Mimpi absurd
-(Minggu, 1 Maret 2026)- Mengapa saya kesulitan menggambarkan kembali dengan kata-kata apa yang saya alami dalam mimpi saya? Dalam mimpi itu saya merasa melihat sesuatu, tetapi setiap kali mencoba menjelaskannya, bahasa seperti kehilangan bentuknya. Saya tahu saya melihat, saya tahu saya mengalami, namun untuk merangkainya menjadi kalimat yang utuh terasa begitu sulit. Benar-benar absurd—bahkan untuk mendefinisikannya atau sekadar menciptakan istilah yang mendekatinya pun saya tidak sanggup. Seolah-olah mimpi memiliki bahasanya sendiri, sementara saya dipaksa menerjemahkannya ke dalam bahasa yang terlalu kaku. Pengalaman ini mengingatkan saya pada mimpi yang saya alami semasa kecil. Saya terus mengingatnya, tetapi tidak pernah benar-benar yakin kapan tepatnya itu terjadi. Dalam ingatan tersebut, saya sedang terbaring—mungkin sedang sakit panas. Saya melihat lingkaran-lingkaran yang terus berputar, bergerak perlahan hingga mencapai sudut atap rumah. Namun sampai sekarang saya tidak...