Bara dalam sekam
-(Kamis, 5 November 2026)- Belakangan ini, sebuah unggahan di TikTok menjadi perbincangan luas. Isinya berupa tuduhan seseorang terhadap seorang mubalig muda yang kerap disapa Gus dan salah seorang rekannya. Terlepas dari substansi tuduhan tersebut, yang sebenarnya tidak ingin saya bahas, ada satu hal yang justru menarik perhatian saya: bagaimana orang-orang merespons peristiwa itu melalui kolom komentar. Setidaknya, ada tiga kelompok yang tampak menonjol. Pertama, mereka yang membela sang mubalig dan balik menyerang pihak yang melontarkan tuduhan. Kedua, mereka yang memberikan dukungan kepada penuduh, ikut menyebarkan narasi, bahkan meramaikan kontroversi. Ketiga, mereka yang memilih berada di luar pertarungan, tidak serta-merta membenarkan salah satu pihak. Dari ketiganya, perhatian saya justru tertuju pada kelompok kedua. Siapa sebenarnya mereka? Mengapa sebuah tuduhan yang belum tentu terbukti bisa begitu cepat mendapatkan sambutan dan dukungan? Saya membayangkan, mungkin sebagian ...