarawih. Sebagaimana ...

Musuh terbesar

-(Selasa, 11 Maret 2025)- Apa resolusi anda tahun ini? Apakah sudah berjalan sesuai rencana? Bagaimana dengan tahun lalu? Di akhir tahun, sebagian kita sudah membayangkan tahun depan akan melakukan ini, itu. Sudah berniat dan membulatkan tekad untuk menjadi ini dan itu. Bahkan ada yang menulisnya di postingan medsos. Bahwa akan begini, begitu. Terbaca dan terlihat keren. Misalnya, tahun 2025 akan rajin olah raga, akan diet, baca 1 minggu 1 buku, dll. Apa yang terjadi? Tidak sedikit yang berakhir dengan “resolusi tinggal resolusi”. Rencana tinggal rencana. Dalam perjalanannya ada yang gagal melawan keinginan yang bertolak belakang dengan resolusinya. Yang sebagian kita tidak menyadari bahwa itu adalah musuhnya. Apakah itu? Sesuai resolusi, setiap sabtu dan minggu, ia sudah berjanji pada diri sendiri untuk olahraga jalan kaki hingga 6000 langkah. Alarm berbunyi tepat pukul 5 pagi. Ia bangun untuk sholat subuh. Selepas sembahyang, ia ingat hari ini libur kerja. Wah, ada kesempatan buat ti...

Melampaui minyak

-(Senin, 10 Maret 2025)- Data is the new oil. Saya kira, sudah lama kita mendengar kalimat itu. Karena ungkapan itu muncul sejak tahun 2006. Ini tentu sebuah analogi. Betapa berharganya data itu. Sebagai minyak baru. Dalam beberapa perspektif analogi itu tepat. Jika kita terus telisik, ada yang kurang pas. Misalnya, minyak bumi adalah sumber daya yang terbatas. Ia akan habis. Sementara, data tak akan pernah habis. Volumenya terus meningkat. Ditinggal tidur pun data terus bertambah. Artinya, jangan-jangan data ini melampaui analogi minyak. Sehingga begitu berharga. Tapi, sejauh ini apa respon dan aksi kita. Apakah kita sudah melangkah untuk mengejawantahkan itu. Sudahkah data telah memberikan manfaat bagi kita.  Google adalah contoh. Betapa ia mengeruk keuntungan dari big data. Beberapa startup juga telah memanfaatkan data perilaku pelanggan untuk mengembangkan bisnisnya. Yang tadinya hanya bisnis transportasi kemudian merambah ke pemberian kredit. Setelah mempelajari perilaku konsu...

Mandai bertanya

 -(Minggu, 9 Maret 2025)- Rasanya makanan ini hanya ada disini. Namanya Mandai. Semoga anda tahu buah cempedak. Alias tiwadak. Tampak mirip nangka. Tapi berbentuk lonjong. Seperti pepaya. Dengan ukuran yang bervariasi. Itu buah cempedak matang. Setidaknya cempedak memiliki tiga bagian. Kulit luar, kulit dalam, buah & isinya. Dan mandai itu terbuat dari kulit dalam cempedak. Setelah kulit luar dikupas dan dipisahkan dari buahnya, kulit dalam cempedak direndam dalam air garam. Sehingga bisa awet sampai berbulan-bulan. Ini biasa dijual sebagai oleh-oleh. Yang dikemas dalam toples. Ada pula yang kemasan plastik. Tanpa direndam air garam pun sebenarnya bisa langsung dimasak. Ditumis atau digoreng. Kulit yang sudah direndam air garam, bisa langsung digoreng. Mau yang kering atau setengah kering, tergantung selera. Rasanya? Enak. Gurih. Apalagi kalau dimakan bareng paliat. Nasi seperiuk bisa habis. Itu saya. Pagi-pagi sarapan, nasinya masih panas, lauknya mandai sama ikan asin...

Motivator backoffice

 -(Sabtu, 8 Maret 2025)- Perbincangan dua mantan menteri itu menarik. Antara Pak Gita dan Pak Chatib. Saya dapat pengetahuan dan tambah wawasan. Pun ada beberapa istilah yang akhirnya saya mengerti. Seperti kata desil. Saya ingat, pertama kali bertemu dengan kata desil ini. Pada masa covid dulu. Saya membaca ketentuan tentang pembagian BLT desa. Ada kata desil disitu. Meski tak paham, saya tak berusaha mencari tahu. Saya pikir, ya sudah bunyi aturannya begitu. Bahwa yang berhak menerima BLT adalah warga yang masuk dalam desil sekian. Asumsi saya, pihak terkait sudah paham dan punya datanya. Lagi pula monitoring yang saya lakukan tidak sampai kepada orang per orang. Apakah benar orang yang menerima BLT itu masuk dalam desil sekian, itu menjadi kewenangan pihak tertentu. Setelah kurang lebih 5 tahun dan dipicu perkataan Pak Chatib, saya kemudian mencari tahu. Apa sih desil? Saya cari di internet. Ketemu. Ini adalah kategorisasi atau pengelompokan masyarakat. Biasanya berdasarka...