Yang tak sama
-(Sabtu, 19 September 2026)- Dua tulisan tentang mutasi itu, jika dibaca kembali, sebenarnya lebih banyak berbicara tentang bagaimana membuat hati tetap tenteram ketika mutasi yang datang tidak sesuai dengan harapan. Ia juga berlaku bagi mereka yang sampai hari ini belum mendapatkan mutasi, padahal mungkin sudah lama menunggu, berharap, bahkan diam-diam bertanya-tanya kapan giliran itu tiba. Bagaimanapun, membuat hati tetap kuat dan tegar menuju tempat baru jauh lebih penting daripada terus-menerus menangisi keadaan dan merasa menjadi korban nasib. Perasaan “apa salah saya?” yang muncul ketika nama sendiri tidak ada dalam daftar, ketika mutasi justru semakin menjauh dari kampung halaman, atau ketika tempat tugas yang baru terasa semakin jauh dari apa yang selama ini diharapkan, sering kali tidak lebih dari bentuk overthinking . Bukankah hal serupa juga kerap dirasakan anak-anak muda sekarang ketika melihat unggahan atau story teman-temannya? Mereka melihat kehidupan orang lain dari p...