Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2026

Jejak abadi

-(Senin, 2 Maret 2026)- Bayangkan Anda adalah orang paling berkuasa di dunia. Segala sumber daya berada dalam genggaman: harta yang tak terhitung, pasukan yang setia, pengaruh yang menembus batas negara. Namun usia terus berjalan. Tubuh perlahan menua. Dan pada satu titik, Anda menyadari bahwa tak ada satu pun kekuatan yang mampu menahan datangnya kematian. Di situlah paradoks itu muncul. Kekuasaan yang selama ini tampak absolut, mendadak terasa rapuh. Anda mungkin merasa khawatir, cemas, bahkan marah—terutama jika menolak menerima kenyataan bahwa setiap manusia pasti akan mati. Seolah seluruh perjuangan, ambisi, dan pencapaian yang Anda bangun selama ini, pada akhirnya harus ditinggalkan begitu saja. Lalu pertanyaan itu pun mengendap: apa makna hidup, jika ujungnya adalah kepergian? Kesadaran akan kematian memang kerap melahirkan kegelisahan. Sebagian orang mungkin meresponsnya dengan perlawanan. Jika hidup terbatas, maka batas itu harus ditembus. Dari sinilah obsesi pada keabadian la...