Sisi gelap
-(Sabtu, 30 Agustus 2025)- Mengapa manusia lahir dengan menyandang satu sisi gelap yang bernama kemarahan? Platon pernah membuat sebuah alegori tentang diri manusia. Ia menggambarkannya sebagai sebuah kereta yang ditarik dua ekor kuda: hitam dan putih, dengan seorang kusir sebagai pengendalinya. Dua kuda itu sering kali ingin berlari ke arah yang berbeda. Kuda putih barangkali berada di sisi kanan, lebih mudah diarahkan, dan melambangkan sifat-sifat baik manusia: akal sehat, welas asih, empati, dan dorongan untuk menolong. Sementara itu, kuda hitam mungkin berada di sisi kiri, cenderung liar, sulit dikendalikan, dan mewakili sisi gelap manusia: nafsu, kemarahan, kecemasan, kekecewaan, hingga ketakutan. Tugas kusir adalah menjaga keseimbangan keduanya agar kereta dapat melaju dengan baik menuju tujuan. Namun, jika kuda hitam terlalu dominan, kereta akan berjalan tak tentu arah, bahkan bisa terbalik. Demikian pula pada manusia: ketika kemarahan menguasai, akal sehat kehilangan peran...