Nasib organisasi
-(Selasa, 19 Mei 2026)-
Ada hal yang pelan-pelan terasa menyedihkan dalam sebuah organisasi besar: ketika orang-orang di dalamnya tidak lagi benar-benar peduli pada nasib organisasi itu sendiri. Mereka tetap hadir, tetap menjalankan tugas, tetap bergerak dari satu tempat ke tempat lain sesuai penugasan. Namun di balik semua aktivitas itu, ada sesuatu yang diam-diam menghilang—rasa memiliki.
Pada titik tertentu, organisasi tidak lagi dipandang sebagai rumah bersama yang harus dijaga, melainkan sekadar ruang singgah untuk mempertahankan hidup dan karier masing-masing. Orang-orang datang, bekerja, lalu pulang dengan urusan mereka sendiri. Sementara pertanyaan tentang ke mana organisasi ini akan dibawa, apakah ia akan berkembang, tenggelam, atau hanya berjalan di tempat, perlahan diserahkan sepenuhnya kepada mereka yang duduk di pusat otoritas.
Mungkin dari luar semuanya tampak baik-baik saja. Survei engagement berjalan. Instruksi dipatuhi. Target dilaksanakan. Tidak ada kegaduhan yang benar-benar terlihat. Tetapi justru di situlah kadang masalah paling sunyi bersembunyi. Kepatuhan belum tentu lahir dari keyakinan. Bisa jadi ia tumbuh dari kelelahan yang terlalu lama dipendam.
Ada fase ketika orang berhenti berharap, lalu menggantinya dengan satu kalimat sederhana: “terserah lah.”
Dan ketika kalimat itu mulai hidup diam-diam di kepala banyak orang, organisasi sebenarnya sedang memasuki masa yang berbahaya. Sebab yang hilang bukan sekadar semangat kerja, melainkan keyakinan bahwa suara, tenaga, dan pengorbanan mereka masih berarti bagi masa depan bersama.
Pada akhirnya, banyak orang tetap bertahan bukan karena mereka percaya organisasi itu sedang menuju sesuatu yang lebih baik, melainkan karena mereka masih harus menjaga nasib mereka sendiri. Mereka tahu bahwa di dalam organisasi sebesar apa pun, setiap orang pada dasarnya sedang berjuang menyelamatkan karier dan hidupnya masing-masing.
Maka organisasi itu pun perlahan berubah seperti kapal besar yang masih berlayar, meski para awaknya sudah tidak lagi benar-benar peduli ke mana arah tujuan.