Dunia kecil

-(Minggu, 8 Februari 2026)-

Guo Jing berkata, “Dunia ini luas. Aku tak akan kehilanganmu lagi. Tidak akan.”
Huang Rong menjawab, “Jika sungguh mencari, sebenarnya dunia ini kecil.”
(Film Legends of The Condor Heroes: The Gallants)

Kalimat-kalimat itu keluar dari mulut dua tokoh dalam film tersebut, pada saat mereka akhirnya bertemu kembali setelah lama berpisah. Sebuah pertemuan yang mengharukan, mengingat betapa lama rindu dipendam, betapa dalam rasa saling kehilangan, dan tentu saja—betapa kuat cinta yang mereka jaga.

Apa yang bisa kita interpretasikan dari percakapan dua insan itu?

Boleh jadi Guo Jing beranggapan bahwa ia kehilangan orang yang dicintainya karena dunia yang terlalu luas. Dunia yang memungkinkan manusia saling menjauh, tersesat, dan tak saling menemukan. Maka ucapannya terdengar seperti janji sekaligus tekad: ia tak ingin lagi kalah oleh jarak dan keadaan, tak ingin lagi kehilangan Huang Rong.

Namun justru respons Huang Rong yang terasa menohok dan reflektif. Sejatinya, sebelum pertemuan emosional itu terjadi, mereka sebenarnya telah bertemu. Hanya saja Guo Jing tak mengenali Huang Rong karena ia mengenakan cadar. Mereka dekat secara fisik, tetapi jauh secara kesadaran. Sebuah ironi yang halus, namun bermakna.

Dalam diri Huang Rong ada keyakinan bahwa ketika seseorang sungguh-sungguh memiliki niat dan tekad, apa pun bisa diraih. Betapa pun luasnya dunia, ketika seseorang benar-benar mencari, dunia sejatinya menjadi kecil. Bukan dunia yang menyempit, melainkan fokus dan kesadaran manusia yang menajam.

Huang Rong telah membuktikan keyakinan itu. Dengan kesungguhannya mencari Guo Jing, semesta seolah tanpa sengaja menuntunnya pada pertemuan. Yang tampak sebagai kebetulan, sesungguhnya adalah hasil dari niat yang tak pernah padam.

Kenyataannya, dalam kehidupan kita pun hal serupa kerap terjadi. Ada masa ketika kita merasa berhenti berusaha, seolah pasrah pada keadaan. Namun pada saat yang sama, pikiran dan hati kita terus bekerja—terus mencari, terus berharap, terus memikirkan jalan keluar. Dan anehnya, justru di saat seperti itu, solusi atau tujuan datang dengan sendirinya.

Mungkin inilah yang disebut kekuatan pikiran, kekuatan tekad, dan kesungguhan. Seperti sesuatu yang terus kita panggil dalam diam, hingga akhirnya ia menjawab. Ada ungkapan Arab yang merangkum itu dengan sederhana namun kuat: man jadda wajada—siapa yang bersungguh-sungguh, maka ia akan berhasil.

Populer

The Last Kasi Bank dan Manajemen Stakeholder

DAK Fisik dan Dana Desa, Mengapa Dialihkan Penyalurannya?

Menggagas Jabatan AR di KPPN

Setelah Full MPN G2, What Next KPPN?

Perbendaharaan Go Green

Everything you can imagine is real - Pablo Picasso

Pengembangan Organisasi

"Penajaman" Treasury Pada KPPN

Agar Regional Chief Economist Menghasilkan Rekomendasi yang "Handal"